
Yura pun mencoba mengingat-ingat kejadian tadi malam di saat ia tengah bercinta dengan Rey. Namun tak sedikit pun ia mengingat kapan Rey meninggalkan jejak di lehernya karena ia sangat larut dalam permainan yang Rey ciptakan. "Bagaimana ini? Apa jejak ini bisa dihilangkan?" Gumam Yura bingung. Tak ingin larut dalam kebingungannya, Yura memilih membersihkan tubuhnya lebih dulu dan akan memikirkan cara untuk menghilangkan bekas jejak kepemilikan dari Rey setelah ia selesai mandi.
Dua puluh menit berlalu, Yura pun keluar dari dalam kamar mandi. Dilihatnya ke arah ranjang dimana Rey masih terlihat nyaman dalam tidurnya. "Huft... kenapa Kak Rey meninggalkan jejak di leherku? Aku jadi bingung untuk menghilangkannya." Gumam Yura lalu melangkah ke arah meja rias.
Setelah menjatuhkan bokongnya di atas kursi, Yura pun membuka ponselnya untuk mencari cara di internet agar bisa menghilangkan jejak di lehernya. "Nah, ini dia." Ucap Yura merasa senang setelah mendapatkan tutorial menghilangkan jejak di lehernya. Tak membuang waktu lama, Yura langsung mempraktekkan tutorial yang ia lihat.
Setengah jam berlalu, Rey nampak telah bangun dari tidurnya. Ia menatap pada Yura yang terlihat tengah merias wajahnya di depan cermin. Tak ingin mengganggu aktivitas Yura, Rey pun memilih turun dari ranjang dan melangkah ke arah kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
"Kak Rey sudah bangun?" Ucap Yura saat melihat ke arah ranjang dan tak melihat keberadaa Rey di sana. Yura segera melangkah ke arah ranjang lalu merapikan ranjang sambil menunggu Rey keluar dari dalam kamar mandi. Setelah siap, Yura pun mengambilkan pakaian ganti untuk Rey.
Lima belas menit berlalu, Rey nampak telah keluar dari dalam kamar mandi. Rey mengedarkan pandangannya saat tak melihat keberadaan istrinya di dalam kamar. "Kemana dia?" Gumam Rey. Dilihatnya ke arah lemari dan tidak ada lagi koper milik istrinya di sana.
"Apa dia sudah turun ke bawah?" Tanya Rey sambil melangkah ke arah ranjang. Diambilnya baju yang disiapkan oleh Yura lalu segera memakainya. Setelah siap, Rey segera keluar dari dalam kamar untuk mencari keberadaan istrinya.
"Yura..." Rey memanggil nama Yura saat telah berada di lantai bawah.
__ADS_1
"Kak Rey?" Yura yang baru saja keluar dari dapur pun menghampiri Rey saat mendengar Rey memanggil namanya. "Ada apa Kakak mencariku?" Tanya Yura.
Rey hanya diam sambil menatap pada koper Yura yang sudah berada di dekat sofa.
"Oh ya. Aku akan berangkat sebentar lagi, Kak." Ucap Yura karena tak mendapatkan jawaban dari Rey.
"Berangkat dengan siapa?" Tanya Rey.
"Dengan sopir. Aku sudah meminta sopir untuk mengantarkanku pergi ke gudang perusahaan Galang." Jawab Yura.
"Tidak perlu, Kak. Itu sangat merepotkan. Aku bisa berangkat bersam sopir dan Kakak bisa langsung berangkat ke perusahaan tanpa mengantarkanku lebih dulu." Jawab Yura.
"Kau berangkat denganku atau tidak berangkat sama sekali." Ucap Rey tanpa bantahan.
Yura dibuat terdiam tak dapat berkata-kata.
__ADS_1
"Tunggulah di sini. Aku akan mengambil tas dan kunci mobil." Ucap Rey lalu melangkah menaiki tangga tanpa menunggu jawaban Yura lebih dulu.
Melihat sikap suaminya yang tidak mau dibantah membuat Yura hanya bisa menghela nafasnya. Yura pun memilih duduk di atas sofa sambil menunggu Rey turun dari kamarnya.
Tak berselang lama, Rey nampak turun dengan menjinjing tas kerjanya dan memegang kunci mobil di tangan kirinya. Setelah sampai di lantai bawah, pandangan Rey pun langsung tertuju pada leher Yura karena Yura tengah mengangkat kepalanya.
"Kemana perginya bekas merah itu?" Tanya Rey karena tak melihat jelas jejak yang ia buat beberapa jam yang lalu.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Yura dan Rey update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Queenarađź–¤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.
__ADS_1