Kita Harus Menikah!

Kita Harus Menikah!
Menatap tidak suka


__ADS_3

"Bekas merah? Bekas merah apa yang Kakak maksud?" Tanya Yura.


Rey terdiam saat menyadari kesalahannya dalam bertanya. "Tidak ada. Ayo kita pergi." Ajaknya agar Yura tak kembali bertanya.


Walau merasa bingung dengan pertanyaan Rey, namun Yura memilih tak mempertanyakannya kembali dan menuruti ajakan suaminya untuk segera berangkat.


Setelah masuk ke dalam mobilnya, Rey kembali menatap pada leher Yura yang tidak terlihat jelas di sana bekas yang ia buat beberapa jam yang lalu. Yura yang tidak menyadari arah pandangan Rey padanya pun hanya fokus pada ponsel di tangannya.


"Kak Rey, apa tidak masalah sebelum mengantarkanku ke gudang perusahaan Galang kita menjemput Jeni lebih dulu?" Tanya Yura. Karena kemarin ia sudah berjanji pada Jeni untuk menjemputnya pagi ini.


"Tidak masalah." Jawab Rey lalu menghidupkan mesin mobilnya.


"Agh, syukurlah." Ucap Yura merasa lega karena Rey mau menuruti keinginannya. Ia pikir suaminya itu akan menolak tawarannya hingga ia harus berpikir bagaimana Jeni berangkat menuju gudang pagi ini.


Mobil milik Rey pun mulai melaju meninggalkan perkarangan rumah mereka. Selama dalam perjalanan Yura hanya fokus pada ponselnya yang sedang berbalas pesan dengan Jeni dan Rachel. Sementara Rey, pria itu nampak hanya diam dengan menahan rasa kekesalannya karena kehilangan jejak yang dibuatnya.


Tak berselang lama, mobil milik Rey pun akhirnya sampai di depan gedung apartemen Jeni. Di depan loby, Jeni sudah nampak menunggu kedatangan mereka di sana sambil memegang koper di tangannya.


Melihat kedatangan mobil Rey, Jeni pun menarik koper miliknya ke arah mobil Rey.

__ADS_1


"Tuan Rey." Sapa Jeni ramah saat Rey keluar dari dalam mobilnya.


Rey mengangguk membalas sapaan Jeni lalu membantu Jeni memasukkan kopernya ke dalam bagasi mobilnya.


"Terima kasih, Tuan." Ucap Jeni merasa sungkan karena untuk pertama kalinya dibantu oleh Rey.


Rey hanya mengangguk lalu kembali masuk ke dalam mobilnya. Setelahnya Jeni pun turut masuk ke dalam mobil Rey.


"Apa kau sudah menunggu lama, Jeni?" Tanya Yura pada Jeni.


"Emh, tidak, Nona." Jawab Jeni.


Mobil Milik Rey pun kembali melaju meninggalkan gedung apartemen menuju gudang arsip perusahaan Galang.


Setelah melewati lima belas menit perjalanan dari apartemen Jeni, mobil milik Rey pun akhirnya sampai di depan gudang arsip perusahaan Galang.


Di depan gudang, sudah terlihat mobil Galang terparkir di sana. Rey menatap datar pada mobil rivalnya itu lalu beralih menatap pada istrinya.


"Ingat agar kau terus mengabari apa pun aktivitasmu." Ucap Rey dengan tegas.

__ADS_1


"Baik, Kak." Ucap Yura tak ingin membantah.


Rey pun segera turun dari dalam mobil dan mengeluarkan koper milik Yura dan Jeni dari bagasi mobilnya.


Sedangkan Galang yang baru saja keluar dari dalam gudang arsip nampak terkejut melihat keberadaan Rey di sana.


"Bukankah tadi Yura bilang dia diantar oleh sopir ke sini?" Tanya Galang. Wajah senang Galang karena melihat kedatangan Yura pun berubah datar karena melihat keberadaan Rey di antara mereka.


"Kak Galang." Sapa Yura saat Galang berjalan menghampiri mereka.


Mendengar Yura menyebut nama Galang membuat Rey seketika mengarahkan pandangannya pada rivalnya. Galang pun turut menatap pada Rey hingga kedua pria itu saling menatap dengan tajam.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Yura dan Rey update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Queenarađź–¤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.

__ADS_1


__ADS_2