
Yura pun mengalihkan pandangannya ke sumber suara. Namun karena sosok wanita yang sedang berdebat dengan Malik tengah membelakanginya membuat Rey dan Yura tak bisa melihat wajah wanita itu dengan jelas.
"Sepertinya itu Flower." Gumam Yura melihat bentuk tubuh dan suara Flower. "Kak Rey, ada apa dengan Malik?" Tanya Yura.
"Aku tidak tahu. Tunggulah di sini biar aku yang menghampirinya." Jawab Rey.
Yura mengangguk saja mengiyakan perkataan Rey. Rey pun menyerahkan baju yang tengah dipegangnya pada karyawan toko lalu melangkah mendekati Malik.
"Ada apa ini, Malik?" Tanya Rey yang sudah berada di belakang tubuh Flower. Karena posisi Flower membelakangi tubuh Rey, Flower tidak dapat melihat wajah Rey begitu pun sebaliknya.
Mendengar suara yang sangat dikenalinya membuat Flower segera membalikkan tubuhnya dan mengembangkan senyuman melihat Rey yang berada di dekatnya saat ini. "Kak Rey? Kakak ada di sini juga?" Flower mengabaikan pertanyaan Rey pada Malik dan justru bertanya pada Rey. Namun tak sesuai yang Flower harapkan, Rey justru kembali bertanya pada Malik dan mengabaikan pertanyaan dari Flower.
"Maaf, Tuan. Nona Flower menghalangi jalan saya dan meminta saya untuk meminta maaf atas kesalahannya sendiri." Jawab Malik apa adanya.
Mendengarkan jawaban dari Malik sontak membuat kedua bola mata Flower membulat sempurna. Ia kembali membalikkan tubuhnya pada Malik dan menatap tajam pria itu. "Apa yang kau katakan? Pandai sekali kau memutar balikkan fakta." Ucap Flower sengit.
__ADS_1
"Flow..." Mom Rania berjalan tergesa-gesa ke arah putrinya yang kini tengah menjadi pusat perhatian.
Rey yang sepertinya sudah memahami apa yang terjadi segera mengkode Malik lewat tatapan matanya agar berdiri di dekatnya.
"Kenapa kau membuat keributan di sini, Nak?" Tanya Mom Rania.
"Itu karena..." Agh, Flower sudah sangat malas melanjutkan ceritanya karena ia tahu tidak akan mengurangi kekesalannya saat ini pada Malik. Jadilah Flower memilih menatap pada Rey dan Malik yang kini sudah berdiri di sebelah Rey.
Yura yang sejak tadi hanya diam di posisinya pun memilih beranjak menghampiri Rey karena ia merasa penasaran ada apa dengan Malik dan Flower.
"Kenapa kau menyusul ke sini? Bukankah aku sudah bilang kau menunggu di sana saja." Ucap Rey tanpa menjawab pertanyaan istrinya. Rey pun meminta Yura mendekat padanya lalu mengusap rambut Yura.
Pemandangan itu tentu saja membuat mata Flower sakit melihatnya dan tanpa sadar mengepalkan kedua tangannya.
"Tante Rania?" Sapa Yura setelah menyadari ada Rania di antara mereka.
__ADS_1
"Yura." Balas Rania sambil tersenyum.
Yura pun melepas elusan tangan Rey pada kepalanya lalu mendekat pada Rania untuk bersalaman dengannya. Tentu saja sikap Yura itu mendapatkan senyuman lebar di wajah Rania yang merasa senang dengan kesopanan Yura.
"Perutmu sudah semakin besar saja, Nak." Ucap Rania sambil mengelus perut Yura.
"Emh, ya, Tante." Jawab Yura lembut.
Flower semakin mengepalkan kedua tangannya melihat Mommynya yang justru bersikap baik pada Yura tanpa memperdulikan perasaannya yang sedang panas saat ini.
Perhatian Yura pun beralih pada Flower setelah berbincang sejenak dengan Rania. "Hai, Flo." Sapa Yura lembut pada Flower.
***
Silahkan mampir ke lanjutan cerita Flower dan Malik yang berjudul One Night Love Tragedy, ya. Caranya tinggal klik profil shy dan cari cover novel One Night Love Tragedy. Terima kasih🤗
__ADS_1