Kita Harus Menikah!

Kita Harus Menikah!
Di balik sikap dinginnya


__ADS_3

"Al!" Rey mencoba menahan Alfin yang hendak berbicara namun Alfin tak memperdulikan ucapannya.


"Apa kau ingin mendengar ceritaku Yura?" Tanya Alfin.


Yura pun dengan cepat mengangguk mengiyakannya. Pandangannya pun beralih pada Rey meminta suaminya itu agar diam karena ia ingin mendengarkan cerita dari Alfin. Alfin pun merasa puas melihat Rey yang akhirnya tak berkutik setelah mendengar permintaan dari Yura.


"Kak Alfin." Yura memandang Alfin penuh permintaan.


Alfin pun mengangguk dan memulai cerita panjangnya. "Setelah hari itu, di saat kau sudah memutuskan untuk ikut dengan nenekmu tinggal di desa, Rey terlihat berbeda tidak sama seperti biasanya. Walau wajahnya masih terkesan datar dan dingin namun aku tahu dia menyimpan kegundahan karena rencana kepergianmu. Saat itu, Rey terlihat gundah saat mengetahui kau membatalkan pertemanan di sosial mediamu denganmu. Bahkan tak tanggung sampai di situ. Kau juga terlihat tak lagi mengejarnya bahkan kau tidak berniat mengucapkan kata selamat tinggal sebagai kata perpisahan untuknya.


"Alfin!" Rey menaikkan nada suaranya karena sahabatnya yang sudah seperti ember bocor.

__ADS_1


"Kak Rey." Yura balik menyebut nama Rey dan memberikan tatapan perintah agar Rey diam karena dia begitu penasaran dengan penjelasan Alfin yang terdengar menarik di telinganya.


"Bisakah kau untuk diam? Aku belum selesai bercerita dengan Yura!" Sindir Alfin.


Rey terpaksa memilih diam terlebih saat ini istrinya terlihat menatapnya penuh perintah dengan wajah sendunya.


Alfin pun menghela nafas dan kembali melanjutkan ceritanya. "Dua tahun bukanlah waktu yang sebentar untukmu pergi, Yura. Kau tahu, setelah hari itu Rey terlihat lebih dingin pada semua orang yang ditemuinya termasuk pada diriku sendiri yang berstatus sebagai sahabatnya. Walau Rey selalu menyangkal dugaanku atas perubahan sikapnya namun aku percaya jika perubahannya terjadi karena kepergianmu."


"Walau perkataan Rey sejak dulu terdengar tidak mengenakkan kepadamu namun percayalah jika dia hanya ingin perasaannya melebur bersamaan dengan setiap sikap buruknya padamu. Yura... percayalah padaku jika setiap sikap buruk Rey selama ini itu hanya karena dia ingin menghilangkan perasaannya karena ia tidak ingin membuat wanita yang sangat dicintainya atau lebih tepatnya wanita yang telah melahirkannya merasa kecewa dengan apa yang ia rasakan."


Yura terdiam mencermati setiap apa yang Alfin katakan. Diamny Yura pun membuat Alfin melanjutkan ceritanya tanpa berniat menatap pada Rey yang nampak sudah merah padam karena kini rahasia hampir dibuka habis oleh sosok sahabatnya sendiri yang kini sudah berganti profesi sebagai seorang penggosip dan ember bocor pada Yura.

__ADS_1


"Yura, dibalik sikap buruk Rey yang selalu berkata pedas kepadamu setiap kali kau menemuinya dan mengejar-ngejarnya, sebenarnya Rey sangat senang melihat sikapmu itu. Apa kau sadar jika sejak kalian kecil Rey sudah menaruh perhatian lebih padamu lewat sikap dinginnya. Kau tidak akan pernah tahu di setiap kau menangis menanyakan kemana ayahmu pergi Rey selalu penasaran dengan apa yang menbuatmu menangis walau dia merasa enggan untuk mempertanyakannya langsung."


"Rey kecil hanya bisa menahan rasa penasarannya seorang diri dan lebih memilih memperlihatkan wajahnya padamu karena ia tahu jika setiap kau melihatnya maka kesedihanmu akan sedikit berkurang."


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, rate bintang 5 ⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️ dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Yura dan Rey update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Terjebak Cinta Tuan Marvel, ya🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.

__ADS_1


__ADS_2