
"Itu karena di seberang desa nanti sangat sulit untuk mendapatkan bahan bakar." Jawab Rey seadanya.
"Sulit mendapatkan bahan bakar?" Gumam Yura. Walau masih merasa bingung dengan dengan jawaban Rey, namun Yura memilih diam dan tak lagi bertanya.
Rey pun mulai menjalankan mobilnya meninggalkan tempat penginapannya dan Yura. Jalanan desa yang berbatuan dan sedikit menanjak membuat duduk Yura terasa tidak nyaman. "Sepertinya aku perlu menyarankan pada Ayah untuk juga memperbaiki jalanan desa ini agar nyaman untuk dilewati." Gumam Yura.
Lima belas menit berlalu, akhirnya mobil pun keluar dari kawasan desa A dan mulai memasuki jalanan beraspal. Rey melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang sambil melihat layar ponselnya untuk melihat jalan alternatif yang bisa mereka lewati menuju seberang desa.
"Apa perjalanan menuju seberang desa masih jauh, Kak?" Tanya Yura pada Rey.
"Cukup jauh karena jembatan menuju seberang desa dalam perbaikan dan tidak bisa dilewati. Kita harus melewati satu desa lagi untuk berputar arah ke seberang desa A." Jawab Rey dengan datar tanpa ekspresi.
*
Yura menatap jalan yang mereka lewati menuju seberang desa dengan perasaan prihatin karena jalan yang mereka lewati cukup buruk dan tidak nyaman untuk dilewati. "Pantas saja tidak banyak mobil pribadi yang berlalu-lalang di sini." Komentarnya. Selama dalam perjalanan menuju seberang desa, Yura memilih merekam setiap jalan yang sangat buruk dan tak layak untuk dilewati yang akan ia perlihatkan nantinya pada Ayahnya.
__ADS_1
Tak lama kemudian, mobil Rey pun mulai berjalan pelan saat memasuki perbatasan seberang desa dengan desa A. Yura menatap ke arah luar jendela yang menampakkan hamparan sawah yang membentang luas yang terasa indah di penglihatannya. "Ternyata suasana di desa ini terasa sangat damai dan tenang." Komentar Yura.
Rey hanya diam sambil terus fokus pada jalanan di depannya hingga akhirnya mobil pun sampai di depan kantor desa. Sebelum turun dari dalam mobil, Rey memilih menyandarkan punggungnya sejenak untuk menghilangkan sakit pada punggungnya.
"Ayo kita turun." Ajak Yura pada Rey.
Rey kembali menegakkan tubuhnya lalu mengangguk sebagai jawaban. Rey dan Yura pun turun dari dalam mobil. Di hadapan mereka, dua orang perangkat desa nampak menyambut kedatangan mereka dengan senyuman di wajah mereka. "Selamat datang Tuan dan Nona." Sapa mereka dengan ramah.
Rey dan Yura membalas sapaan mereka dengan senyuman lalu berjabat tangan secara bergantian. Seorang pria yang berpangkat sebagai kepala desa pun mempersilahkan pada Rey dan Yura untuk masuk ke dalam kantor desa. Setelah duduk saling berhadapan, Rey pun mulai berbicara tentang maksud dan tujuan mereka datang ke desa. Kepala desa dan perangkatnya pun mengangguk paham setelah mendengarkan penjelasan dari Rey.
Selama berjalan-jalan di sekitar desa, tak lupa Rey dan Yura menfoto beberapa rumah yang tidak layak dan meminta perangkat desa untuk mengirimkan data keluarga yang berhak mendapatkan bantuan. Sudah menjadi tradisi dari kerja sama perusahaan Dharma dan Bagaskara setiap tahunnya untuk mensejahterakan kehidupan rakyat kecil yang membutuhkan bantuan dari mereka.
Setelah menghabiskan waktu lebih kurang lima jam lamanya di desa dan mendapatkan data yang mereka butuhkan, Rey dan Yura pun berpamitan untuk kembali ke desa A.
"Sepertinya akan turun hujan." Ucap Yura saat mobil Rey sudah keluar dari perbatasan desa. Rey menatap ke arah langit lalu mengangguk sebagai jawaban. Ia menambah kecepatan mobilnya agar tidak terlalu lama di perjalanan karena jalan akan sulit dilewati jika cuaca sedang buruk seperti saat ini.
__ADS_1
Tak lama kemudian, hujan deras pun turun membasahi mobil Rey. Yura mempererat dekapan pada tubuhnya saat merasa dinginnya cuaca dari luar menusuk masuk ke dalam pori-pori kulitnya.
"Pelan-pelan saja, Kak." Ucap Yura saat mobil sudah memasuki jalanan lurus diikuti hujan yang turun semakin deras.
Rey mengurangi kecepatan mobilnya karena selain hujan yang turun semakin deras, jalanan yang mereka lewati pun banyak yang rusak dan berlobang. Setelah dua puluh menit berlalu, lalu mobil Rey pun semakin melambat.
"Ada apa ini, Kak?" Tanya Yura merasa bingung.
"Sepertinya bannya bocor." Ucap Rey lalu menepikan mobilnya.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Yura dan Rey update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Queenarađź–¤
__ADS_1
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.