
"Mamamu masih sama seperti kemarin. Mengurung diri di dalam kamar dan tidak mau makan." Jawab Riana.
Hembusan nafas Rey terdengar kasar di udara. "Lalu bagaimana dengan Rachel, Nek?" Tanya Rey mengingat adik kandungnya yang turut bersedih atas apa yang terjadi.
"Sama seperti mamamu. Dia mengurung diri di dalam kamar dan menangis sejak kemarin karena mamamu tidak mau ditemui lebih dulu.
Rey tak lagi berkata-kata dan lebih memilih menghampiri mamanya lebih dulu ke dalam kamarnya. Setelah masuk ke dalam kamar, dilihatnya Mama Kyara tengah tertidur di atas ranjang dengan selembar selimut membalut tubuhnya. "Mamah..." lirih Rey merasa sesak saat melihat bengkak pada kelopak mata Mama Kyara. Hatinya merasa tersayat melihat sosok mamanya yang biasanya menunjukkan wajah tersenyum padanya kini justru menunjukkan wajah menyedihkan.
Cukup lama Rey berada di dalam kamar Mamanya menatap wajah mamanya yang tengah tidur. Setelah merasa cukup, Rey memilih keluar dari dalam kamar untuk menghampiri Rachel di dalam kamarnya.
*
__ADS_1
Satu minggu sudah waktu berlalu sejak hari terbongkarnya rahasia Gerry oleh Kyara. Dan selama itu pula Kyara memilih banyak diam dan berbicara seperlunya pada anak dan mertuanya. Sedangkan pada Gerry, Kyara memilih mendiamkannya karena merasa masih sangat kecewa dengan kebohongan yang telah Gerry lakukan.
Berbagai cara telah Gerry lakukan untuk mendapatkan maaf dari Kyara termasuk telah memberikan surat permintaan maaf dari Ketty. Namun Kyara memilih mengabaikannya dan hanya sekedar menerima surat yang Gerry berikan tanpa membacanya lebih dulu.
Di tengah permasalahan yang menimpa keluarga Rey, Yura terlihat mulai bersedih karena melihat perubahan sikap Rey yang akhir-akhir ini sering mengabaikan darinya. Walau suaminya itu selalu mengirimkan pesan sedang apa dan dimana dirinya setiap harinya dan tak lupa mengingatkannya untuk makan tepat waktu, namun tetap saja Yura merindukan perhatian secara langsung dari suaminya itu.
Dan di hari ini, di saat Yura baru membuka kedua kelopak matanya ia tak lagi melihat keberadaan Rey di sebelah tubuhnya. "Dimana Kak Rey?" Gumam Yura bingung. Yura segera turun dari ranjang lalu mencari keberadaan suaminya di luar kamar.
"Kenapa Kak Rey pergi tanpa membangunkanku lebih dulu?" Yura merasa sedih. Kakinya pun melangkah dengan lunglai kembali ke dalam kamarnya.
Setelah masuk ke dalam kamar dilihatnya sebuah kotak yang berisi dua benda yang sudah sejak satu minggu lalu ingin ia berikan pada Rey. Wajah Yura nampak sendu menatap dua buah benda itu. "Kapan aku akan memberitahukannya pada Kak Rey?" Lirih Yura sambil memegang kotak.
__ADS_1
"Apa aku harus menunggu waktu yang tepat di saat keadaan sudah mulai membaik untuk memberikan kotak ini pada Kak Rey?" Gumamnya bingung.
Hari itu Yura dibuat berpikir keras memikirkan waktu yang tepat untuk memberikan sebuah kotak berisi dua persegi panjang pada Rey. Saat mengetahui keberadaan Rey saat ini tengah berada di perusahaannya, Yura tanpa pikir panjang langsung mengendarai mobilnya menuju perusahaan Bagaskara untuk memberikan kotak itu pada Rey. Ia tidak ingin mengulur waktu lebih lama lagi memberitahukan kabar yang mungkin akan membuat kesedihan Rey sedikit berkurang.
"Apa ini?" Tanya Rey menatap kotak kecil yang diberikan Yura padanya.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, rate bintang 5 ⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️ dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Yura dan Rey update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Terjebak Cinta Tuan Marvel, ya🖤
__ADS_1
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.