Kita Harus Menikah!

Kita Harus Menikah!
Apa kau bahagia?


__ADS_3

"Bukan seperti itu. Aku hanya ingin bertanya saja." Jawab Galang.


Yura tak langsung menjawabnya. Ia memilih menatap intens wajah Galang lalu menaikkan kedua pundaknya.


"Kak Rey membawaku untuk pindah hotel karena kami ingin berada di hotel yang sama dengan Kak Aidan." Ucap Yura kemudian.


"Aidan? Maksudmu kakakmu ada di sini juga?" Tanya Galang dengan wajah terkejut.


Yura mengiyakannya. "Aku juga tidak tahu jika Kak Aidan berada di kota ini juga." Jawab Yura.


Galang mengangguk saja. Ia tidak ingin melanjutkan pertanyaan yang akan membuat Yura merasa tidak nyaman dengannya. Dapat ia lihat beberapa saat yang lalu Yura merasa tidak nyaman dengan pertanyaan yang ia berikan.


"Sepertinya Roy sudah selesai, ayo kita masuk menemui kepala proyek." Ajak Galang.


"Baiklah, ayo." Ajak Yura. Jeni pun mengangguk mengiyakannya.


*


Keesokan harinya, Yura nampak sudah selesai merapikan barang-barangnya yang akan ia bawa pulang ke kota J. Dilihatnya ke arah ranjang suaminya masih nyaman terlelap didalam selimut tebal yang membungkus tubuhnya.


"Apa Kak Rey begitu lelah setelah seharian bermain bersama Axel dan Xela kemarin?" Yura tersenyum saat membayangkan bagaimana suami dinginnya itu saat bermain bersama Axel dan Axela.


"Sudahlah, sambil menunggu Kak Rey bangun lebih baik aku ke kamar Kak Aidan untuk melihat keponakanku sudah bangun atau belum." Putus Yura yang sudah merasa bosan berada di dalam kamar. Apa lagi tidak ada lagi yang harus ia kerjakan karena ia sudah selesai mandi dan membereskan barang-barangnya.

__ADS_1


Tak berselang lama setelah kepergian Yura, Rey nampak terbangun dari tidurnya. Dilihatnya ke sebelah ranjang tidak menemukan keberadaan istrinya di sana.


"Kemana dia?" Gumam Rey bertanya. Pandangan Rey pun mengedar mencari keberadaan istrinya namun tak melihat keberadaan istrinya selain koper yang sudah terisi di depan lemari.


"Apa dia pergi ke kamar Aidan?" Tanya Rey. Tak ingin terlalu lama memikirkan dimana keberadaan istrinya, Rey memilih segera turun dari ranjang dan melangkah ke arah kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


*


"Yura?" Alea tersenyum saat membuka pintu dan melihat keberadaan Alea di depan pintu kamarnya.


"Apa aku menganggu, Kak?" Tanya Yura.


"Tentu saja tidak. Ayo masuklah. Kebetulan Axel dan Axela sudah bangun dan sudah mandi." Ajak Alea.


Yura mengiyakannya dengan segera melangkah masuk ke dalam kamar.


Yura tersenyum melihat kedua keponakannya yang tengah berlari menghampirinya.


Cup


Cup


Yura memberikan ciuman secara bergantian di kedua pipi keponakannya.

__ADS_1


"Apa Anty juga pulang ke rumah hari ini? Tanya Axel.


Yura mengangguk. "Ya. Anty juga akan pulang bersama kalian pagi ini." Jawab Yura.


"Yura, kemarilah." Ucap Aidan yang sejak tadi memperhatikan adiknya dari jauh.


"Sebentar ya." Ucap Yura pada kedua keponakannya lalu berjalan ke arah Aidan.


"Dimana Rey? Apa dia belum bangun?" Tanya Aidan.


Yura menggeleng. "Tapi sepertinya Kak Rey akan bangun sebentar lagi." Jawabnya setelah melihat jam sudah menunjukkan waktu Rey akan bangun dari tidurnya.


"Yura, ada hal yang ingin Kakak tanyakan padamu." Ucap Aidan.


"Apa itu, Kak? Tanyakan saja?" Jawab Yura.


"Apa kau bahagia saat ini?" Tanya Aidan menatap kedua bola mata Yura intens.


Yura tersenyum mendapatkan pertanyaan dari kembarannya yang sudah ia ketahui kemana arah dan tujuannya itu. "Ya. Tentu saja aku bahagia, Kak. Tidak ada alasan yang bisa membuatku tidak bahagia saat ini." Jawab Yura yakin.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.

__ADS_1


Sambil menunggu Yura dan Rey update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Queenarađź–¤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.


__ADS_2