Kita Harus Menikah!

Kita Harus Menikah!
Kekhawatiran Rachel


__ADS_3

Mama Kyara menganggukkan kepalanya sebagai jawaban karena Rania sudah mengirimkan pesan padanya jika akan kembali dari luar negeri satu minggu lagi. "Dari mana kau mengetahuinya, hem?" Tanya Mama Kyara.


"Baru saja Flower mengirimkan pesan pada Rachel jika dia akan kembali satu minggu lagi. Bagaimana ini, Mama, keluarga kita bahkan belum memberitahukan pada keluarga Om Wiliiam jika Kak Rey saat ini sudah menikah. Bagaimana jika Flower tahu dan menuduh Yura sudah merebut Kak Rey darinya?" Tanya Rachel dengan wajah semakin cemas.


"Jangan cemas begitu, Sayang. Tenanglah, Papa dan Mama sudah membicarakan ini semua sebelumnya. Mama dan Papa akan memberitahu keluarga Om Wiliiam tentang pernikahan Kak Rey dan apa yang terjadi setelah Om William dan keluarganya kembali ke negara ini." Jawab Kyara.


"Apa Mama yakin jika setelah mendengar penjelasan dari Mama dan Papa, keluarga Om William akan terima begitu saja?" Tanya Rachel merasa tak yakin.


"Untuk hal itu kau jangan terlalu memikirkannya, Sayang. Om William dan Tante Rania pasti dapat mengerti dan menerima keadaan yang sudah terjadi." Tutur Mama Kyara.


"Lalu bagaimana dengan Flower, Ma?" Tanya Rachel.


Mama Kyara tersenyum lalu mengusap lengan putrinya. "Sudahlah, jangan terlalu banyak berpikir." Jawab Mama Kyara.


Rachel menghela nafasnya melihat Mama Kyara yang tidak mengerti dengan maksud hatinya saat ini. "Pokoknya Rachel tidak ingin Yura dituduh yang bukan-bukan oleh Flo, Ma." Tekan Rachel.


"Mama mengerti. Mama juga tidak ingin hal itu terjadi." Jawab Mama Kyara. Lagi pula ia sudah pernah merasakan dituduh yang tidak-tidak oleh mantan kekasih Gerry dulu dan Kyara sangat tahu bagaimana sakitnya.


"Baiklah, Rachel percaya Mama dan Papa bisa mengatasinya. Kalai begitu Rachel pamit ke kamar dulu." Ucap Rachel.

__ADS_1


Mama Kyara mengangguk mengiyakan. "Jangan lupa turun untuk makan malam." Ucapnya yang diangguki Rachel sebagai jawaban.


Rachel melangkah meninggalkan dapur dengan perasaan yang tidak tenang. Bagaimana tidak, ia masih saja tidak yakin jika Flower akan menerima penjelasan dari keluarganya nanti. Terlebih ia sangat paham bagaimana sikap Flower selama ini.


Setelah berada di lantai atas, Rachel menghentikan langkahnya saat berada di depan kamar Rey. Rachel menghela nafasnya sesaat sebelum akhirnya kembali melangkah menuju kamarnya.


"Yura, kau wanita yang baik dan aku sangat senang karena kau-lah yang akhirnya menjadi kakak iparku. Walau keluarga Om William baik padaku dan keluargaku, tetap saja aku tidak setuju jika Flower yang menjadi kakak iparku." Gumam Rachel setelah masuk ke dalam kamarnya.


*


Pada saat jam makan malam tiba, semua orang nampak sudah berkumpul di meja makan. Sejak duduk di kursi hingga makan malam selesai, Rachel terlihat lebih banyak diam seolah ada hal yang kini mengganggu pemikirannya.


Rachel mengangkat kepalanya yang ditekuk. "Memangnya ada apa dengan Rachel, Pa?" Tanya Rachel kembali.


Papa Gerry menghela nafasnya. "Kau terlihat murung sejak tadi." Jawab Papa Gerry. "Apa ada hal yang sedang mengganggu pemikiranmu, hem?" Tanyanya.


Rachel menggeleng. "Tidak ada, Pah. Rachel baik-baik saja." Jawab Rachel tersenyum.


Papa Gerry tak percaya begitu saja. Ia dapat melihat Rachel kini nampak berbeda dari biasanya. Pun dengan Yura yang tak percaya begitu saja dengan ucapan sahabatnya itu. Yura memilih diam tak langsung bertanya ada apa dengan Rachel. Ia bisa menanyakan nanti setelah beranjak dari meja makan.

__ADS_1


Dan seperti apa yang ia rencanakan, setelah semua orang beranjak dari meja makan, Yura mengajak Rachel untuk duduk di taman yang berada di samping rumah. Yura dan Rachel sudah nampak duduk bersebelahan di kursi taman.


"Ada apa denganmu, Rachel?" Tanya Yura tanpa basa-basi.


"Aku? Memangnya ada apa denganku?" Tanya Rachel.


"Kau jangan berpura-pura tidak mengerti. Aku tahu kau mengerti maksud pertanyaanku." Pungkas Yura.


"Aku tidak apa-apa, Yura." Jawab Rachel tersenyum.


Yura menghela nafasnya. "Kau pasti tidak baik-baik saja, Rachel. Sekarang ayo katakan hal apa yang membuatmu seperti ini?" Desak Yura.


"Baiklah, aku akan mengatakannya. Aku seperti ini karena aku merasa sedih karena besok kau sudah tidak tinggal lagi di rumah ini. Aku merasa sedih karena pasti banyak waktu yang kita lewatkan karena kini kau sudah berstatus sebagai istri Kakakku dan tidak lagi tinggal bersamaku." Jawab Rachel tanpa menyebutkan alasan yang sebenarnya.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Yura dan Rey update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Queenarađź–¤

__ADS_1


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.


__ADS_2