
Rachel segera bangkit dari duduknya dan berjalan menghampiri Kyara yang sudah hampir berada di anak tangga terakhir. "Mama, ada apa dengan Mama?" Rachel terlihat sangat cemas mengamati wajah sembab mamanya.
"Mama tidak apa-apa." Jawab Kyara seray tersenyum. Tangannya terulur mengusap rambut putrinya.
"Rachel, ayo kembali duduk." Ajak Gerry.
Rachel tak langsung mengiyakannya kerena ia ingin melanjutkan pertanyaannya pada Kyara. "Mama, ayo katakan Mama kenapa?" Tanyanya lagi seakan tidak percaya pada apa yang Kyara jawab tadi.
"Ayo duduk dulu." Bukannya menjawab pertanyaan putrinya, Kyara justru mengajak Rachel untuk duduk kembali seperti yang Gerry katakan.
"Baiklah." Rachel menurut dengan segera duduk di atas sofa.
"Mama." Rey yang sejak tadi diam pun angkat suara. Wajahnya yang datar terlihat sedikit cemas melihat wajah sembab Mamanya saat ini.
"Kenapa Mama menangis? Apa Papa menyakiti Mama?" Rachel yang sejak tadi merasa pertanyaannya tak kunjung terjawab pun bertanya dengan nada mendesak.
"Tidak. Papa tidak menyakiti Mama." Jawab Kyara menyangkal apa yang ada dalam pemikiran anaknya saat ini.
"Lalu kenapa Mama menangis?" Tanya Rachel lagi.
__ADS_1
"Mama menangis karena Mama baru mendapatkan kabar jika Ibu Nany pemilik kos tempat Mama tinggal dulu meninggal dunia. Mama merasa sangat sedih kerena Mama sudah menganggap Ibu Nany sebagai orang tua Mama sendiri saat Mama hidup sebatang kara di kota ini." Jawab Kyara.
"Nenek Nany meninggal?" Wajah Rachel berubah terkejut mendengarnya.
Mama Kyara pun mengangguk mengiyakannya.
"Oh astaga..." kedua bola mata Rachel mulai berkaca-kaca. "Kita harus segera pergi ke rumahnya sekarang juga!" Ajak Rachel cepat. Bagaimana pun juga sebagai anak dari Kyara, Rachel merasa berterima kasih pada Ibu Nany yang telah sangat berjasa membantu Mamanya dulu.
"Benar, ayo sekarang kita ke rumah Nenek Nany." Jawab Rey mengiyakan ajakan Rachel.
Papa Gerry pun mengangguk mengiyakan ajakan kedua anaknya. Niatnya tadi pagi ingin jujur pada Kyara tentang apa yang disembunyikannya selama ini terpaksa harus ia urungkan saat Kyara mendapatkan panggilan telefon dari anak Ibu Nany yang mengabarkan jika Ibu Nany telah tiada.
Setelah menghabiskan waktu kurang lebih tiga puluh menit perjalanan, akhirnya mobil yang dikendarai Rey tiba di depan rumah Ibu Nany. Terlihat di depan rumah Ibu Nany sudah ramai dengan para pelayat.
Mama Kyara, Papa Gerry dan Rachel turun lebih dulu dari mobil sedangkan Rey mencari tempat untuk memarkirkan mobilnya.
"Ayo kita turun." Ajak Rey pada Yura.
Yura mengiyakannya lalu turun dari dalam mobil sambil menahan kepalanya yang tiba-tiba saja sakit melihat keramaian di depannya saat ini.
__ADS_1
Setelah keluar dari dalam mobil Rey tidak lagi melihat keberadaan kedua orang tuanya selain Rachel yang tengah menunggu mereka turun dari mobil.
"Dimana Mama dan Papa?" Tanya Rey.
"Mama dan Papa sudah diajak masuk oleh anak Bu Nany." Jawab Rachel.
Rey mengangguk paham lalu mengajak istri dan adiknya ikut masuk ke dalam rumah Bu Nany.
"Yura, ada apa denganmu?" Tanya Rachel saat melihat Yura memegang kepalanya dengan mata terpejam.
"Emh, ya. Aku tak apa." Jawab Yura.
"Ada apa denganmu? Apa kau baik-baik saja?" Tanya Rey saat menyadari wajah istrinya tiba-tiba pucat saat ini.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, rate bintang 5 ⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️ dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Yura dan Rey update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Terjebak Cinta Tuan Marvel, ya🖤
__ADS_1
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.