
"Yura." Tepukan lembut di bahunya membuat Yura menolehkan wajahnya ke samping dimana Aidan sudah berdiri di sampingnya. "Ayo ikut Kakak. Maaf jika Kakak tidak bisa membantumu untuk saat ini." Sesal Aidan.
Yura menatap sendu pada Aidan lalu mengangguk sebagai jawaban. Ia dan Aidan pun berjalan ke arah Rey yang sudah kembali berada di kerumunan warga desa.
"Ayo kita bawa mereka ke balai desa!" Titah pria gempal yang diangguki oleh warga yang lainnya.
Aidan berjalan ke arah Rey lalu mengadahkan tangannya. Mengerti maksud Aidan membuat Rey segera mengeluarkan kunci mobilnya dan menyerahkannya pada Aidan. Setelahnya warga desa pun membawa Rey dan Yura masuk ke dalam mobil yang mereka bawa.
Selama dalam perjalanan menuju balai desa Yura hanya bisa menangis meratapi nasibnya saat ini. Tidak tahu lagi cara apa yang harus ia lakukan selain pasrah pada keadaannya saat ini. Rey yang duduk di sebelah Yura pun hanya diam sambil menatap lurus ke depan seolah masalah yang menimpanya saat ini tidak berarti apa-apa untuknya.
Sesampainya di balas desa Yura dibuat terkejut melihat sudah ada beberapa orang yang menunggu kedatangan mereka serta meja yang sudah dipersiapkan untuk ijab kabul. Yura hanya bisa pasrah saat warga desa menyuruhnya untuk duduk berdampingan dengan Rey. Tak lama kemudian, Aidan nampak memasuki balai desa dan berbicara pada seorang pria yang Yura yakini sebagai penghulu di desa.
"Kenapa ini semua terjadi kepadaku?" Yura hanya bisa berucap dalam hati dengan kepala tertunduk dan air mata yang semakin mengalir membasahi kedua pipinya.
Beberapa saat kemudian, suara sah yang terdengar menggema ke sudut ruangan menyadarkan Yura dari lamunannya. Yura tersentak saat warga desa yang yang bertugas sebagai saksi mereka menyatakan pernikahan mereka sudah sah di mata agama pada Rey. Yura pun diminta untuk meyalami Rey yang kini sudah berubah status menjadi suaminya.
"Su-suami?" Yura terbata menatap pada Rey yang kini menatap datar padanya. Sesaat kemudian pandangan Yura pun berubah gelap dan akhirnya tak sadarkan diri. Tiada lagi suara yang Yura dengar selain suara Aidan yang berteriak menyebutkan namanya.
__ADS_1
Satu jam kemudian, kedua kelopak mata Yura yang tertutup rapat pun akhirnya perlahan terbuka. Yura mengerjap menyesuaikan cahaya yang masuk ke dalam matanya.
"Kau sudah bangun?" Suara Rey yang terdengar dari samping tubuhnya membuat Yura menolehkan wajahnya ke samping.
"Kak Rey?" Ucap Yura pelan. Yura memegang kepalanya yang terasa sakit sambil berusaha bangkit dari pembaringannya. Ia menatap ke sekitarnya dengan kening mengkerut karena tidak menyadari dimana keberadaannya saat ini.
Perlahan ingatannya pun kembali pulih mengingat kejadian yang baru menimpanya beberapa jam yang lalu. "Kak Rey?" Bibir Yura mulai bergetar menyadari jika kini ia dan Rey sudah menikah.
"Semuanya sudah terjadi dan tidak ada yang bisa kau sesali." Ucap Rey menatap datar pada Yura.
Yura menunduk dengan mata yang sudah mengembun.
Yura mengusap sudut matanya yang basah dengan jemarinya. Ia segera turun dari atas ranjang dan berjalan keluar dari dalam kamar. Di luar kamar, nampak Rey dan Aidan yang kini sedang berbicara dengan warga desa dan mengucapkan permintaan maaf atas apa yang telah terjadi di antara mereka. Yura hanya diam mematung di depan kamar merasa bersalah karena telah membuat keluarganya malu karena dirinya walau ia tahu jika kejadian yang menimpanya tidak sesuai dengan apa yang mereka katakan.
"Yura, apa kau baik-baik saja?" Tanya Aidan pada Yura.
Yura menganggukkan kepalanya. "Aku baik-baik saja, Kak." Jawabnya sambil menunduk.
__ADS_1
"Baiklah. Sudah saatnya kita kembali ke desa A." Ucap Aidan sebagai ajakan pada Yura.
Yura mengangkat kepalanya menatap pada Aidan. Ia pun turut menatap pada warga desa dan mengucapkan permintaan maaf pada mereka atas apa yang telah terjadi.
"Ayo." Ajak Aidan lagi yang diangguki Yura sebagai jawaban.
Aidan dan Rey pun bangkit dari duduknya dan bersalaman pada warga desa diikuti Yura. Warga desa pun mengantarkan kepergian mereka hingga sampai di depan balai desa. Yura menatap ke arah warga dengan wajah bingung karena tatapan mereka nampak berubah setelah pernikahannya dan Rey selesai.
"Ayo masuk." Titah Rey pada Yura.
"Aku ingin naik ke mobil Kak Aidan saja." Jawab Yura pelan.
****
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Yura dan Rey update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Queenarađź–¤
__ADS_1
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.