Kita Harus Menikah!

Kita Harus Menikah!
Extra part (Tidak sabar mengunjungi)


__ADS_3

"Aku juga sudah tidak sabar, Kak." Jawab Yura sambil membayangkan bagaimana nantinya jika ketiga anaknya sudah lahir ke dunia.


"Sudahlah, sekarang lebih baik kau tidur sambil menunggu jam makan siang tiba." Pinta Rey.


"Kakak ingin apa?" Tanya Yura.


"Aku akan menjagamu selama kau tertidur." Jawab Rey menghilanhkan kecemasan Yura yang takut jika suaminya pergi meninggalkannya di saat ia tidur nanti.


"Baiklah kalau begitu." Ucap Yura merasa tenang lalu memejamkan kedua kelopak matanya.


*


Beberapa jam berlalu, Yura dan Rey kini telah berada di sebuah resto yang berada di dalam hotel untuk menikmati makan siang. Saat mereka tengah menunggu pesananan makakan mereka tiba sambil berbincang bersama Malik, pandangan mereka tiba-tiba tertuju pada wanita yang tiba-tiba datang menghampiri mereka.


"Yura?" Wanita yang tak lain adalah Flower nampak terkejut melihat keberadaan Yura di sana.

__ADS_1


"Hai, Flo..." balas Yura mencoba untuk tersenyum pada Flower.


Yura memperhatikan raut wajah Flower yang terlihat masih tak percaya melihat keberadaannya di sana. Wanita itu sepertinya tidak tahu jika Rey membawanya ikut bersama mereka ke Surabaya.


Walau merasa tidak enak dan canggung dengan keberadaan Flower di antara mereka namun Yura tetap mencoba memasang wajah tersenyum dan tenang saat mereka menikmati makan siang bersama.


"Kak Rey, apa Kakak tidak bilang jika aku akan ikut bersama Kakak pada Flower?" Tanya Yura saat mereka sudah berada di luar hotel setelah tadi Rey mengajaknya untuk jalan-jalan sambil menunggu waktu pertemuannya tiba.


"Untuk apa aku memberitahukannya?" Tanya Rey kembali.


"Sudahlah, ayo kita berjalan ke sana. Di sini cukup panas." Ajak Rey. Ia tidak ingin terlalu lama berdiri di tempat yang sama karena Yura nantinya pasti kembali menanyakan hal yang tidak penting.


"Baiklah." Jawab Yura menurut lalu melangkah beriringan bersama dengan Rey.


*

__ADS_1


Tanpa terasa tiga hari sudah Yura berada di Surabaya menemani Rey bekerja. Selama tiga hari itu pula Yura selalu dibuat senang oleh Rey yang selalu memanjakannya dan mengajaknya pergi berjalan-jalan menikmati pemandangan yang ada di Surabaya. Dan hari ini adalah hari terakhir Rey dan yang lainnya bekerja di Surabaya. Jika besok hari Malik dan yang lainnya akan kembali ke kota, Yura dan Rey justru masih melanjutkan acara liburan mereka dengan pindah ke hotel yang baru.


"Kenapa tidak menginap di sini saja, Kak?" Tanya Yura saat mereka tengah bersiap-siap untuk pindah ke hotel yang baru.


"Karena aku ingin mengajakmu menikmati suasana yang baru. Lagi pula anak-anakku pasti sudah bosan berada di sini selama tiga hari." Jawab Rey.


Yura mengerucutkan bibirnya mendengar perkataan Rey. "Alasan Kakak saja. Menginap di sini saja sudah sangat menyenangkan untukku." Ucap Yura.


"Sudahlah, jangan banyak berpikir. Lebih baik sekarang kita segera pergi dari sini karena aku sudah tidak sabar untuk pindah ke hotel yang baru." Titah Rey dengan wajah datarnya.


Yura menatap bingung pada suaminya yang terlihat begitu bersemangat mengajaknya untuk pindah. Kebingungan Yura pun akhirnya terjawab saat mereka sudah berada di hotel baru yang nampak lebih mewah dibandingkan hotel mereka yang lama.


"Sayang, ayo cepat. Aku sudah tidak sabar mengunjungi anak-anakku di tempat ini." Desak Rey pada Yura yang terlihat lambat membuka bajunya.


***

__ADS_1


__ADS_2