
"Kewajiban seperti apa yang Kakak maksud?" Yura dibuat bingung setelah mendengarkan pertanyaan yang keluar dari dalam mulut Rey.
"Aku tahu kau paham maksud ucapanku, Yura." Ucap Rey dan semakin merapatkan tubuh Yura padanya.
Deg
Jantung Yura dibuat berdetak lebih cepat. "Kak Rey lepaskan." Lirih Yura.
Ting
Pintu lift yang terbuka membuat Rey segera melepaskan Yura dari dekapannya saat melihat seseorang hendak masuk ke dalam lift. Yura menghembuskan nafas lega di udara. "Syukurlah..." lirihnya karena Rey tak lagi merapatkan tubuhnya pada Rey. Yura pun memilih mundur beberapa langkah agar berjarak dengan Rey. Rey pun hanya diam dan membiarkan Yura melakukan apa yang ia inginkan.
Ting
Pintu lift kembali terbuka tepat di lantai tempat mereka menginap. Rey keluar lebih dulu dari dalam lift dan diikuti Yura setelahnya.
Yura menatap aneh pada suaminya yang berjalan lebih dulu tanpa berniat mengganggunya. "Ada apa dengannya?" Tanya Yura. "Dan... apa maksud pertanyaan Kak Rey tadi? Tanggung jawab seperti apa yang dia maksud?" Tanya Yura lagi.
Ceklek
__ADS_1
Yura membuka pintu kamar yang sudah tertutup dari dalam oleh Rey. Ia melangkah masuk ke dalam kamar mendekati Rey yang sedang berdiri di samping ranjang.
"Apa kau sudah membereskan barang-barang kita?" Tanya Rey sambil melepas dasi yang terasa melilit lehernya.
Yura mengangguk lalu menatap pada koper mereka yang sudah berada di samping lemari.
"Kalau begitu istirahatlah sejenak. Kita akan pulang ke rumah dalam waktu satu jam lagi." Ucap Rey.
Yura mengangguk saja lalu berjalan ke arah kamar mandi untuk membuang hajatnya yang sejak tadi ia tahan. "Kenapa Kak Rey tidak mempertanyakan soal tanggung jawab itu lagi?" Tanya Yura merasa bingung. "Kenapa sikapnya bisa tiba-tiba berubah seperti itu? Membuatku takut saja." Lanjutnya kemudian.
Sedangkan di luar kamar mandi tepatnya di atas ranjang, Rey terlihat memijit pelipisnya yang terasa sakit. "Ucapan Alfin tadi benar-benar membuat kepalaku sakit." Gumamnya merasa kesal dengan ucapan Alfin saat di perusahaannya tadi.
*
"Kau masih ingat dengan pertanyaanku tadi?" Tanya Rey saat mobil sudah hampir dekat dengan rumah mereka.
Yura menoleh pada Rey dan menatap Rey dengan kening mengkerut. "Pertanyaan yang mana yang Kakak maksud?" Tanya Yura.
"Apa kau tahu dengan kewajibanmu sebagai seorang istri?" Tanya Rey lagi.
__ADS_1
Yura dibuat terdiam beberapa saat. Ia menghela nafas singkat lalu menjawab pertanyaan Rey. "Ya, aku tahu itu. Sebagai seorang istri aku harus taat pada kakak dan melayani Kakak dengan baik." Ucap Yura mengeluarkan apa yang ada dalam pemikirannya.
"Apa hanya itu yang kau tahu?" Tanya Rey.
Yura menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.
"Kalau begitu melayani seperti apa yang kau maksud?" Tanya Rey.
"Seperti menyiapkan makan untuk Kakak dan menyiapkan apa saja yang dibutuhkan oleh Kakak." Jawab Yura tenang.
"Bukan hanya itu saja." Ucap Rey.
"Maksud Kakak?" Tanya Yura bingung.
"Kau bukan hanya wajib melayani kebutuhan eksternalku tapi juga kebutuhan internalku seperti melayani kebutuhan biologisku." Tekan Rey.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.
__ADS_1
Sambil menunggu Yura dan Rey update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Queenarađź–¤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.