Kita Harus Menikah!

Kita Harus Menikah!
Dia sudah menikah?!


__ADS_3

Merasa tak terima dengan tindakan Rey, Galang pun mendorong kasar kursinya ke belakang. "Kau..." geram Galang.


Melihat suasana yang tidak kondusif membuat Yura segera beranjak dari duduknya. "Kak Rey, sudah." Ucap Yura memegang lengan Rey saat Rey hendak menjawab ucapan Galang.


"Kenapa? Kau takut jika pria ini mengetahui status hubungan kita?" Tanya Rey.


Yura menggelengkan kepalanya. "Bukan begitu. Lihat sekitar kita, semua orang tengah memperhatikan kita. Apa Kakak mau menjatuhkan repurtasi Kakak dan kita semua yang ada di sini." Ucap Yura mencoba memberikan pengertian pada Rey.


Lidah Rey berdecak mendengarnya. Sementara Galang kini menatap tak percaya pada Yura yang terlihat menenangkan Rey dari pada dirinya.


"Tuan Galang jaga emosi anda atau lawan bisinis anda dapat dengan mudah menjatuhkan anda dengan sikap anda saat ini." Jeni yang sejak tadi hanya diam berusaha menenangkan Galang yang terlihat sangat emosi.


Galang mengatur nafasnya yang terdengar naik turun. Ia menatap wajah Rey dengan tajam seolah tidak takut dengan pria yang jauh lebih tua dan berkuasa dari pada dirinya. Setelahnya ia menatap pada Yura yang tengah menatapnya dengan intens.

__ADS_1


"Yura, kau berhutang penjelasan padaku." Ucap Galang.


Yura menghela nafasnya lalu menganggukkan kepalanya sebagai jawaban. Setelah mendapatkan jawaban dari Yura, Galang pun pergi begitu saja dari hadapan Yura dengan perasaan kecewa. Walau sudah mendapatkan jawaban dari Yura, namun tetap saja ia merasa tak percaya jika wanita yang sudah lama dicintainya itu kini telah berstatus sebagai istri dari orang lain.


Rey menatap kepergian Galang dengan wajah datarnya. Ia tak memperlihatkan lagi raut apa pun setelah kepergian Galang dari hadapan mereka.


Galang terus berjalan keluar dari dalam cafe dengan wajah memerah menahan emosi di dadanya saat ini. "Ini semua tidak mungkin. Tidak mungkin Yura menikah dengan Kak Rey." Gumam Galang sambil terus berjalang.


Sesampainya di depan mobilnya, Galang membuka pintu mobil lalu masuk ke dalamnya dan menutup pintu mobil dengan kencang.


Galang pun segera mengeluarkan ponselnya dari saku celananya dan melakukan panggilan dengan seorang pria yang menjadi kepercayaannya di perusahaan dan di luar perusahaan.


"Cari tahu status Ayura Dharma saat ini!" Titahnya lalu mematikan sambungan telefonnya begitu saja.

__ADS_1


"Aku tidak akan percaya begitu saja jika aku belum mendapatkan bukti yang akurat." Gumam Galang dengan tangan yang sudah terkepal erat.


Galang menatap ke arah kaca cafe yang memperlihatkan Yura tengah memegang lengan Rey sambil berbicara. Walau tidak dapat mendengar apa yang Yura katakan, namun Galang dapat melihat jika Yura berusaha mengajak Rey untuk duduk saat ini.


Tak ingin terlalu lama menatap pemandangan yang membuat matanya sakit dan hatinya memanas, Galang pun memutuskan untuk segera pergi dari perkarangan cafe dan melajukan mobilnya menuju apartemennya. Niatnya yang ingin membawa Yura ke acara rekan kerjanya nanti malam harus sirna sudah saat Rey datang membatalkan ajakannya begitu saja.


Galang pun teringat jika nanti malam Rey juga diundang dalam acara ulang tahun rekan kerjanya. "Apa dia mau mengajak Yura pergi ke acara yang sama? Kita lihat nanti malam apa Yura benar pergi dengannya atau tidak." Gumam Galang dan semakin mencengkram kemudi mobilnya dengan erat.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Yura dan Rey update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Queenarađź–¤

__ADS_1


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.


__ADS_2