
"Apa itu semua mungkin?" Yura mengusap perutnya secara perlahan sambil membayangkan jika sosok kecil yang diharapkan Rachel benar-benar akan hadir di dalam perutnya. Senyuman tipis mulai terbit di wajah sendunya saat membayangkan kembali jika sosok kecil itu benar-benar hadir di dalam perutnya.
"Betapa bahagianya aku jika Tuhan memberikan kesempatan padaku untuk menjadi seorang ibu." Gumam Yura. Memiliki seorang anak adalah impiannya sejak lama. Namun kini, ia hanya dibuat meragu jika ia memiliki anak dari pria yang tidak pernah mencintainya walau status pria itu adalah suaminya.
"Bagaimana pun keadaanya nanti, percayalah jika ibu akan menyayangimu." Gumamnya lagi pada sosok yang mungkin akan hadir di dalam perutnya.
Tok
Tok
Tok
Suara ketukan pintu yang terdengar cukup keras membuyarkan lamunan Yura. "Kak Rey?" Yura segera melangkah ke arah pintu karena meyakini jika sosok yang mengetuk pintu dari luar adalah suaminya.
Ceklek
Pintu kamar mandi terbuka dan memperlihatkan wajah tampan Rey di sana.
"Ada apa, Kak?" Tanya Yura.
__ADS_1
"Kenapa kau lama sekali di dalam kamar mandi?" Tanya Rey.
"Aku tidak lama. Aku bahkan baru masuk ke dalama kamar mandi." Jawab Yura dengan wajah polosnya.
Rey dibuat mendengus mendengarnya. "Apa kau tidak lihat jam berapa saat ini?" Rey mengarahkan pandangannya pada jam di dinding kamarnya hingga Yura mengikuti arah pandangannya.
Yura dibuat terdiam setelah melihat jam gantung di dinding. Benar saja, ia baru tersadar jika sudah hampir satu jam di dalam kamar mandi. Ia tidak menyadari jika sudah memakan waktu terlalu lama berada di dalam kamar mandi karena terlalu larut dalam hayalannya.
"Apa kau sudah sadar saat ini?" Tanya Rey.
Yura mengangguk dengan polosnya. "Maaf, apa Kakak ingin masuk ke dalam kamar mandi?" Tanya Yura.
Yura yang langsung menangkap maksud ucapan Rey dibuat meneguk salivanya susah payah karena membayangkan mereka akan kembali melakukan rutinitas di malam hari yang merupakan proses pembuatan sosok kecil yang mungkin hadir di dalam perutnya dalam waktu yang tidak bisa di tentukan.
*
Hari ini adalah hari pertama Yura masuk bekerja di perusahaan setelah empat hari yang lalu melakukan pekerjaan di luar kota. Yura terlihat tengah fokus memeriksa beberapa berkas penting yang ada di atas mejanya saat ini. Mulai dari laporan keangan perusahaan. Pencapaian setiap devisi dan laporan hasil pemasaran produk baru dari perusahaan mereka.
Di tengah kesibukan Yura memeriksa dan membaca berkas di atas mejanya, aktivitas Yura harus terganggu saat mendengar suara ketukan pintu dari luar. Suara Jeni yang terdengar menyebutkan namanya membuat Yura segera meminta Jeni untuk masuk.
__ADS_1
"Ada apa, Jeni?" Tanya Yura setelah Jeni berada di depannya.
"Di luar ruanga ada Nona Flower yang ingin bertemu dengan anda, Nona." Ucap Jeni.
Kening Yura mengkerut dalam mendengar informasi yang Jeni sampaikan. Bagaimana tidak, di waktu jam makan siang seperti ini untuk apa Flower datang menemuinya bahkan saat ini untuk pertama kaliny Flower datang mengunjungi perusahaannya.
"Apa dia menyebutkan tujuannya datang ke sini, Jeni?" Tanya Yura.
"Nona Flower berkata ingin memberikan sebuah undangan pada Nona dan dia ingin langsung menyerahkan undangan untuk Nona." Jawab Jeni.
"Persilahkan dia untuk masuk." Jawab Yura setelah mendengarkan jawaban Jeni.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Yura dan Rey update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Queenarađź–¤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.
__ADS_1