
"Aku mengerti, Kak." Jawab Yura pelan.
"Sore ini Kakak sudah harus kembali ke kota karena baru saja Alea mengabari jika Axel sedang sakit dan terus memanggil nama Kakak." Ucap Aidan.
"Axel sakit?" Wajah Yura berubah cemas mendengar keadaan keponakannya.
Aidan mengangguk membenarkan. "Kau tahu bukan jika Axel sakit maka Axella juga terkena imbasnya?" Tanya Aidan.
Yura mengangguk. "Tapi apa tidak bahaya jika Kakak berada di jalan pada malam hari?" Yura teringat dengan cerita Rey tentang binatang buas yang akan keluar pada saat tengah malam tiba."
Aidan terdiam beberapa saat sebelum menjawab pertanyaan Yura. "Tidak masalah, karena Kakak akan sampai di kota sebelum tengah malam." Jawabnya dengan tatapan yang sulit diartikan oleh Yura namun dapat dimengerti oleh Rey.
Beberapa jam kemudian, Aidan pun berpamitan untuk kembali ke kota pada Yura dan Rey. Tak lupa Aidan memberikan pesan pada Rey untuk menjaga Yura dengan baik dan untuk Yura agar bisa bersikap baik pada Rey layaknya seorang istri. Rey dan Yura mengangguk mengiyakan ucapan Aidan dan mengantarkan kepulangan Aidan sampai di depan teras rumah.
"Kakak menunggu kepulanganmu di rumah." Ucap Aidan lalu mengecup kening Yura sebelum masuk ke dalam mobil.
Yura menganggukkan kepalanya pada Aidan dengan mata berkaca-kaca. Hatinya sungguh merasa berat melepaskan kepergian Aidan karena saat ini ia sangat membutuhkan kehadiran Kakaknya untuk melewati hari beratnya setelah menikah dengan Rey.
__ADS_1
Aidan pun segera masuk ke dalam mobil setelah sebelumnya melayangkan tatapan datarnya pada Rey.
"Kakak..." lirih Yura saat mobil yang dikendarai sopir Aidan melaju meninggalkan rumah penginapan mereka. Yura menatap kepergian Aidan dengan tatapan tak rela. Ia masih ingin Aidan berada di dekatnya dan memeluk tubuh Kakak kembarnya untuk menyalurkan kesedihannya saat ini. Namun ia juga tidak bisa egois menahan Aidan tetap berada di desa mengingat keponakan kembarnya tengah sakit saat ini dan membutuhkan kehadiran Aidan sebagai ayahnya.
"Ayo masuk." Ajak Rey pada Yura setelah bayangan mobil Aidan lenyap dari pandangannya.
Yura hanya diam dan membiarkan Rey masuk lebih dulu ke dalam rumah. Jemarinya mengusap pipinya yang sudah basah oleh air mata. "Kenapa ini semua terjadi kepadaku?" Gumam Yura dengan kepala tertunduk. Menyadari posisinya yang sedang berada di luar rumah dan warga desa mulai berlalu-lalang di depan rumah, membuat Yura segera membalikkan tubuhnya dan segera melangkah masuk ke dalam rumah.
Di ruang tengah rumah, Rey nampak berdiri diam menatap Yura yang sedang melangkah mendekat ke arahnya. Yura pun menghentikan langkahnya saat sudah berada dekat dengan Rey.
Yura menggelengkan kepalanya. Ia sama sekali tidak berselera untuk makan setelah apa yang menimpanya dan Rey.
"Apa kau mudah melupakan begitu saja nasihat Kakakmu padamu?" Ketus Rey.
Yura mengangkat kepalanya yang tertunduk. "Aku mengingatnya. Tapi aku sedang tidak berselera untuk makan." Jawab Yura pelan dan menatap Rey dengan sendu.
"Makanlah! Ini adalah perintah dari suamimu." Tekan Rey.
__ADS_1
Yura tertegun mendengar kata suami yang keluar dari mulut Rey. Sesaat kemudian ia pun mengangguk mengiyakan ucapan Rey. Ia melangkah melewati tubuh Rey dan berjalan ke arah dapur untuk mengambil makanannya yang masih berada di atas meja makan. Setelahnya ia kembali ke ruang tengah untuk memakan makanannya di sana.
Di ruang tengah, Rey nampak sudah duduk di atas karpet menunggu kedatangannya. "Aku akan memastikan kau memakan makananmu sampai habis." Ucap Rey datar.
Yura diam dan duduk di atas karpet. Ia meletakkan makanannya di atas meja lalu membukannya. Walau tidak berselera untuk makan, Yura tetap memaksa memasukkan seluruh makanan ke dalam mulutnya. Rey pun terus memperhatikan Yura memakan makanannya hingga habis tak tersisa sambil memainkan ponsel di tangannya.
"Aku ke kamar dulu." Ucap Rey setelah makanan Yura habis tak tersisa.
Yura hanya diam dan membiarkan Rey beranjak menuju kamarnya. Hembusan nafasnya terasa kian memberat saat mengingat kembali statusnya saat ini. Tak ingin larut dalam pemikirannya, Yura segera beranjak membawa tempat sisa makanannya ke dapur. Setelahnya Yura memutuskan masuk ke dalam kamarnya untuk membersihkan diri dan menenangkan hati dan pemikirannya di sana.
****
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Yura dan Rey update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Queenarađź–¤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.
__ADS_1