
Malik hanya diam menatap datar Flower. Melihat Malik yang tidak menggubris pertanyaannya membuat Flower jengkel hingga bangkit dari duduknya. "Dasar pengganggu!" Makinya pada Malik.
Malik masih diam dan tetap memasang ekspresi datarnya. Menurutnya menjawab ucapan Flower sama saja dengan membuang tenaga dan suaranya secara sia-sia.
Flower pun berlalu begitu saja dari hadapan Malik tanpa mengucapkan sepatah kata pun pada Malik. Ia memilih kembali masuk ke dalam rumah tanpa perduli denga kondisi wajahnya yang masih basah dan matanya yang terlihat sembab. Sementara Malik memilih duduk di kursi yang tadi diduduki oleh Flower. Niatnya yang ingin menenangkan diri dari keramaian harus tertunda sejenak melihat keberadaan Flower di taman. Untung saja wanita itu sudah pergi hingga Malik bisa dengan bebas duduk diam di sana.
"Flower?" Rania berjalan tergesa-gesa ke arah putrinya saat melihat mata Flower yang nampak sembab. "Ada apa denganmu, Nak? Kenapa matamu sembab begini?" Tanya Rania dengan wajah cemas.
"Flo tidak apa-apa. Flo hanya ingin pergi dari sini sekarang juga." Ucap Flower.
Rania yang dapat merasakan jika putrinya saat ini sedang tidak baik-baik saja pun akhirnya mengiyakan ucapan Flower. Ia segera meminta pada William untuk mengantarkan mereka pulang lalu berpamitan pada Kyara dan Vara untuk pulang.
"Ada apa denganmu?" Tanya William setelah mereka berada di dalam mobil dalam perjalanan pulang.
"Flo tak apa." Jawab Flower singkat.
William menatap istrinya seolah meminta jawaban. Rania pun hanya bisa mengangkat kedua bahunya tanda ia tidak tahu ada apa dengan putrinya. Tak ingin kembali melanjutkan pertanyaannya karena tahu Flower tidak akan jujur menjawabnya, William memilih diam dan kembali fokus pada jalanan di depannya.
__ADS_1
Tiga puluh lima menit berlalu, akhirnya mobil milik William sudah sampai di perkarangan rumahnya. Flower terlihat keluar lebih dulu lalu masuk begitu saja ke dalam rumah tanpa menunggu kedua orang tuanya turun dari dalam mobil.
"Ada apa dengan anakmu?" Tanya William menatap kepergian Flower.
"Aku juga tidak tahu. Aku akan mencaritahunya nanti setelah berganti baju." Jawab Rania.
William mengangguk saja mengiyakan ucapan istrinya. Mereka pun akhirnya turun dari dalam mobil dan melangkah masuk ke dalam rumah setelah sebelumnya William menyerahkan kunci mobilnya pada security.
*
Tok
Tok
Tok
"Flower..." Rania pun memberanikan masuk ke dalam kamar putrinya yang kebetulan tidak dikunci. Dilihatnya ke atas ranjang dimana Flower kini sedang membelakangi tubuhnya dengan memeluk gulingnya.
__ADS_1
Rania berjalan mendekat pada Flower hingga kini ia dapat melihat dengan jelas tubuh Flower yang bergetar akibat menangis.
"Flower, ada apa ini?" Tanya Rania merasa terkejut saat melihat putrinya yang sedang menangis.
Flower segera bangkit dari pembaringannya lalu menatap intens wajah Mommynya. "Mommy, apa benar selama ini Kak Rey bersikap baik pada Flower itu hanya sekedar karena Kak Rey ingin memenuhi janjinya pada Mommy yang meminta pada Kak Rey agar menjaga Flower dengan baik?" Tanya Flower sambil menangis.
Rania dibuat tertegun mendengar pertanyaan putrinya.
"Ayo jawab, Mommy!" Desak Flower.
"Benar. Sejak kecil Mom sudah meminta pada Rey agar menjagamu dengan baik dan menganggapmu sama seperti adik kandungnya sendiri."
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, rate bintang 5 ⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️ dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Yura dan Rey update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Terjebak Cinta Tuan Marvel, ya🖤
__ADS_1
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.