Kita Harus Menikah!

Kita Harus Menikah!
Mengetahui apa yang terjadi


__ADS_3

Kedua tangannya pun tanpa sadar terkepal saat mengingat jika beberapa hari yang lalu bukan foto Yura-lah yang menjadi walpaper foto di ponsel Rey.


"Apa yang merasuki Kak Rey hingga membuat foto Yura menjadi walpaper ponselnya?" Gumam Flower yang merasa kesal pada apa yang dilihatnya.


Flower pun menjatuhkan bokongnya dengan kasar setelah Rey masuk ke dalam ruangan kerjanya. Hatinya kini terasa panas saat merasa sikap Rey semakin jauh berubah semenjak menikah dengan Yura.


"Walau sampai saat ini aku belum mendapatkan informasi tentang bagaimana Kak Rey dan Yura bisa menikah, namun aku percaya jika pernikahan mereka terjadi karena ada sebuah unsur keterpaksaan. Tapi kenapa kini aku melihat Kak Rey tidak terpaksa menjalani pernikahannya?" Gerutu Flower. Hatinya yang tadi merasa senang saat melihat kedatangan Rey berubah panas setelah melihat layar ponsel Rey.


Sementara Rey yang sudah masuk ke dalam ruangan kerjanya nampak menatap layar ponselnya dengan intens setelah membalas pesan dari istrinya. Senyuman tipis pun nampak terbit di wajah tampannya saat mengingat wajah cantik istrinya itu.


*


Saat jam makan siang tiba, Flower dengan tergesa-gesa meninggalkan meja kerjanya sambil membawa tas sandangnya. Ia bahkan tak memperdulikan Rey yang belum keluar dari dalam ruangan kerjanya karena rasa penasaran yang kini tengah memuncak di dalam pemikirannya.


Malik yang baru saja keluar dari dalam ruangan kerjanya pun dibuat terkejut melihat Flower yang berjalan tergesa-gesa bahkan tak sempat untuk hanya sekedar menyapa dirinya.

__ADS_1


"Mau kemana dia?" Gumam Malik. Malik pun tak menghiraukan Flower dan lebih memilih berjalan ke arah ruangan kerja Rey.


Flower yang merasa tidak bersalah karena telah melewatkan Malik begitu saja pun segera masuk ke dalam lift setelah pintu lift terbuka.


"Aku sudah tidak sabar bertemu dengannya." Ucap Flower pelan sambil menatap layar ponselnya yang menampilkan pesan dari orang suruhannya yang dipercayakan untuk mencari informasi pernikahan Rey dan Yura.


Lima menit kemudian, Flower telah sampai di sebuah cafe yang berada tidak jauh dari perusahaan Bagaskara berada. Setelah masuk ke dalam cafe, Flower mengedarkan pandangannya untuk mencari sosok yang akan ditemuinya.


"Itu dia." Ucap Flower menatap pria yang tengah duduk di kursi yang berada di sudut cafe. Flower pun berjalan dengan cepat untuk menghampirinya.


Pria itu nampak menggeleng. "Belum, Nona." Jawabnya.


"Apa kau sudah mendapatkan informasi itu dengan lengkap?" Tanya Flower.


"Ya. Saya sudah mendapatkan seluruh informasi yang Nona minta." Ucapnya lalu menyerahkan sebuah amplop pada Flower.

__ADS_1


Flower segera membuka amplop itu dan membaca tulisan yang tertera di sana.


"Apa? Jadi pernikahan Kak Rey dan Yura terjadi di seberang desa A?" Gumam Flower setelah sedikit membaca tulisan yang tertera di lembaran kertas. Ia pun kembali melanjutkan membaca tulisan yang tertera diiringi penjelasan dari orang suruhannya.


"Apa?!" Flower dibuat begitu terkejut saat mengetahui latar belakang terjadinya pernikahan Rey dan Yura. "Ini sungguh konyol! Bagaimana bisa Kak Rey mau begitu saja dinikahkan dengan Yura dengan tuduhan tidak masuk akal seperti itu?!" ucap Flower sedikit keras hingga beberapa orang menatap ke arahnya. Flower pun kembali melanjutkan bacaannya tanpa perduli orang disekitarnya tengah menatap ke arahnya.


"Pasti ada yang tidak beres di sini." Komentar Flower setelah selesai membaca dan mendengar penjelasan orang suruhannya.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Yura dan Rey update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Queenarađź–¤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.

__ADS_1


__ADS_2