Kita Harus Menikah!

Kita Harus Menikah!
Ada apa dengan Mama?


__ADS_3

Setengah jam kemudian Rey dan Yura nampak sudah berkumpul di meja makan bersama Rachel. Wajah Rachel nampak bersungut masam saat mengigat kembali tadi malam Rey tiba-tiba datang dan menyuruhnya pindah ke kamar tamu. Ekspresi wajah masam Rachel pun disalahartikan oleh Yura yang melihatnya.


"Apa kau marah karena telah menunggu kami datang terlalu lama?" Tanya Yura merasa tak enak hati.


Rachel seketika menggeleng. "Tidak. Aku tidak marah karena itu." Balasnya tak ingin Yura salah paham.


"Lalu?" Kening Yura mengekerut bingung.


"Lanjutkan pembicaraan kalian nanti. Sekarang saatnya kita makan." Ajak Rey memutus percakapan Yura dan Rachel.


Yura dan Rachel mengangguk mengiyakan ucapan Rey lalu mengambil makanan mereka masing-masing. Dan seperti biasanya Yura mengambilkan makanan untuk Rey lebih dulu baru untuk dirinya.


Suasana di meja makan terasa hening karena baik Yura, Rey dan Rachel saling diam menikmati makanan mereka masing-masing. Rachel dan Yura tidak berani makan sambil bicara seperti yang biasa mereka lakukan saat berdua karena tidak ingin mendapat amukan dari Rey yang pasti tidak menyukainya.


Dua puluh menit berlalu sarapan pagi yang tertunda mereka itu pun selesai. Yura mengelap bibirnya dengan tisu lalu meletakkan tisu yang telah digunakannya di atas piring.


"Jam berapa Kakak sampai tadi malam? Kenapa tidak mengabariku, Yura dan Mama jika akan kembali?" Tanya Rachel pada Rey.


"Jam sebelas malam. Kakak tidak mengabari karena kepulangan Kakak terjadi secara mendadak." Jawab Rey.

__ADS_1


Rachel menatap Rey dengan tatapan menyelidik. Ia tidak percaya begitu saja dengan ucapan kakakknya. Pastilah Rey memiliki alasan hingga pulang mendadak seperti ini.


"Sudahlah, lebih baik kita segera bersiap-siap karena sebentar lagi kita akan pergi ke rumah Mama dan Papa." Titah Rey.


"Maksudnya Kakak ingin mengantarkanku pulang ke rumah?" Tanya Rachel.


Rey mengangguk. "Selain itu Kakak ingin bertemu dengan Mama."


Rachel mengangguk paham dan mengungkapkan keinginannya agar Rey dan Yura menginap di rumah kedua orang tuanya malam ini karena ia masih ingin melanjutkan ceritanya yang tertunda dengan Yura. Dan tentu saja permintaan Rachel ditolak mentah-mentah oleh Rey karena ia tidak ingin malamnya nanti terganggu oleh kehadiran Rachel di sisi Yura.


Jawaban dari Rey pun berhasil membuat wajah Rachel masam selama berada di dalam perjalanan menuju kediaman kedua orang tuanya.


"Tidak. Kau sudah cukup menghabiskan waktu bersamanya." Jawab Rey tanpa bantahan.


Yura hanya bisa menghela nafas lalu melangkah mengikuti Rey yang sudah melangkah lebih dulu masuk ke dalam rumah.


"Maafkan aku Chel. Kali ini aku tidak bisa membantah ucapan kakakmu." Lirih Yura sambil terus berjalan.


"Dimana Mama dan Papa?" Tanya Rachel pada seorang pelayan yang datang memberikan minum untuk mereka.

__ADS_1


"Tuan dan Nyonya masih berada di dalam kamar, Nona." Jawabnya.


Rachel merasa aneh mendengar jawaban dari pelayannnya. Tidak biasanya kedua orang tuanya berada di dalam kamarnya di waktu seperti ini. Tak berselang lama Rey dan Yura pun sudah bergabung duduk bersama mereka.


Tap


Tap


Tap


Pandangan Rachel, Yura dan Rey seketika tertuju pada tangga saat mendengar langkah kaki yang sedang menuruni anak tangga. Sesaat kemudian mereka dibuat terkesiap melihat wajah Mama Kyara yang terlihat sembab seperti habis menangis.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, rate bintang 5 ⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️ dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Yura dan Rey update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Terjebak Cinta Tuan Marvel, ya🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.

__ADS_1


__ADS_2