
"Hei, jaga mulutmu. Dasar pengadu!" Gerutu Flower merasa kesal sekaligus takut mendengar ancaman Malik.
"Jika anda masih ingin bekerja di perusahaan ini maka jaga sikap anda dengan baik." Ucap Malik lalu meninggalkan meja Flower begitu saja setelah mengambil berkas yang ada di atas meja Flower.
"Ck. Sopan sekali dia!" Umpat Flower merasa kesal. Flower pun menghentakkan kedua kakinya di atas lantai sambil berjalan ke arah kursi kerjanya.
"Jika tidak mengingat tujuanku bekerja di sini, sudah lama aku mengundurkan diri dan bekerja di perusahaan Dadsy saja!" Gerutunya. Entah mengapa sampai saat ini Flower masih bisa bertahan untuk tetap sabar menghadapi semua sikap ketus Malik dan perlakuan dingin Rey padanya. Sepertinya keinginannya yang begitu kuat untuk berdekatan dengan Rey membuatnya tidak perduli dengan segala sikap buruk Malik dan Rey kepadanya.
Flower pun terduduk dengan lesu di atas kursi kerjanya saat mengingat kembali berita yang baru saja ia lihat. "Kak Rey..." lirihnya merasa sedih. "Kenapa tidak aku saja yang menikah dengan Kak Rey. Kenapa tidak aku saja yang mengandung anak Kak Rey? Kenapa..." Flower menjatuhkan kepalanya di atas meja. Rasanya dadanya kembali sesak jika mengingat semua tentang Rey dan Yura.
Hari itu Flower bekerja tidak bersemangat bahkan tak menyelesaikan pekerjaannya yang harusnya diselesaikan sore itu di perusahaan. Walau begitu, Flower tetap melanjutkan pekerjaannya yang tertunda di rumah hingga akhirnya pekerjaannya baru selesai di waktu tengah malam tiba.
*
__ADS_1
Hari demi hari berlalu, tanpa terasa kini sudah memasuki waktu satu minggu sebelum keberangkatan Rey, Alfin, Malik dan Flower ke kota surabaya. Flower yang sudah nampak begitu senang dengan keberangkatan mereka ke kota Surabaya, terlihat tak melunturkan senyuman di wajahnya pagi itu.
Satu minggu lagi adalah hari untuk pertama kalinya ia dibawa bekerja di luar perusahaan setelah hampir satu tahun belakangan ini ia hanya dominan bekerja di dalam perusahaan dan sesekali bekerja di luar perusahaan bersama dengan Malik. Bayang-bayangan akan berdekatan dengan Rey dalam waktu tiga hari sudah membuatnya senyum-senyum sendiri. Setidaknya untuk waktu tiga hari ia tidak akan melihat Yura berada di sisi Rey. Justru ialah yang akan terlihat berada di sisi Rey.
"Huh, waktu... ayolah cepat berputar." Gumamnya merasa tak sabar.
Tap
Tap
Tap
Rey hanya mengangguk mengiyakan sapaan Flower. Sementara di belakang tubuh Rey, Malik terlihat menatap datar pada Flower yang nampak enggan untuk menyapanya.
__ADS_1
"Tuan Malik." Sapa Flower dengan tersenyum kecut.
Malik memilih diam saja mengabaikan sapaan dari wanita sombong di depannya. Ia terus berjalan mengikuti Rey hingga masuk ke dalam ruangan kerjanya.
"Tidak bisakah Kak Rey mencari asisten yang baru? Aku sungguh muak melihatnya!" Gerutu Flower yang selalu merasa sebal jika sudah melihat keberadaan Malik di dekat Rey.
"Tenanglah Flower... jangan kesal seperti ini." Flower mencoba mengatur suasana hatinya. "Setidaknya kau harus berterima kasih padanya saat ini karena untuk pertama kalinya dia mau mengajakmu untuk pergi bersama Kak Rey ke luar kota. Masih ada satu kebaikannya yang harus kau ingat dengan baik." Lanjut Flower kemudian.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, rate bintang 5 ⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️ dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Yura dan Rey update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Terjebak Cinta Tuan Marvel, ya🖤
__ADS_1
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.