Kita Harus Menikah!

Kita Harus Menikah!
Dua benda persegi panjang


__ADS_3

Yura pun melangkahkan kakinya menuju kamarnya dengan menahan rasa sesak di dadanya saat ini. Walau merasa sedih dengan tanggapan Rey tentang hadiah yang ia berikan, namun Yura tetap mengingat tugasnya sebagai istri menyiapkan pakaian ganti untuk Rey.


Setelah masuk ke dalam kamarnya, Yura segera mempersiapkan pakaian ganti untuk Rey dan meletakkannya di atas ranjang. Pandangannya pun beralih pada pintu kamar mandi yang tertutup rapat.


"Sudahlah, lebih baik aku keluar dulu saja." Ucap Yura memilih menunggu Rey selesai mandi dan mengganti baju di luar kamarnya sambil mengontrol suasana hatinya yang kini bersedih.


Tak berselang lama, Rey telah keluar dari dalam kamar mandi dengan wajah yang lebih segar. Dilihatnya ke arah ranjang pakaian ganti untuknya sudah berada di sana dan Rey tahu jika Yura yang mempersiapkannya.


"Kemana dia pergi?" Gumam Rey bingung. Tak ingin banyak berpikir, Rey segera memakai pakaiannya dan mencari keberadaan istrinya.


"Kak Rey?" Yura terkejut saat melihat Rey tiba-tiba datang menghampirinya yang sedang duduk di ruang tamu.


"Kenapa kau di sini? Kenap tidak menungguku di dalam kamar?" Tanya Rey.


"Itu karena aku merasa bosan berada di kamar." Jawab Yura berbohong.

__ADS_1


Rey sedikit bingung dengan jawaban istrinya yang terkesan tidak masuk akal. Tak ingin memperpanjang pembicaraan di antara mereka, Rey memilih mengajak Yura kembali ke dalam kamar karena ia ingin menceritakan apa yang terjadi pada Yura sesuai janjinya tadi.


Dan betapa terkejutnya Yura saat mengetahui jika mama mertuanya pergi dari rumah dengan izin dari papa mertuanya. Yura tidak menyangka jika permasalahan di dalam keluarga Gerry akan berbuntut panjang seperti saat ini.


Yura pun hanya bisa mendoakan semoga Mama Kyara segera kembali dan memaafkan papa mertuanya. Setelah menceritakan semuanya pada Yura, Rey pun mengajak Yura untuk tidur karena matanya sudah mengantuk.


Yura pun mengiyakannya dan ikut berbaring di sebelah suaminya. "Kak Rey... apa rasa sedih Kakak terasa sangat besar hingga Kakak tidak merasa bahagia dengan kabar yang aku berikan?" Yura kembali merasa bersedih karena suaminya tidak ada membahas tentang hadiah yang ia berikan selain menceritakan permasalahan keluarganya.


*


"Dimana jas saya yang kemarin saya letakkan di atas sofa?" Tanya Rey pada pelayan di rumah kedua orang tuanya.


"Jasnya sudah dicuci, Tuan." Jawab pelayan.


"Apa?" Rey terkesiap. "Apa Bibi menemukan sesuatu di dalam jas saya?" Tanya Rey cepat.

__ADS_1


Pelayan mengangguk lalu berpamitan untuk mengambilkan sesuatu yang ia dapatkan di dalam jas Rey dan memberikannya pada Rey.


"Syukurlah." Rey merasa lega karena isi kotak yang diberikan Yura tidak basah dan masih berbentuk sama seperti apa yang ia lihat kemarin. Setelah mendapatkan apa yang ia mau, Rey segera melangkah menuju kamarnya berada dan berniat membukanya di sana.


"Apa ini?" Gumam Rey dengan perlahan membuka lipatakan kertas hingga memperlihatkan dua buah benda berbentuk persegi panjang yang ia ketahui adalah alat tes kehamilan.


"Tespek dan surat keterangan kehamilan?" Ucap Rey dengan mata membola sempurna.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, rate bintang 5 ⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️ dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Yura dan Rey update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Terjebak Cinta Tuan Marvel, ya🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.

__ADS_1


__ADS_2