Kita Harus Menikah!

Kita Harus Menikah!
Mengajaknya untuk pergi


__ADS_3

"Hotel?" Ulang Alfin.


Rey mengangguk membenarkan.


"Untuk apa kau menyuruhku mencarikanmu hotel untuk menginap dengan Yura?" Tanya Alfin bingung.


"Turuti saja permintaanku dan jangan banyak bertanya." Jawab Rey.


Alfin dibuat semakin bingung. Ia menatap wajah Rey dengan intens mencoba mencari maksud ucapan Rey. Sesaat kemudian ia tersenyum miring saat menangkap sesuatu.


"Apa jangan-jangan kau ingin melakukan hal yang iya-iya pada Yura?" Goda Alfin.


Rey hanya diam. Ia tidak membenarkan ucapan Alfin dan tidak pula menyalahkannya.


"Sepertinya sebentar lagi aku akan mendapatkan ponakan yang lucu darimu dan Yura." Celetuk Alfin karena Rey tak menjawab ucapannya.


"Jangan sembarangan bicara." Ucap Rey lalu mendorong kursinya ke belakang hingga menimbulkan suara yang cukup keras.


"Kau ingin kemana?" Tanya Alfin.


"Kembali ke perusahaan." Jawab Rey singkat.


"Hey... kita bahkan baru selesai makan. Makanan yang baru saja masuk ke dalam mulutku bahkan masih dalam perjalanan menuju perut." Ketus Alfin.

__ADS_1


"Itu bukan urusanku." Ucap Rey lalu berlalu pergi.


Alfin dibuat mendengus karenanya. "Bisa-bisanya dia pergi begitu saja tanpa membayar makanannya lebih dulu." Ucap Alfin lalu menggelengkan kepalanya. Alfin pun memanggil salah satu pelayan dan memberikan beberapa lembar uang merah untuk membayar makanannya dan Rey.


*


Sampainya di perusahaan, Rey langsung melakukan panggilan telefon dengan Yura. Tak memakan waktu lama, dalam deringan pertama, telefon sudah tersambung dengan Yura. Tanpa basa-basi, Rey langsung meminta Yura untuk menyisihkan waktu agar pulang lebih awal hari ini dengannya.


Rey tidak menanyakan sama sekali pada Yura dimana istrinya itu makan siang dan dengan siapa ia makan siang. Menurut Rey saat ini itu semua tidak penting untuk ia bahas terlebih Yura pergi makan siang bukan hanya bersama Galang tapi juga bersama Rachel yang berstatus sebagai adik kandungnya.


Rey tidak ingin membuat Yura merasa dikekang karena rasa tidak sukanya itu. Lagi pula selama ini Yura masih bisa menjaga batasannya saat bersama Galang dengan tidak pernah pergi hanya berdua saja dengan Galang.


Tit


"Siapa? Kak Rey?" Tanya wanita itu yang tak lain adalah Rachel.


Yura mengangguk.


"Ada apa Kakak menelefonmu, tumben sekali?" Tanya Rachel.


"Kak Rey memintaku untuk pulang lebih awal hari ini. Sepertinya dia ingin mengajakku pergi ke suatu tempat." Jawab Yura.


"Tempat? Tempat apa itu?" Rachel terlihat penasaran.

__ADS_1


Yura menaikkan kedua bahunya. "Entahlah. Kak Rey tidak memberitahukannya padaku." Jawab Yura.


Rachel mengangguk saja. Otaknya kini mulai bertraveling memikirkan kemana Kakaknya itu akan membawa Yura.


"Tumben sekali Kakak membawa Yura pergi ke suatu tempat." Gumam Rachel.


Yura yang mendengar gumaman Rachel pun hanya menggeleng sebagai jawaban.


"Yura, bagaimana kalau besok kita makan siang bersama lagi dengan Galang di resto tadi?" Tawar Rachel.


Yura nampak diam dan berpikir. "Sepertinya tidak untuk besok. Aku tidak ingin terlalu sering bertemu dengannya." Jawab Yura.


Rachel menatap Yura dengan kening mengkerut. "Kenapa begitu? Bukankah sejak dulu Galang adalah teman baikmu dan juga aku?" Tanya Rachel.


"Ya, karena itu aku ingin menjaga sedikit jarak bertemu dengannya. Kau tahu saat ini aku sudah menikah. Aku tidak ingin ada pihak yang salah paham jika aku terlalu sering pergi bersamanya." Jelas Yura.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Yura dan Rey update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Queenarađź–¤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.

__ADS_1


__ADS_2