Kita Harus Menikah!

Kita Harus Menikah!
Kemana dia pergi?


__ADS_3

"Tuan Malik, anda ingin kemana?" Tanya Flower saat melihat Malik keluar dari dalam ruangannya.


Malik menatap datar pada Flower yang tengah menatapnya dengan tatapan menyelidik. "Apa kemana perginya saya adalah urusan anda, Nona?" Tanya Malik.


Wajah Flower seketika masam setelah mendengarnya. "Apa saya salah jika bertanya Tuan Malik?" Tanya Flower balik dengan memaksakan senyumannya.


"Tidak. Tapi saya juga tidak wajib untuk menjawabnya bukan?" Tanya Malik kembali.


"Ck." Flower hanya bisa berdecak dalam hati merasa sebal dengan Malik. "Baiklah kalau begitu. Sekarang saya ganti pertanyaannya. Apa Tuan Rey tidak masuk bekerja hari ini? Karena belum melihatnya sejak pagi." Tanya Flower.


"Jika anda merasa penasaran, anda bisa menanyakannya langsung pada Tuan Rey, Nona. Saya rasa anda sudah memiliki kontak Tuan Rey bahkan istrinya." Jawab Malik.


"Anda sungguh menyebalkan ya, Tuan Malik!" Umpat Flower namun hanya bisa dalam hati.


"Apa masih ada yang ingin anda tanyakan lagi, Nona?" Tanya Malik.

__ADS_1


"Memangnya jika saya bertanya apakah anda mau menjawabnya Tuan Malik?" Tanya Flower menyindir.


"Tergantung, Nona." Jawab Malik datar.


Flower tersenyum sinis mendengarnya. Karena tak lagi mendengar suara Flower, Malik pun memilih segera beranjak dari hadapan Flower tanpa mengucapkan sepatah kata pun.


"Sopan sekali dia!" Gerutu Flower sambil menghentakkan kedua kakinya. Ia selalu dibuat kesal sekaligus dibuat naik darah setiap kali berbicara dengan Malik.


"Kemana sebenarnya dia pergi? Tidak biasanya sekali dia pergi di jam bekerja seperti saat ini. Lagi pula dari jadwal yang aku lihat, tidak ada pekerjaan di luar perusahaan pagi ini." Ucap Flower.


"Ingat jangan pernah meninggalkan meja kerja anda atau anda akan tahu konsekuensinya, Nona Flower." Flower membaca pesan masuk dari Malik.


"Agh, sial! Bagaimana dia bisa tahu jika aku berniat mengikutinya!" Gerutu Flower. Karena tidak ingin mengambil risiko kehilangan pekerjaannya karena tak mengikuti perintah Malik, Flower pun memilih membatalkan niatnya dan kembali duduk di kursi kerjanya.


"Lagi pula kenapa Kak Rey tumben sakali tidak bekerja. Apa yang dia lakukan saat ini sehingga membuatnya tidak masuk bekerja?" Flower dibuat bertanya-tanya. Karena ia tahu Rey adalah sosok pekerja keras yang tidak mungkin meninggalkan pekerjaannya hanya karena urusan sepele.

__ADS_1


Tak ingin semakin dibuat penasaran dengan kemana perginya Rey, Flower memilih memberanikan diri mengirimkan pesan pada Rey untuk menanyakan kemana perginya Rey.


Namun setelah beberapa menit menunggu setelah pesan terkirim, Rey tak kunjung membalas pesan darinya padahal pria itu terlihat aktif.


"Ag, sial sekali! Tidak biasanya Kak Rey mengabaikan pesanku seperti ini!" Flower hanya bisa mengumpat sendiri. Ia bahkan memungkiri kenyataan jika biasanya Rey juga sering tak membalas pesan yang dikirimnya bahkan sekedar membaca pesannya saja Rey enggan.


"Semenjak bersama Yura Kak Rey telah banyak berubah. Dia tak lagi perhatian padaku. Ini semua pasti karena hasutan Yura!" Flower dibuat geram sendiri dengan kedua tangan yang sudah terkepal erat.


"Aku sangat membencimu, Yura... karena kau aku kehilangan Kak Rey sebagai cinta pertamaku. Tapi kau jangan senang dulu, karena aku akan merebut apa yang seharusnya menjadi milikku." Tekad Flower dengan yakin.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Yura dan Rey update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Queenarađź–¤

__ADS_1


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.


__ADS_2