
Melihat kemarahan di wajah Rey saat ini membuat Alfin bergedik ngeri. Ia tidak dapat membayangkan jika Rey melampiaskan kemarahannya pada Galang karena telah berani tertawa bersama istrinya.
"Ayo kita ke meja itu sebelum orang lain mengambilnya." Ucap Alfin lalu menarik sedikit kasar tangan Rey. Untuk saja Rey tidak memberontak dan mau mengikutinya menuju meja yang tadi ia tunjuk.
Setelah menjatuhkan bokongnya di atas kursi, Rey kembali mengarahkan pandangannya pada Yura yang masih tertawa bersama Galang dan Rachel. Terlihat jelas saat ini Yura begitu bahagia bercerita dengan Galang dan adiknya berbeda dengan dirinya yang sedang menahan kekesalan yang teramat saat ini.
Seorang pelayan yang datang menghampiri mereka membuat pandangan Rey beralih dari Yura.
"Kau ingin pesan apa?" Tanya Alfin setelah pelayan menyebutkan menu favorir di resto mereka.
Rey menatap ke buku menu. "Samakan saja denganmu." Jawabnya datar.
Alfin mengangguk saja. Ia pun memesan makanan yang sekiranya disukai Rey dan disukai oleh dirinya sendiri. Ia tidak ingin terlalu banyak bertanya pada Rey melihat Rey yang sedang terbakar api cemburu saat ini.
Suasana di dalam resto pun semakin ramai dengan bertambahnya waktu. Banyak muda-mudi yang silih berganti datang ke resto untuk menikmati makan siang di resto baru yang sudah menjadi favorit di kalangan muda dan dewasa saat ini.
__ADS_1
Alunan musik pun mulai terdengar dengan bertambahnya pengunjung resto. Beberapa muda-mudi pun hanyut dalam alunan lagu dengan saling ikut bernyanyi satu sama lain.
"Suasana makan siang di sini seru juga. Ada baiknya besok kita kembali makan siang di sini." Ucap Alfin pada Rey.
Rey hanya berdehem menanggapi ucapan Rey. Tatapan matanya tetap tertuju pada Yura walau kini mulai banyak orang yang menghalangi pandangannya.
Alfin mencoba mengalihkan pandangan Rey dari Yura dengan terus mengajak Rey berbicara. Hingga tak lama usahanya berhasil saat Alfin membahas isu yang sedang hangat dibicarakan di kalangan bisnis saat ini.
"Kau lihat ini, semakin hari perusahaan milik orang tua Galang semakin maju setelah dipegang oleh Galang. Bahkan Galang sudah berhasil memenangkan tender yang sulit didapatkan di negera M." Ucap Alfin sambil menunjukkan media sosial milik perusahaan swasta yang cukup terkenal di negara M pada Rey.
Alfin pun terus menyebutkan kesuksesan yang telah diraih Galang hingga Rey tanpa sadar jika kini Yura, Rachel dan Galang sudah pergi dari resto.
Setelah cukup mendengar ucapan Alfin, Rey pun kembali menatap ke arah Yura tadi berada. "Kemana dia?" Tanya Rey pelan. Rey mengedarkan pandangannya mencari keberadaan Yura namun tidak melihat tanda-tanda keberadaan Yura dimana pun juga.
"Kau mencari siapa?" Tanya Alfin.
__ADS_1
"Istriku." Jawab Rey tanpa sadar. Ia masih berusaha mencari keberadaan Yura di sekitar resto.
"Maksudmu kau sedang mencari keberadaan Yura?" Tanya Alfin.
Rey pun tersadar dengan apa yang baru saja ia ucapkan. "Tidak. Aku tidak mencari keberadaannya." Sangkalnya.
Alfin menahan tawanya melihat wajah kaku Rey saat ini. Rey pun hanya diam walau melihat wajah Alfin tengah mengejeknya.
"Nanti malam carikan aku hotel untuk menginap dengan Yura." Ucap Rey setelah cukup lama terdiam.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Yura dan Rey update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Queenarađź–¤
__ADS_1
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.