Kita Harus Menikah!

Kita Harus Menikah!
Tak melepas pandangan darinya


__ADS_3

"Kakak dan Kak Alfin makan di sini juga?" Tanya Rachel dengan tersenyum pada Alfin.


"Ya, kebetulan aku dan rey ada pekerjaan di dekat sini." Jawab Alfin sementara Rey kini memusatkan pandanganya pada Yura yang tengah menatap pada Alfin dengan tersenyum.


"Hai, Yura." Sapa Alfin pada Yura.


"Hai, Kak Alfin." Jawab Yura tetap tersenyum.


"Sudah lama tidak bertemu kau semakin cantik saja." Puji Alfin.


"Kakak bisa saja." Jawab Yura seadanya.


"Apa hanya Yura saja yang cantik? Apa aku tidak cantik?" Tanya Rachel dengan bibir mengerucut.


Alfin mengacak gemas rambut Rachel. "Kau bahkan selalu cantik setiap harinya." Puji Alfin yang membuat Rachel tersenyum malu karenaya.


"Ayo duduk dulu, Kak. Kalian bisa bergabung bersama kami di sini." Ajak Yura.


"Baiklah kalau begitu." Ucap Alfin tersenyum merekah.


"Tidak perlu, Kakak dan Alfin akan duduk di sana saja." Timpal Rey yang membuat wajah Alfin masam seketika.


"Tapi lebih baik kita di sini saja." Ucap Alfin tak terima.


"Jika kau ingin makan di sini tak masalah. Aku akan makan sendiri di meja lain." Ucap Rey lalu berjalan meninggalkan Alfin begitu saja.


"Kakakmu itu sungguh menyebalkan." Ucap Alvin pada Rachel.


Rachel mengangguk membenarkan. "Sejak dulu dia selalu menyebalkan jika dalam hal seperti ini." Jawab Rachel.


Alfin menghela nafasnya. "Agh, sayang sekali aku harus ikut ke meja Rey karena ada hal penting yang akan kami bicarakan." Ucap Alfin.


"Tak masalah, Kak." Jawab Rachel. Sedangkan Yura hanya tersenyum membalas ucapa Alfin.

__ADS_1


"Lain kali kita bisa mengatur jadwal untuk makan bersama bukan?" Tanya Alfin sebelum beranjak dari meja Yura dan Rachel.


"Tentu saja. Tapi tanpa ada Kak Rey pastinya karena aku yakin dia tidak akan ingin ikut." Jawab Rachel.


"Ya, tanpa kau beritahu aku juga tidak berniat mengajak kakakmu." Seloroh Alfin.


Rachel tertawa kecil mendengarnya. "Sekarang pergilah sebelum singa itu mengamuk." Ucap Rachel.


"Baiklah, aku ke sana dulu." Pamit Alfin pada Yura dan Rachel.


Yura dan Rachel mengangguk mengiyakan ucapan Alfin. Setelah kepergian Alfin, Pandangan Rachel pun tertuju pada Yura yang masih tersenyum.


"Yura, maafkan sikap Kakakku jika menyinggung perasaanmu." Ucap Rachel merasa tidak enak pada Yura. Terlebih dengan penolakan Rey yang tidak ingin satu meja dengan mereka yang dapat ia pastikan salah satu alasannya karena ada Yura.


"Kakakmu tidak ada menyinggung perasaanku, Chel." Jawab Yura masih tetap tersenyum.


Rachel menghela nafasnya mendengar jawaban Yura. "Kau yakin?" Aku rasa salah satu ucapan Kakakku ada yang menyinggung perasaanmu." Ucap Rachel memastikan kembali.


Rachel pun tak lagi melanjutkan ucapannya karena seorang pelayan kini sedang menghidangkan makan pesanan Yura di atas meja.


"Lebih baik kita segera makan karena sebentar lagi waktu istirahat siangku akan segera habis." Ajak Yura.


"Baiklah." Jawab Rachel menurut. Sebenarnya ia masih ingin memastikan jika Yura tidak tersinggung dengan ucapan Rey. Namun melihat sikap Yura yang terkesan biasa saja membuatnya mengurungkan niatnya untuk kembali bertanya.


Sementara di meja yang berbeda Alfin kini menatap Rey dengan tatapan tidak suka. "Seharusnya kau tidak berbicara seperti itu. Bisa saja ucapanmu menyinggung perasaaanya." Ucap Alfin.


"Ucapan yang mana yang kau maksud? Dan siapa yang tersinggung dengan ucapanku?" Tanya Rey dengan tatapan datar dan tak bersalah.


Alfin mendengus dan memilih diam tak menimpali ucapan Rey, karena ia yakin jika Rey paham dengan maksud pertanyaannya namun Rey sedang berpura-pura tidak mengerti.


*


Setelah menghabiskan makanan masing-masing, Yura dan Rachel pun beranjak dari meja mereka.

__ADS_1


"Kita bisa makan siang bersama lagi bukan esok hari?" Tanya Rachel pada Yura.


"Tentu saja." Balas Yura tersenyum.


Rachel turut tersenyum mendengarnya. "Kalau begitu ayo berpamitan dulu pada Kak Rey dan Kak Alfin." Ajak Rachel.


"Baiklah, ayo." Balas Yura tanpa beban.


Rachel pun menggenggam tangan Yura dan menuntunnya ke arah meja Rey dan Alfin.


"Kak Rey, Kak Alfin, kami pamit pergi dulu." Ucap Rachel.


"Baiklah, hati-hati di jalan." Jawab Alfin.


Rachel dan Yura mengangguk. Pandangan Rachel pun beralih pada Rey yang hanya diam tak membalas ucapannya. "Kak Rey, katakan pada Papa jika aku ingin bermain ke perusahaan Yura lebih dulu." Ucap Rachel.


"Kau ingin bermain ke perusahaan? Kenapa kau tidak mengatakannya kepadaku?" Tanya Yura dengan wajah bingung. Karena ia pikir Rachel akan pulang setelah makan siang mereka selesai.


Rachel hanya tersenyum lalu menarik tangan Yura menjauh dari meja Rey. "Karena aku baru berniat melakukannya." Jawab Rachel sambil berjalan.


"Kau ini selalu saja." Ucap Yura seraya menggelengkan kepalanya.


Mereka pun terus berjalan ke luar dengan diiringi tatapan Rey yang terus tertuju pada punggung Yura.


"Yura semakin cantik bukan?" Goda Alfin pada Rey.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Yura dan Rey update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Queenarađź–¤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.

__ADS_1


__ADS_2