
"Maaf jika aku terlalu lancang dan menyakiti hatimu dengan berbicara seperti ini. Namun yakinlah jika aku berbicara seperti ini karena aku begitu menyayangimu dan juga kakakku. Aku tidak ingin ada kesalahpahaman di pernikahan kalian karena adanya orang ketiga." Lanjut Rachel kemudian.
Yura menggelengkan kepalanya. "Tidak, kau tidak salah, Chel." Jawab Yura.
"Apa kau sudah memahami apa yang aku katakan sejak tadi? Kakakku bukanlah pria romantis yang bisa mengungkapkan perasaannya lewat perkataannya. Dia hanyalah pria datar dan kaku yang hanya bisa menyampaikan isi hatinya lewat sikap dan perbuatannya padamu." Ucap Rachel.
Yura kembali diam meresapi apa yang Rachel katakan.
"Aku yakin setelah menikah dengan Kak Rey kau sudah dapat merasakan perubahan di dalam diri Kak Rey untukmu. Sikap Kak Rey jauh berubah setelah menikah denganmu. Bahkan Kak Rey lebih memprioritaskan dirimu dibandingkan dirinya sendiri." Ucap Rachel.
Yura tertegun untuk kesekian kalinya. Ia mencoba membuka hatinya agar yakin apa yang Rachel katakan itu benar adanya. Selama ini ia mencoba menyangkal arti setiap kebaikan Rey padanya. Namun setelah mendengarkan ucapan Rachel ia tidak bisa lagi menyangkal karena Rachel juga merasakan hal yang sama seperti dirinya.
"Yura, aku tegaskan kepadamu mulai saat ini kau harus menjaga kakakku dari yang namanya pelakor. Kau harus menjaga kakakku agar tetap bersamamu. Jangan sedikit pun kau memberikan celah pada pelakor untuk mengambil kakakku darimu. Kau tidak ingin menjadi janda di usia muda bukan? Kau juga tidak ingin menikah lebih dari satu kali bukan?" Pertanyaan Rachel kembali menohok hatinya.
Yura menganggukkan kepalanya tanda mengerti apa yang Rachel katakan. Dan sesaat kemudian ia menggeleng menjawab pertanyaan dari Rachel. "Aku tidak ingin." Ucapnya.
__ADS_1
"Jika kau tidak ingin apa yang kau miliki diambil orang lain maka kau harus memasang badan untuk menjaga milikmu agar tak berpaling dengan orang lain. Jadilah wanita yang tegas dan pemberani. Walau saat ini kau masih meragu dengan perasaan kakakku padamu, namun kau harus tetap menjaganya untuk selalu menjadi milikmu." Tekan Rachel.
"Baiklah, Chel. Aku akan berusaha menuruti apa yang kau katakan." Jawab Yura kemudian.
Rachel menganggukkan kepalanya. Saat ini ia cukup merasa senang dan lega karena akhirnya Yura mau mendengar apa yang ia katakan. Walau tidak bisa memastikan bagaimana perasaan kakaknya pada Yura saat ini, namun Rachel berharap Kak Rey sudah menyimpan rasa untuk Yura dan tinggal menunggu waktu untuk mengungkapkan rasa cintanya itu pada Yura.
"Rachel, Yura." Suara lembut Mama Kyara mengalihkan perhatian Yura dan Rachel ke sumber suara.
"Mama..." ucap Yura dan Rachel bersamaan.
"Sudah, Ma." Jawab Yura tersenyum.
"Baiklah, kalau begitu ayo temui Flower di taman samping." Ajak Mama Kyara.
Yura tak langsung mengiyakannya dan lebih memilih menatap wajah Rachel lebih dulu.
__ADS_1
Rachel menganggukkan kepalanya menyetujui ajakan mamanya. Setelah melihat respon dari Rachel membuat Yura segera menganggukkan kepalanya pada Mama Kyara. "Ayo, Ma." Balasnya.
"Rachel, ayo ikut Mama dan Yura." Ajak Mama Kyara pada putrinya.
"Baik, Mah." Jawab Rachel lalu menggandeng tangan Yura untuk berjalan beriringan dengannya.
Yura tersenyum mendapatkan perlakuan manis dari sahabatnya. Mereka pun berjalan masuk ke pintu samping yang terhubung dengan taman. Di dalam benak Yura saat ini pun mulai berpikir kenapa Mama Kyara tidak menanyakan keberadaan Rey karena ia hanya datang seorang diri.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Yura dan Rey update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Queenarađź–¤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.
__ADS_1