Kita Harus Menikah!

Kita Harus Menikah!
Perintah tinggal bersama


__ADS_3

"Papa setuju dengan Ayah Rangga. Di dalam silsilah keluarga kita sangat menentang dengan keras yang namanya perceraian. Karena pernikahan kalian saat ini hanya sah di mata agama, maka Papa minta pada Rey cepat mengurus pernikahan kalian agar sah di mata hukum." Ucap Gerry.


Vara dan Kyara saling pandang merasa aneh dengan ucapan suami mereka saat ini. Entah mengapa mereka melihat suami mereka seperti telah mengetahui apa yang terjadi namun menutupinya dengan topeng di wajah mereka.


"Sekali lagi Ayah tekankan, jangan pernah berniat untuk berpisah karena kami tidak akan pernah merestuinya." Tekan Rangga.


"Ayah..." Yura menggelengkan kepalanya. "Yura tidak bisa menerimanya, Ayah. Kak Rey sudah dijodohkan dengan Flower dan Yura tidak ingin membuat rencana pernikahan mereka batal karena Yura." Ucap Yura menolak perintah ayahnya.


Rey cukup terkejut mendengar Yura yang mengetahui rencana perjodohannya dengan Flower.


"Untuk hal itu kau tidak perlu memikirkannya. Papa dan Ayahmu akan mencari jalan keluar untuk itu." Timpal Gerry dengan tegas.


Yura dibuat terdiam tak dapat berkata-kata. Ia hanya bisa pasrah dengan perintah kedua keluarganya yang memintanya agar tetap bersama Rey tanpa memikirkan apa pun lagi. Di akhir pembicaraan mereka Yura dibuat terkejut dengan perintah Papa Gerry yang meminta mereka untuk tinggal berdua di rumah baru Rey yang baru saja selesai direnovasi dengan alasan untuk menjalin keakraban di antara mereka karena selama ini Papa Gerry melihat Rey selalu bersikap dingin pada Yura.


"Untuk malam ini dan tiga hari ke depan biarkan Yura tetap tinggal di rumah ini." Ucap Ayah Rangga yang diangguki Gerry sebagai jawaban.


"Kalau begitu setelah tiga hari ke depan, aku meminta Rey dan Yura tinggal di rumah kami sebelum tinggal di rumah Rey." Pinta Kyara yang juga ingin tinggal bersama anak dan menantunya.


"Seperti yang kau inginkan, Sayang." Gerry mengusap kepala Kyara sambil mengiyakan ucapan Kyara.

__ADS_1


Ayah Rangga pun mengangguk mengiyakan permintaan Mama Kyara. Bunda Vara yang berada di sebelahnya pun hanya bisa pasrah menerima keputusan suami dan besannya walau hatinya sangat berat melepaskan Yura kembali jauh darinya.


"Bunda jangan khawatir, setiap Bunda merindukan Yura kita bisa menginap di rumah baru Yura dan Rey." Ucap Rangga mengerti kesedihan di wajah istrinya.


"Benarkah begitu?" Wajah Vara berubah senang mendengarnya.


Rangga mengangguk mengiyakan lalu mengusap kepala istrinya. "Apa pun untuk dirimu." Balas Rangga.


"Kenapa kau mengikuti ucapanku?" Gerry melayangkan tatapan protes pada Rangga.


"Aku sudah terbiasa seperti ini pada istriku." Jawab Rangga seadanya.


Tak lama kemudian, setelah pembicaraan mereka ditutup, keluarga Gerry pun berpamitan untuk pulang ke rumah mereka.


"Papa... Mama... Rachel masih ingin berada di sini. Rachel ingin berbicara dengan Yura." Ucap Rachel menolak diajak untuk pulang oleh Gerry.


"Tidak ada bantahan, Rachel. Biarkan Kakakmu dan Yura istirahat. Mereka pasti lelah setelah melewati perjalanan dari desa ke sini." Ucap Gerry tegas.


Wajah Rachel memelas tapi tidak membuat Gerry mengiyakan ucapan putrinya. Gerry pun memberikan perintah pada Kyara lewat tatapan matanya untuk menarik tangan Rachel ke mobilnya. Mau tidak mau Rachel pun menurut dan masuk ke dalam mobilnya.

__ADS_1


Mama dan Papa sungguh tidak asik. Aku kan ingin mengintrogasi Yura bagaimana rasanya setelah menjadi istri Kakak. Sungut Rachel dalam hati. Walau pun merasa kesal karena permintaannya tidak dituruti, namun Rachel juga merasa senang karena pada akhirnya Yura menjadi Kakak iparnya sesuai harapannya.


Baiklah, Yura. Selamat menjadi Kakak iparku. Aku berjanji akan membantumu semakin dekat dengan Kakakku dan menghadirkan bayi yang lucu untuk menjadi keponakanku. Tekad Rachel dalam hati.


"Yura, ayo bawa Rey ke kamarmu. Kalian membutuhkan waktu untuk istirahat." Titah Rangga pada Yura.


Yura menganggukkan kepalanya lalu menatap pada Rey yang tengah menatap padanya. "Ayo ikut aku, Kak." Ajak Yura pelan.


Rey menganggukkan kepalanya sebagai jawaban. Yura pun melangkah lebih dulu menuju kamarnya yang berada di lantai dua diikuti Rey di belakangnya.


"Kak Aidan... kenapa Lula merasa aneh mendengar cerita Kak Rey tadi yang mengatakan ban mobilnya tiba-tiba baik kembali. Apa mungkin ada hantu di sana yang membantu memperbaiki ban mobil Kak Rey?" Tanya Alula dengan wajah bingung pada Aidan yang masih duduk di ruang tamu bersama Alea.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Yura dan Rey update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Queenarađź–¤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.

__ADS_1


__ADS_2