
Rey pun perlahan melepaskan tangannya dari wajah Yura dan menjauhkan wajahnya dari wajah Yura.
"Bukan begitu." Ucap Yura pada akhirnya.
"Bukan begitu seperti apa maksudmu?" Tanya Rey.
"Aku bukan tidak mau melayani Kakak. Mak-maksudku apa Kakak yakin? Emh..." Yura tertunduk lalu menautkan kesepuluh jemarinya.
"Kenapa aku harus tidak yakin?" Tanya Rey. Ia pun mendekatkan wajahnya kembali pada Yura.
Kedua kelopak mata Yura pun kembali memicing melihat pergerakan Rey.
"Kau dengar, jika aku tidak akan melakukannya jika kau tidak ingin. Aku tidak ingin meminta hakku jika kau mengiyakannya dalam keadaan terpaksa." Tekan Rey. Lagi pula ia sudah membayangkan saat dalam perjalanan tadi jika melakukannya dengan Yura dalam keadaan keterpaksaan. Pastilah percintaan mereka tidak terasa indah karena hanya dirinya yang menikmatinya sedangkan Yura tidak.
"Kak Rey..." Yura berucap lirih. Ia kembali dibuat merasa bersalah setelah mendengarkan ucapan dari Rey.
__ADS_1
Rey menarik sebelah sudut bibirnya melihat wajah gugup Yura saat ini.
"Jadi..." Rey semakin mendekatkan wajahnya pada Yura.
"Ya, aku bersedia." Ucap Yura pada akhirnya.
Rey tak menyia-nyiakan jawaban dari Yura. Perlahan ia mendekatkan wajahnya pada Yura hingga membuat Yura memicingkan kedua kelopak matanya.
"Bagaimana pun juga aku tidak boleh menolaknya karena Kak Rey adalah suamiku. Dia berhak atas diriku walau aku tahu dia belum mencintaiku." Ucap Yura dalam hati.
Cup
Rey merasa di atas awan melihat respon dari Yura. Segera ia me-***** bibir manis Yura dan sebelah tangannya terulur menahan tengkuk Yura untuk memperdalam ciumannya. Ciuman yang awalnya lembut itu pun perlahan berubah menjadi panas saat lidah Rey masuk ke dalam mulut Yura dan mengabsen setiap inci yang ada di dalam mulut Yura.
Yura menepuk-nepuk dada bidang Rey saat merasa nafasnya terasa sesak akibat ciuman yang cukup lama Rey berikan.
__ADS_1
"Maaf..." lirih Rey merasa bersalah karena telah membuat Yura merasa sesak.
Yura hanya diam dengan kepala tertunduk. Wajahnya terasa panas dan rona merah mulai menyembul di kedua pipinya saat menyadari apa yang baru saja mereka lakukan tadi.
Setelah memastikan Yura menghirup oksigen sebanyak-banyaknya, Rey tanpa basa-basi kembali melu-mat bibir manis Yura. Yura hanya bisa diam dan pasrah dengan perlakuka suaminya itu. Ciuman lembut yang Rey berikan seolah mengipnotisnya hingga Yura tanpa sadar membalas ciuman Rey tak kalah panas.
Dengan hati-hati Rey merebahkan tubuh Yura di atas ranjang tanpa melepaskan pangutannya. Tangan Rey pun mulai menelusup masuk ke dalam baju tidur yang Yura kenakan hingga membuat tubuh Yura meremang karenanya. Dan kini, tangan Rey sudah bekerja mengusap punggung Yura dengan lembut.
"Kak Rey..." lirih Yura saat tangan Rey hendak beralih memegang kedua aset berharga miliknya.
Rey tak lagi memperdulikan ucapan Yura dan memilih mengutamakan keinginannya memegang apa yang sejak tadi sudah sangat ia inginkan. Video yang ia lihat di apartemen Alfin tadi berhasil membuat Rey mempergunakan nalarnya dengan baik untuk memberikan sentuhan-sentuhan lembut ditubuh Yura yang membuat Yura terbuai karenanya.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.
__ADS_1
Sambil menunggu Yura dan Rey update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Queenarađź–¤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.