
Yura menatap kepergian mobil Rey dengan tatapan tak terbaca. Saat ini hati dan pemikirannya dibuat bingung dengan sikap manis suaminya yang sulit ia artikan apa maksudnya.
"Kak Rey, kenapa kau selalu saja membuatku bingung dengan segala sikapmu itu." Ucap Yura lirih. Bukannya tidak dapat merasakan kelembutan dan perhatian yang suaminya berikan padanya. Hanya saja sampai saat ini Yura masih membantengi hati dan pemikirannya agar tidak mudah terbuai dengan setiap perlakuan manis Rey. Yura merasa takut jika nanti hatinya akan kembali berharap dengan cinta suaminya dan kembali jatuh karena ternyata sikap manis suaminya itu bukanlah karena Rey mencintainya. Rasa sakit yang Yura rasakan dulu karena cinta tak terbalas dari Rey masih saja menghantui Yura sampai saat ini.
"Nona Yura, sudah saatnya kita berangkat." Ucap Jeni pada Yura.
"Baiklah, ayo." Jawab Yura lalu berjalan ke arah mobil Galang berada.
*
Setengah jam berlalu, Rey pun telah sampai di perusahaannya. Dilihatnya ponselnya yang berbunyi tanda notifikasi pesan masuk dari Yura.
"Aku sudah berangkat." Ucap Rey dalam hati membaca pesan dari Yura. Rey pun segera membalas pesan dari Yura lalu melakukan panggilan telefon dengan seseorang.
"Pastikan jika istriku akan baik-baik saja." Ucap Rey setelah panggilan terhubung. Setelah mendapatkan respon dari seseorang di seberang telefon, Rey pun mematikan sambungan telefonnya. "Tidak semudah itu kau mencari celah untuk dekat dengan istriku." Gumam Rey entah tertuju pada siapa.
Rey kembali melanjutkan langkahnya ke arah ruangan kerjanya berada. Dilihatnya ke arah meja Flower yang masih kosong tidak memperlihatkan wajah Flower di sana. Wajar saja wanita itu belum datang karena saat ini masih ada waktu lebih dari setengah jam waktu bekerja baru dimulai. Rey tidak menghiraukan ketidakberadaan Flower di sana. Ia lebih memilih melangkah masuk ke dalam ruangannya karena ada hal yang lebih penting yang harus ia kerjakan sebelum berangkat ke suatu tempat sore nanti.
__ADS_1
*
Di dalam mobil yang sedang melaju di jalan raya yang cukup padat pagi itu, Flower terlihat tengah berbincang dengan Rania dan William yang sedang berada di dalam mobil untuk mengantarkannya pergi bekerja.
"Mommy, satu minggu lagi adalah hari ulang tahunku." Ucap Flower pada Rania.
Rania memutar kepalanya ke arah belakang. "Ya, Mom ingat itu, Sayang. Apa kau menginginkan sesuatu, Sayang?" Tanya Rania pada putrinya.
Flower langsung menganggukkan kepalanya. "Bagaimana untuk perayaan ulang tahun Flo tahun ini dirayakan di rumah saja, Mom. Rasanya aku sudah bosan merayakan ulang tahunku di luar." Ucap Flower.
"Tumben sekali kau ingin merayakan ulang tahunmu di rumah saja, Sayang?" Tanya William.
"Emh, ya. Aku merasa jika merayakannya di rumah saja lebih asik dari pada di luar, Dad." Jawab Flower seadanya.
William mengangguk saja lalu kembali fokus pada kemudinya.
"Apa kau menginginkan sesuatu untuk hadiah ulang tahunmu kali ini, Sayang?" Tanya Rania.
__ADS_1
"Ya. Flo menginginkan sesuatu dan Flo harap Mommy dapat mengabulkannya." Ucap Flower penuh harap.
"Apa itu, Sayang? Mom pasti akan memberikannya untukmu." Jawab Rania.
"Flo menginginkan hadiah ulang tahun kali ini adalah hadiah yang Flo harapkan sejak dulu, Mom." Ucap Flower sambil tersenyum penuh arti.
"Apa itu, Sayang? Katakan saja." Ucap Rania.
"Flo ingin di pesta ulang tahun Flo besok Mommy mengadakan dansa antara Flo dan Kak Rey." Jawab Flower yang membuat Rania terkejut mendengarnya.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Yura dan Rey update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Queenara🖤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.
__ADS_1