Kita Harus Menikah!

Kita Harus Menikah!
Tidak akan melepaskannya


__ADS_3

"Kak Rey dan Rachel juga ikut." Jawab Yura.


"Benarkah?" Wajah Flower nampak berbinar mendengar pujaan hatinya juga berada di tempat yang sama dengannya saat ini.


"Flower..." Rania menegur putrinya yang terlihat begitu senang menyebutkan nama Rey.


"Tante... Om..." Yura mengabaikan kebahagiaan di wajah Flower saat ini dan memilih menyalimi Rania dan William.


"Mommy, Daddy, kalau begitu Flo masuk ke dalam dulu." Ucap Flower dan tanpa menunggu persetujuan dari Rania dan William berjalan tergesa-gesa masuk ke dalam rumah.


"Anak itu..." Rania merasa tidak enak dengan sikap putrinya saat ini.


"Yura, kenapa kau ada di sini dan tidak ikut masuk ke dalam?" Tanya William.


"Yura sudah masuk ke dalam tadi Om. Dan sekarang Yura berada di luar karena kepala Yura terasa sedikit sakit saat berada di dalam tadi, Om." Jawab Yura jujur.

__ADS_1


"Ohh begitu." William mengangguk paham.


"Yura, kalau begitu Tante dan Om masuk ke dalam dulu." Pamit Rania karena sudah tidak sabar mengejar putrinya yang sudah masuk ke dalam rumah lebih dulu.


Yura mengangguk mengiyakannya dan mempersilahkan Rania dan William masuk ke dalam rumah. Yura menghembuskan nafas bebas di udara setelah melihat Rania dan William masuk ke dalam rumah.


"Flower... sepertinya dia masih saja menaruh harapan yang besar pada Kak Rey. Tapi maaf Flower, untuk saat ini aku akan mempertahankan rumah tanggaku agar tetap utuh." Lirih Yura. Jika dulu ia merasa tidak enak pada Flower karena telah disebut merebut Rey dari Flower, tapi tidak untuk saat ini. Yura memilih teguh pada pendiriannya untuk mempertahankan rumah tangganya dan Rey dan tidak akan membiarkan satu orang pun merebut Rey dari sisinya. Bukan tanpa alasan Yura bersikap seperti saat ini, setelah mendengarkan ucapan dari Rachel dan merasakan setiap kebaikan yang diberikan Rey padanya membuat Yura percaya jika Rey juga menginginkan rumah tangga mereka tetap utuh dan berjalan seperti rumah tangga pada umumnya.


*


"Flower?" Wajah Rachel yang nampak sendu menatap pada jasad Ibu Nany berubah datar melihat kedatangan Flower.


Rey membiarkan Flower duduk di sebelahnya karena tidak mungkin ia membuat keributan di suasana duka seperti saat ini.


"Dia itu benar-benar..." lirih Rachel merasa tidak suka melihat sikap Flower saat ini. Sama halnya seperti Rey, Rachel membiarkan Flower bersikap sesukanya karena tidak ingin membuat kegaduhan.

__ADS_1


Setelah cukup lama berada di rumah Ibu Nany, akhirnya Gerry, Rey, Kyara dan Rachel pun beranjak untuk mengantarkan Ibu Nany ke tempat peristirahatan terakhirnya.


Rey terlihat keluar lebih dulu dari dalam rumah dan mencari keberadaan istrinya yang berada di luar rumah.


"Dimana dia?" Gumam Rey sambil mengedarkan pandangan mencari sosok istrinya berada. "Itu dia." Lanjut Rey kemudian saat matanya menangkap sosok istrinya yang sedang duduk bersama pelayat yang lainnya.


"Kak Rey?" Ucap Yura pelan saat Rey datang menghampirinya.


"Ayo ikut aku. Kita akan pergi memakamkan Ibu Nany." Ajak Rey pada Yura tanpa memperdulikan kumpulan wanita muda yang berada di dekat Yura saat ini yang terlihat tersipu melihat kehadirannya.


Yura mengangguk mengiyakannya lalu berpamitan pada wanita yang duduk di dekatnya untuk pergi bersama Rey.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, rate bintang 5 ⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️ dan komennya dulu, ya.

__ADS_1


Sambil menunggu Yura dan Rey update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Terjebak Cinta Tuan Marvel, ya🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.


__ADS_2