Kita Harus Menikah!

Kita Harus Menikah!
Extra part (Semua untukmu)


__ADS_3

Flower hanya membalas sapaan Yura dengan senyuman tipis di wajahnya sambil menahan gemuruh di dadanya saat ini.


"Mommy ayo kita pergi dari sini." Ajak Flower pada Rania setelah Yura kembali mendekat pada Rey.


"Kenapa kau mengajak Mom pergi? Kau bahkan belum mendapatkan satu helai baju pun yang ingin kau beli." Tanya Rania bingung.


"Aku sudah tidak berselera untuk berbelanja. Ayo kita pergi dari sini, Mom." Ajak Flower lalu menarik tangan Mommynya untuk pergi dari hadapan Yura, Rey dan Malik.


Rania menuruti saja permintaan putrinya itu. Lagi pula ia sudah sadar jika sikap Flower saat ini dikarenakan Flower merasa tidak suka melihat keberadaan Yura di sekitarnya.


"Flower... jangan seperti ini. Kau seperti memperlihatkan jika kau tidak menyukai Yura dan Rey." Tegur Rania setelah mereka berada di luar butik.


"Aku memang tidak menyukai Yura, Mom!" Tekan Flower lalu masuk ke dalam mobilnya.


Rania hanya bisa menghela nafas melihat sikap putrinya saat ini. Karena tidak ingin terlalu memperpanjang masalah, Rania pun memilih ikut masuk ke dalam mobil dan membiarkan Flower melajukan mobilnya meninggalkan butik.

__ADS_1


"Sayang, ayo kita lanjutkan lagi memilih baju untukmu." Ajak Rey pada Yura yang masih memperhatikan kepergian Flower dan Rania.


"Emh, ya." Jawab Yura.


Rey meraih jemari istrinya lalu menggenggamnya. Setelahnya ia membawa Yura melangkah kembali pada deretan baju khusus ibu hamil. Malik pun memilih mengikuti Yura dan Rey dari belakang.


"Malik, kenapa kau selalu saja bertengkar dengannya setiap kali kalian bertemu?" Tanya Rey saat Yura sudah kembali fokus memilih-milih baju untuknya.


"Saya tidak mengajaknya untuk ribut, Tuan." Jawab Malik dengan ekspresi datar.


Rey mengangguk-angguk saja mengerti arah jawaban Malik karena memang selama ini Flower-lah yang merasa sering bermasalah dengan Malik. Sedangkan Malik hanya bersikap biasa saja pada wanita itu.


"Sayang, kenapa kau malah melamun? Ayo lanjutkan memilih bajunya." Ucap Rey pada Yura.


"Agh, ya, Kak." Jawab Yura tersenyum kaku lalu melangkah ke arah baju yang tadi belum sempat ia ambil.

__ADS_1


Rey memperhatilan pergerakannya itu dengan tatapan tak terbaca.


"Tuan, saya pamit ke kamar mandi sebentar." Ucap Malik.


Rey mengalihkan pandangan dari istrinya dan tertuju pada Malik lalu mengangguk sebagai jawaban. "Pergilah." Ucap Rey.


Setelah kepergian Malik, pandangan Rey kembali terpusat pada Yura yang tengah sibuk memilih baju untuknya.


"Jika kau merasa menyukai semua baju-baju ini maka ambil saja. Aku bisa membelikannya semua untukmu." Ucap Rey yang sudah berada di belakang tubuh Yura.


"Eh." Yura mengelus dadanya karena merasa terkejut melihat Rey yang tiba-tiba sudah berada di belakang tubuhnya. "Tidak. Jangan berlebihan, Kak. Aku bisa memilih mana yang aku suka dan aku butuhkan." Jawab Yura menolak keinginan Rey karena ia tahu Rey bisa melakukan apa saja dengan apa yang ia punya.


"Aku tidak pernah berlebihan jika itu tentang dirimu." Ucap Rey dengan wajah datar tanpa ekspresi.


Yura yang mendengar jawaban Rey bukannya senang justru merasa malas karena Rey berkata romantis dengan wajah datar tanpa senyuman.

__ADS_1


***


Silahkan mampir ke lanjutan cerita Flower dan Malik yang berjudul One Night Love Tragedy, ya. Caranya tinggal klik profil shy dan cari cover novel One Night Love Tragedy. Terima kasih🤗


__ADS_2