
"Kenapa aku merasa ada yang tidak beres di sini?" Gumam Rachel setelah menyadari ekspresi wajah Yura yang nampak tengah memendam rasa takut.
Rachel pun berjalan ke arah keluarganya dan kembali mendaratkan bokongnya di sofa yang tadi ia duduki.
Bunda Vara pun berpamitan untuk ke dapur membuatkan minuman untuk Yura dan Rey. Sedangkan Mama Kyara kini tengah berbisik dengan Gerry tentang wajah putra mereka yang terlihat semakin dingin.
"Yura... Rey... ayo diminum dulu." Ucap Bunda Vara lembut pada mereka.
Yura dan Rey mengangguk bersamaan lalu mengambil minuman yang berada di depan mereka.
"Sebenarnya ada apa ini, Aidan? Kenapa kau meminta Om dan keluarga datang ke sini?" Tanya Gerry pada Aidan setelah Yura dan Rey selesai meneguk minuman mereka masing-masing.
"Alasan saya meminta Om dan keluarga datang ke rumah ini karena ada hal penting yang akan disampaikan Yura dan Rey pada keluarga kita." Jawab Aidan sambil melemparkan tatapan perintah pada Rey.
Rey yang mengerti dengan tatapan Aidan pun menghela nafasnya sesaat sebelum angkat bicara.
"Hal penting apa itu, Rey?" Gerry menatap putranya penuh tanya.
"Maaf jika informasi yang akan saya sampaikan membuat Mama, Papa, Om dan Tante terkejut mendengarnya." Ucap Rey lalu menatap Yura yang kini tertunduk.
__ADS_1
"Katakan saja Rey!" Titah Gerry.
Pandangan semua orang yang berada di ruang tamu pun kini terfokus pada Rey menunggu apa yang akan dikatakan oleh Rey.
"Saya dan Yura sudah menikah." Ucap Rey.
Suasana di dalam ruangan pun berubah hening setelah mendengar ucapan dari Rey.
"Hahaha, Kakak jangan bercanda." Ucap Rachel sambil tertawa.
"Kau tahu Kakak tidak pernah bercanda, Rachel." Tekan Rey.
Tawa Rachel pun seketika terhenti. "A-apa?" Rachel terbata. Pun dengan yang lainnya yang nampak begitu terkejut mendengar jawaban Rey. Sementara Aidan kini menatap datar pada Rey.
"Benar, apa maksudnya ini Rey?!" Gerry pun turut bangkit dari duduknya dengan wajah bingungnya.
Vara dan Kyara pun menenangkan suami mereka masing-masing dan meminta mereka duduk kembali. Rangga dan Gerry pun menghembuskan nafas kasar di udara lalu duduk kembali.
Rey menatap kedua orang tuanya lalu menatap kedua orang tua Yura yang kini menatapnya dengan tatapan menuntut.
__ADS_1
"Sebuah insiden terjadi saat saya dan Yura dalam perjalanan kembali menuju desa A setelah melakukan kunjungan dari seberang desa A. Saat di berada di jalan yang sangat sepi, mobil saya tiba-tiba bocor dan saat itu saya lupa jika tidak membawa ban cadangan sewaktu pergi ke desa A. Bukan hanya sepi, di daerah itu sulit mendapatkan jaringan sehingga saya tidak bisa mencari pertolongan untuk memperbaiki ban mobil yang bocor." Ucap Rey.
Semua orang masih diam menunggu lanjutan cerita dari Rey. Hembusan nafas Rey terdengar kian memberat saat dirinya harus dituntut menjelaskan suatu hal yang sangat panjang dan lebar. Hal yang sulit Rey lakukan selama ini jika tidak tentang hal yang melibatkan pekerjaannya.
Rey pun kembali melanjutkan ceritanya tanpa ada yang ia kurangi dan ia lebihkan. Semua orang nampak begitu terkejut mendengar penjelasan Rey yang tidak mereka duga.
Vara dan Kyara pun nampak sudah meneteskan air matanya mendengar putra dan putri mereka yang sudah menikah dengan cara yang tidak baik. Terlebih Vara yang merasa kembali ke beberapa tahun lalu mengingat alasan pernikahannya dan Rangga yang didasari ada anak di antara mereka.
Berbeda dengan Vara, Kyara dan Yura yang sedang menangis saat ini, Rachel dan Alula kini terlihat begitu senang mendengar kabar jika Kakak mereka sudah menikah. Bahkan mereka tanpa sadar mengangkat tangan ke udara berbarengan tanpa menyadari jika suasana di antara mereka tengah tegang.
Rachel dan Alula saling berpandangan dan bersorak dalam hati merasa senang atas apa yang terjadi pada Kakak mereka masing-masing. Wajah senang mereka pun seketika berubah datar saat menyadari jika kini Aidan menatap mereka dengan tajam.
"Bunda... Ayah... Om dan Tante... maafkan Yura dan Kak Rey telah membuat kedua keluarga kita malu karena insiden yang terjadi pada kami." Yura menatap keluarganya dan Rey secara bergantian dengan wajah sendunya.
"Jangan berbicara seperti itu, Yura. Kau tidak salah dalam hal ini." Ucap Mama Kyara lembut pada Yura. Mama Kyara dapat melihat jika kini Yura merasa tertekan atas apa yang terjadi kepadanya saat ini.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.
__ADS_1
Sambil menunggu Yura dan Rey update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Queenarađź–¤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.