
"Apa maksudmu kau sedang menjaga perasaan kakakku?" Tanya Rachel namun Yura tak menjawabnya. "Yura?" Ucapnya lagi.
"Entahlah. Selain itu aku juga takut jika Galang saat ini tengah dekat dengan seorang wanita. Aku tidak ingin ada kesalahpahaman di antara kami." Jawab Yura.
Rachel menghela nafas panjang. "Apa kau sudah mengatakan pada Galang jika saat ini kau sudah menikah?" Tanya Rachel.
Yura menggeleng. "Belum. Aku akan memberitahukannya secepatnya." Jawab Yura.
Rachel menatap wajah Yura intens. "Kenapa kau tidak memberitahukannya sejak lama?" Tanya Rachel.
"Itu karena Galang selalu menyela ucapanku saat aku ingin mengatakan statusku saat ini. Lagi pula tidak ada bukti kuat yang mengatakan aku dan Kak Rey sudah menikah. Bisa saja orang mengataiku membuat cerita bohong. Maka dari itu aku akan memberitahukannya saat buku nikah kami sudah berada di tanganku." Papar Yura.
Rachel mengangguk paham. "Kau bisa meminta pada Kak Rey buku nikah kalian bukan?" Tanya Rachel kemudian.
"Ya. Rencana besok aku akan memintanya." Jawab Yura.
Rachel mengangguk-angguk saja. "Baiklah kalau begitu, Yura. Kalau begitu aku pamit pulang dulu." Ucap Rachel.
"Kenapa cepat sekali?" Yura nampak tak rela membiarkan sahabatnya itu pergi.
__ADS_1
"Aku harus segera pulang sebelum Papa menelfonku dan menyuruhku untuk pulang. Kau tahu sendiri bukan bagaimana sikap Papaku saat ini?" Tanya Rachel.
"Ya. Aku tahu itu. Kalau begitu pulanglah sebelum Papa menelfonmu untuk pulang." Suruh Yura.
Rachel mengangguk lalu bangkit dari duduknya. "Aku pamit dulu. Kabari aku jika ada kabar terbaru dari hubunganmu dan Kak Rey." Ucap Rachel penuh makna lalu mengedipkan sebelah matanya.
Yura menggelengkan kepalanya. Sejauh ini ia tidak merasakan perubahan apa pun dalam hubungan rumah tangga mereka yang terkesan datar dan kaku.
*
Sesuai ucapan Rey pada Yura, jam setengah empat sore mobil Rey sudah nampak terparkir di depan perusahaan yang kini di pimping oleh Yura. Rey segera melakukan panggilan pada Yura mengabari jika ia sudah menunggu kedatangan wanita itu di depan perusahaannya.
Setelah mematikan komputernya dan memasukkan barang-barangnya ke dalam tas sandangnya, Yura segera keluar dari dalam ruangan kerjanya.
"Nona Yura?" Sapa Jeni saat melihat Yura keluar dari dalam ruangan kerjanya.
"Oh ya, Jeni, aku lupa menyampaikan padamu jika hari ini aku pulang lebih awal." Ucap Yura.
"Apa ada urusan penting yang harus Nona kerjakan?" Tanya Jeni.
__ADS_1
Yura menggelengkan kepalanya. "Tidak. Hanya saja suamiku memintaku pulang lebih awal hari ini. Dan saat ini dia sudah menungguku di bawah." Jawab Yura.
Jeni mengangguk paham. "Baiklah kalau begitu. Hati-hati di jalan, Nona." Ucap Jeni.
Yura mengangguk lalu berlalu dari hadapan Jeni. Setelah keluar dari perusahaan, Yura segera berjalan ke arah mobil Rey dan masuk ke dalamnya.
"Maaf sudah membuat Kakak menunggu." Ucap Yura.
Rey menganggukkan kepalanya lalu menghidupkan mesin mobilnya. "Kita berangkat sekarang." Ucapnya.
"Kemana?" Tanya Yura.
"Hotel." Jawab Rey singkat namun bisa membuat kedua mata Yura membola sempurna.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Yura dan Rey update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Queenarađź–¤
__ADS_1
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.