Kita Harus Menikah!

Kita Harus Menikah!
Pria menyebalkan


__ADS_3

Pagi itu Flower terlihat datang ke perusahaan Bagaskara untuk bekerja dengan senyuman merekah di wajah cantiknya. Tidak ada lagi wajah murung yang Flower perlihatkan tadi malam karena ketidakhadiran Rey. Wajah wanita itu nampak berseri bahkan terus tersenyum saat berpapasan dengan rekan kerjanya yang lain. Entah apa yang ada dalam pemikiran Flower saat ini. Yang jelas wanita itu tidak ingin memperlihatkan kesedihan yang sama di raut wajah cantiknya lagi.


Setelah masuk ke dalam lift yang akan mengantarkannya ke lantai teratas perusahaan, senyuman merekah di wajah Flower perlahan menyurut. Bagaimana tidak, Flower tidak bisa berpura-pura untuk tersenyum saat melihat pria yang terus membuat emosinya naik dan kini berada tepat di depan tubuhnya.


"Huh, merusak mood pagiku saja." Gerutunya pada pria yang ada di depannya saat ini.


Flower memilih menatap ke arah ponselnya dari pada menatap punggung kekar pria yang ada di depannya saat ini.


Ting


Suara tanda pintu lift terbuka membuat Flower mengalihkan perhatiannya ke arah depan. Dilihatnya sosok pria yang berdiri di depannya tadi sudah keluar dari dalam lift dan tengah berjalan ke arah ruangannya berada. Flower turut melakukan hal yang sama sebelum pintu lift kembali tertutup. Setelah keluar dari lift, Flower memilih memperlambat jalannya agar tidak beriringan dengan sosok pria menyebalkan di depan matanya saat ini.


Bruk

__ADS_1


Karena tidak fokus menatap jalan di depannya dan lebih fokus pada layar ponselnya, Flower tidak sadar jika pria yang sedang ia hindari tiba-tiba saja menghentikan langkahnya hingga tubuhnya menabrak tubuh pria itu.


"Aw." Pekik Flower sambil memegang keningnya yang terasa sakit.


"Apa anda tidak bisa menggunakan mata anda dengan benar saat berjalan?" Tanya pria itu dengan dingin.


"Harusnya pertanyaan itu anda balikkan pada diri anda sendiri? Kenapa anda tiba-tiba berhenti mendadak?!" Gerutu Flower dengan wajah masam.


Pria itu yang tak lain adalah Malik menaikkan sebelah alis tebalnya. "Saya rasa anda sedang tidak sehat setelah merayakan ulang tahun anda." Jawab Malik.


Malik memilih mengabaikan kekesalan Flower dan kembali melanjutkan langkahnya sambil membaca pesan yang dikirimkan Rey untuknya. Ya, Malik tiba-tiba saja menghentikan langkahnya karena ia mendengar notifikasi khusus dari Rey. Sebagai asisten yang baik dan dapat diandalkan, Malik tidak bisa mengabaikan pesan Rey terlalu lama karena saat ini Rey adalah prioritasnya.


"Ingin sekali aku mengutuknya!" Umpat Flower sambil menghentakkan kedua kakinya ke lantai. Wajahnya yang sejak tadi ceria berubah kembali masam melihat pria yang selalu membuat moodnya buruk.

__ADS_1


Flower mencoba mengatur nafasnya. Ia tidak ingin karena emosinya membuat rencana yang sudah ia susun menjadi gagal. Pagi ini ia ingin terlihat baik-baik saja tidak lagi menyedihkan seperti tadi malam.


"Tenang, Flow... anggap saja dia adalah hantu yang tidak perlu kau tanggapi kehadirannya." Ucap Flower sambil menarik nafas dan menghembuskannya secara perlahan. Flower pun kembali melanjutkan langkahnya menuju meja kerjanya berada.


Setelah menjatuhkan bokongnya di atas kursi, dilihatnya ke arah pintu ruangan Rey yang masih tertutup rapat. "Sepertinya Kak Rey belum datang." Gumamnya. Flower lalu mengeluarkan kaca yang ada di dalam tasnya untuk melihat kondisi wajahnya saat ini. Ia tidak ingin saat Rey datang nanti melihat wajahnya yang masih murung hingga membuat pria itu semakin berniat menghindarinya.


"Rencana kali ini harus berhasil." Gumamnya kemudian penuh maksud.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Yura dan Rey update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Terjebak Cinta Tuan Marvel, ya🖤

__ADS_1


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.


__ADS_2