Kita Harus Menikah!

Kita Harus Menikah!
Dia tidak marah?


__ADS_3

"Kak Rey tunggu!" Ucap Yura mencoba menghentikan langkah Rey yang semakin jauh darinya. Yura terus berjalan dengan tergesa-gesa mengejar Rey karena Rey tak kunjung menghentikan langkahnya. Karena merasa Yura terus mengejarnya membuat Rey tiba-tiba menghentikan langkahnya.


Bruk


"Aw..." ringis Yura memegang keningnya yang terasa sakit.


Rey menatap datar pada Yura yang tengah meringis kesakitan. "Ceroboh!" Ketus Rey lalu melangkah meninggalkan Yura.


"Kenapa dia mengataiku ceroboh? Bukannya dia yang salah karena berhenti secara tiba-tiba." Gerutu Yura. Yura kembali melangkah mengejar Rey yang sudah berada di mobilnya dan sedang memasukkan barang-barang belanjaannya ke dalam mobil.


Yura pun memilih menatap Rey yang sedang sibuk memasukkan barang-barang belanjaannya tanpa berniat membantunya. Bukannya tidak ingin membantu, hanya saja Yura tidak ingin salah langkah yang membuat Rey kembali marah padanya.


Setelah melihat Rey selesai, Yura pun masuk ke dalam mobil diikuti Rey setelahnya. Tanpa mengucapkan sepatah kata pun pada Yura, Rey melajukan mobilnya meninggalkan parkiran supermarket.


Selama dalam perjalanan menuju rumah, Rey hanya diam dengan wajah datarnya. Yura yang berada di sebelahnya pun mulai bertanya-tanya apa Rey marah kepadanya. Walau berusaha tidak memikirkannya, namun Yura tetap memikirkannya karena merasa bersalah pada Rey yang sudah banyak membantunya akhir-akhir ini.


Di tengah perjalanan, pandangan Yura seketika tertuju pada penjual es krim yang berada tidak jauh dari pinggir jalan. Yura meneguk susah payah salivanya saat melihat betapa menggiurkannya es krim itu jika masuk ke dalam mulutnya. Walau hatinya sangat menginginkan es krim itu, namun Yura memilih tak menyebutkan keinginannya pada Rey.


Yura terus menatap stand es krim hingga hilang dari pandangannya. Tak berselang lama, tiba-tiba saja Rey menepikan mobilnya di pinggir jalan.

__ADS_1


"Kenapa berhenti?" Tanya Yura pada Rey.


Rey hanya diam lalu membuka pintu mobilnya. Setelahnya ia membukakan pintu dari luar untuk Yura.


"Eh?" Yura dibuat terkejut melihat Rey.


"Turunlah!" Titah Rey.


Walau pun merasa bingung dengan permintaan Rey, namun Yura tetap melakukannya. Setelahnya ia dibuat terkejut saat Rey berjalan ke arah stand es krim yang tadi dilihatnya.


"Kenapa Kak Rey ke sana? Apa dia menginginkan es krim juga?" Tanya Yura pelan. Ia terus mengikuti langkah Rey hingga sampai di depan stand es krim.


"Apa?" Yura terkejut mendengarnya.


"Bukannya kau menginginkannya?" Tanya Rey datar.


Yura menganggukkan kepalanya.


"Jika kau menginginkannya maka pesanlah." Titah Rey lagi.

__ADS_1


Yura mengembangkan senyumannya lalu segera memesan es krim untuk dirinya. "Kak Rey ingin rasa apa?" Tanyanya.


Rey menggelengkan kepalanya.


"Apa dia tidak mau?" Tanya Yura bingung. Walau mendapatkan gelengan kepala dari Rey, namun Yura tetap memilihkan rasa es krim untuk Rey. "Kita makan di sini saja, ya." Ucap Yura pada Rey.


Rey membiarkan Yura melakukan apa yang dinginkannya. Yura pun duduk di hadapan Rey setelah meletakkan dua cup es krim di atas meja.


"Ini untuk Kak Rey." Ucap Yura lalu mendorong cup es krim ke arah Rey.


Rey menatap datar pada Yura namun tidak berkomentar karena Yura memberikan es krim padanya padahal sudah jelas ia tadi menolak tawaran Yura.


Dia menerimanya? Tanya Yura dalam hati. Ia pikir tadi Rey akan memarahinya karena memberikan es krim padanya. Setelah memastikan Rey tidak berkomentar apa pun padanya, Yura segera memakan es krimnya.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Yura dan Rey update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Queenara🖤

__ADS_1


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.


__ADS_2