
"Oh..."
"Aku tidak menyangka jika perjalanan hidup Ketty akan berakhir menyedihkan." Ucap William dengan wajah sendu. Walau pernah merasa sangat murka dengan Ketty karena telah membuat Gerry terbaring koma di rumah sakit bahkan membuat nyawa Gerry nyaris terancam, namun William masih menaruh rasa iba pada Ketty setelah mengetahui nasib buruk yang terjadi pada Ketty setelah mendekam dalam penjara hingga akhirnya bebas.
"Kau benar. Mungkin inilah imbalan yang harus dia bayar dengan apa yang telah diperbuatnya selama ini. Semoga apa yang telah terjadi padanya selama ini dapat menggugurkan segala dosanya selama hidup di dunia ini." Timpal Dika.
William mengangguk membenarkannya. Walau William dan Dika merasa iba dengan apa yang menimpa Ketty, namun mereka tidak membenarkan tindakan Gerry yang secara diam-diam membantu Ketty tanpa sepengetahuan Kyara. Sebagai sahabat yang baik, mereka telah mengingatkan Gerry jika tindakan Gerry sangat berbahaya dan bisa mengancam kesejahteraan rumah tangga sahabat mereka itu. Dan akhirnya mereka hanya bisa pasrah saat Gerry tetap bersikeras membantu Ketty dengan alasan amanah dari kedua orang tua Ketty.
Gerry menghela nafas panjang lalu menghembuskannya secara perlahan di udara. Kini tugasnya telah selesai membantu Ketty hingga ke tempat peristirahatan terakhirnya. Walau tidak bisa menebak apa yang akan terjadi ke depannya setelah apa yang dilakukannya selama ini, Gerry selalu berharap jika Kyara dapat memahami maksud hatinya dan dapat memaafkannya suatu hari nanti.
"Jadi kapan kau akan kembali ke tanah air?" Tanya William membuka percakapan di antara mereka setelah mereka duduk di sofa yang berada di sudut kamar hotel.
__ADS_1
"Tiga hari lagi aku akan kembali." Jawab Gerry.
"Kenapa tidak sekarang saja? Sudah terlalu lama kau dan Gerry meninggalkan anak dan istri kalian masing-masing." Ucap William.
"Aku ingin menyelesaikan urusanku di sini dulu baru pulang. Aku tidak ingin membawa beban saat pulang nanti." Jawab Gerry sekenanya.
"Ck." Lidah William berdecak mendengarkan jawaban Gerry. "Kau terlihat sangat perhatian padanya walau saat ini dia telah tiada." Cibirnya.
William hanya mengangkat kedua bahunya acuh. Dibalik urusan penting yang dimaksud Gerry, William tahu jelas jika Gerry juga ingin menunggu surat kematian Ketty selesai dan diberikan kepada perwakilan keluarganya.
Rey yang tengah duduk berhadapan dengan ketiga pria berbeda generasi di depannya lebih memilih diam dengan pemikiran yang tiba-tiba saja tertuju pada sosok istrinya. Entah mengapa beberapa hari belakangan ini Rey merasa ada yang tidak baik pada istrinya. Walau setiap Rey bertanya tentang kondisi Yura dan Yura selalu menjawab jika ia sedang baik-baik saja, namun Rey tetap merasa ada yang tidak baik pada istrinya itu.
__ADS_1
"Kau harus ingat jika saat ini kau melibatkan Rey dalam kebohongan yang kau ciptakan. Jangan sampai karena menunggu keputusan darimu membuat Rey terlalu lama kembali menemui istrinya dan berakibat buruk pada rumah tangganya dan Yura." Ucap Dika pada Gerry.
Gerry sontak menatap pada putranya yang terlihat diam memandang ke arah lain. "Aku tahu itu. Aku berjanji jika dalam waktu tiga hari lagi kami akan kembali." Jawab Gerry.
"Lebih cepat lebih baik." Timpal William yang tidak setuju jika Gerry pulang dalam waktu tiga hari lagi.
^^^
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Yura dan Rey update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Terjebak Cinta Tuan Marvel, ya🖤
__ADS_1
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.