Kita Harus Menikah!

Kita Harus Menikah!
Perubahan sikap Rey


__ADS_3

Malam sudah semakin larut namun Yura masih terjaga seolah enggan menutup kedua kelopak matanya. Ia masih tetap setiap menatap wajah suaminya yang sudah terlelap seakan tak ingin melepaskan pandangan dari suaminya itu.


Senyuman malu-malu sesekali terbit di wajah cantiknya saat mengingat perubahan sikap Rey beberapa jam yang lalu. Bagaimana suaminya itu mengungkapkan cinta padanya hingga merubah sikapnya yang datar dan dingin menjadi lebih hangat. Walau tak beberapa lama kemudian Yura merasa sebal karena sikap Rey sudah kembali datar dan dingin, namun Yura tetap merasa senang dengan perubahan sikap Rey tadi kepadanya.


"Kak Rey..." lirih Yura lalu mendekap erat tubuh Rey yang sudah terlelap. Walau Yura tidak dapat menebak bagaimana sikap Rey esok hari kepadanya apakah akan berubah hangat atau kembali datar, Yura akan tetap menerima apa adanya suaminya itu tanpa merubah rasa cintanya.


Jangan tanyakan lagi apakah saat ini Yura sudah bahagia atau tidak. Jawabannya sudah pasti Ya. Bagaimana tidak, pria yang sejak kecil sudah ia cintai ternyata juga menyimpan rasa yang sama kepadanya. Bahkan kini mereka sudah menikah walau harus melewati insiden yang cukup memalukan saat di desa dulu. Yura tidak pernah menduga takdir itulah yang akan membawanya menjadi istri dari Reynard Abrisam Bagaskara.


Jika diingat-ingat kembali kisah percintaannya memang terkesan terlalu banyak drama. Dimulai dari Rey yang selalu bersikap buruk padanya di saat ia selalu mengejar cinta pria itu hingga akhirnya Yura memutuskan untuk pergi dan melupakan rasa cintanya pada Rey. Dan hingga hari itu tiba, di saat Yura sudah bersusah payah melupakan Rey dari hidupnya ternyata takdir datang membawa mereka untuk bersatu dalam ikatan suci pernikahan.


Yura tidak bisa menampik di saat pertama kalinya ia melihat Rey saat itu rasa yang sudah susah payah ia hilangkan akhirnya timbul kembali. Rasanya saat itu Yura begitu merutuki dirinya yang tidak bisa sepenuhnya menghilangkan Rey dari dalam hati dan benaknya.

__ADS_1


Namun saat ini, di saat ia mengetahui semua kebenaran yang terjadi, Yura tidak menyesal karena masih menyimpan rasa cinta untuk pria yang sudah menjadi suaminya bahkan kini sudah menjadi Ayah dari calon ketiga anaknya.


"Kak Rey... aku mencintaimu. Sangat." Gumamnya sebelum ikut menyusul Rey masuk ke dalam dunia mimpi.


*


Pagi harinya, Yura terbangun dalam pelukan orang yang sama. Dilihatnya kedua kelopak mata Rey masih tertutup tanda Rey masih terlelap dalam tidurnya. senyuman manis pun nampak terbit di wajah Yura saat mengingat kejadian tadi malam di saat ia dan Rey saling mengungkapkan perasaan satu sama lain.


"Eh." Yura yang tersadar jika Rey sudah terjaga pun berusaha menjauhkan tubuhnya dari Rey. Namun bukannya membiarkan Yura menjauh, Rey justru kembali menarik tubuh Yura ke dalam pelukannya.


"Kak Rey lepas!" Ucap Yura merasa gugup melihat wajah Rey yang sudah terjaga seperti saat ini.

__ADS_1


"Biarkan tetap seperti ini." Ucap Rey pelan lalu memejamkan kembali kedua kelopak matanya.


Yura hanya bisa pasrah dan membiarkan suaminya melakukan apa yang ia inginkan. Setelah merasa cukup, Rey kembali melepaskan dekapannya dari tubuh Yura.


"Lain kali jangan tersenyum sendiri seperti itu. Kau terlihat mengerikan jika seperti itu." Ucap Rey dengan memasang wajah datarnya yang berhasil membuat wajah Yura berubah masam karenanya.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, rate bintang 5 ⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️ dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Yura dan Rey update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Terjebak Cinta Tuan Marvel, ya🖤

__ADS_1


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.


__ADS_2