Kita Harus Menikah!

Kita Harus Menikah!
Semakin manis


__ADS_3

"Kau lihat ke sana." Rey menunjuk salah satu pendopo yang terletak tidak begitu jauh dari mereka berada.


"Kak Aidan? Kak Lea?" Yura dibuat begitu terkejut melihat keberadaan Aidan, Alea dan kedua anak mereka yang tengah duduk di dalam pendopo. "Kenapa mereka ada di sini juga?" Tanya Yura bingung.


"Ayo ikut aku." Ajak Rey lalu menggenggam tangan istrinya dan membawanya ke arah Aidan dan istrinya berada.


Yura menurutinya dengan mengikuti langkah Rey ke arah pendopo. Setelah hampir dekat dengan pendopo, Yura melepas genggaman Rey lalu berlari ke arah kedua keponakannya berada.


"Axel... Axela..." ucap Yura lalu merentangkan kedua tangannya. Melihat kedatangan Yura membuat Axel dan Axela yang sedang bermain di samping pendopo dengan ditemani kedua pengasuhnya pun segera berlari ke arah Yura.


Yura pun berjongkok dengan masih merentangkan kedua tangannya. Axel dan Axela langsung masuk ke dalam pelukan Yura setelah berada di depan Yura.


"Anty kenapa ada di sini juga?" Tanya Axel pada Yura.


"Emh, karena Anty ada pekerjaan di kota ini." Jawab Yura sekenanya.


Axel hanya mengangguk saja walau tidak terlalu mengerti maksud ucapan Yura.


"Apa Anty mau bermain bersama kami?" Tawar Axela sambil mengedipkan kedua matanya.


"Bagaimana kalau Anty berbicara dengan Mom dan Dad kalian dulu." Ucap Yura.

__ADS_1


Axel dan Axela saling pandang lalu mengangguk secara bersamaan.


"Kak Axel ayo bermain lagi." Ajak Axela pada Axel.


Axel mengiyakannya lalu berlari ke arah pinggir pantai diikuti Axela.


Yura tersenyum melihat interaksi keponakan kembarnya itu. Ia kemudian melangkah ke arah Aidan dan Alea yang sedang menunggu kedatangannya di dalam pendopo.


"Kenapa Kakak tidak mengabariku jika akan pergi ke kota ini juga?" Tanya Yura setelah menyalimi Aidan dan Alea.


"Karena Kakak baru berniat datang ke kota ini kemarin sore." Jawab Aidan sekedarnya.


Aidan menatap sekilas pada Rey lalu mengangguk mengiyakan ucapan Yura. Yura tak lagi melanjutkan pertanyaannya. Ia lebih memilih menatap ke arah pantai dimana banyak anak-anak dan orang dewasa yang sedang berenang di sekitarnya.


"Apa kau juga ingin berenang di sana hem?" Tanya Aidan.


Yura menggelengkan kepalanya. "Aku sudah tidak berminat." Jawabnya berbohong.


Aidan dan Rey berdecih bersamaan. Bagaimana tidak, mereka masih mengingat jelas bagaimana Yura yang sangat menyukai pantai dan bagaimana senangnya Yura saat berenang di pantai bersama Rachel beberapa tahun yang lalu.


"Jika Rachel ada di sini kau pasti tidak sungkan berenang di sana bukan?" Cibir Aidan.

__ADS_1


Yura tersenyum kaku mendengarnya. Sedangkan Alea hanya menggeleng melihat suaminya yang tengah mengejek adiknya itu.


"Lebih baik kau duduk di sini saja untuk beristirahat. Sudah seharian ini kau bekerja di luar dan butuh waktu untuk mengistirahatkan tubuhmu." Ucap Rey pada Yura.


Aidan seketika menoleh pada Rey yang tengah berbicara lembut lada adiknya. Aidan pun turut memperhatikan dengan seksama bagaimana tatapan Rey saat menatap adiknya. Pun dengan Alea yang turut melakukan hal yang sama pada Rey.


Alea dan Aidan saling pandang lalu tersenyum secara bersamaan.


"Rey benar. Untuk sekarang kau beristirahatlah di sini saja. Nanti malam kau bisa menikmati suasana pantai ini lagi." Ucap Aidan.


"Maksud Kakak?" Yura nampak bingung mendengar ucapan Aidan.


"Maksud Aidan kita akan menginap di hotel yang berada di dekat sini malam ini." Jawab Rey mengambil alih jawaban Aidan.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Yura dan Rey update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Queenarađź–¤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.

__ADS_1


__ADS_2