Kita Harus Menikah!

Kita Harus Menikah!
Extra part (Semakin berisi)


__ADS_3

Melihat Rey mendekat pada mereka membuat perdebatan Flower dan Malik langsung berhenti.


"Ada apa?" Tanya Rey pada Malik.


"Maaf, tidak ada apa-apa, Tuan." Jawab Malik.


Rey tak membalas perkataan Malik justru menatap Flower dan Malik secara bergantian. "Ayo ikut saya." Ajak Rey pada Malik.


"Baik, Tuan." Jawab Malik patuh lalu melangkah mengikuti Rey setelah Rey berjalan menuju ruangan kerjanya.


"Ish... sopan sekali dia! Sungguh menyebalkan!" Gerutu Flower teruntuk pada Malik yang selalu memancing amarah dan emosinya.


Sementara Malik yang sudah berada di dalam ruangan kerja Rey mendapatkan tatapan yang tidak bisa diartikan oleh Rey.


"Ada apa, Tuan?" Tanya Malik karena sudah cukup lama mereka berada di dalam ruangan kerja Rey namun Rey hanya diam dan menatapnya.


"Tidak ada." Jawab Rey singkat dan berhasil membuat Malik bingung karenanya.

__ADS_1


Walau merasa bingung namun Malik memilih tidak mempertanyakan maksud ucapan Rey.


"Pastikan jika dia tidak akan membuat kekacauan selama berada di Surabaya nanti." Ucap Rey kemudian.


Malik dapat mengerti makna dia yang disampaikan oleh Rey. Dan ia juga mengerti jika saat ini Rey sedang memberikan pekerjaan tambahan untuknya selama di Surabaya nanti.


"Papa dan Om William meminta saya memastikan Flow baik-baik saja selama berada di Surabaya karena ini adalah perjalanan bisnis pertamanya. Mereka takut jika nanti Flow membuat kekacauan di sana." Ucap Rey.


Malik mengangguk mengerti. Gerry dan William pasti mencemaskan jika nantinya Flower bertindak di luar batas karena ada Rey di dekatnya.


"Baik, Tuan." Jawab Malik menurut. Walau tidak begitu menyukai tugas yang Rey berikan namun Malik akan melakukannya sebagai bawahan yang baik dan bertanggung jawab atas perintah atasannya.


Setelah menyampaikan maksud dan tujuaannya memanggil Malik masuk ke dalam ruangan kerjanya, Rey pun meminta Malik untuk keluar dari dalam ruangan kerjanya.


*


Malam harinya, di kediaman Rey dan Yura, Yura terlihat tengah mengeluarkan beberapa baju dari dalam lemarinya untuk dipasangkan ke tubuhnya.

__ADS_1


"Sayang, ada apa ini?" Tanya Rey dengan wajah cemas saat masuk ke dalam kamar melihat kamarnya berantakan dengan baju-baju Yura dan mendapatkan Yura yang tengah menangis sambil menutup wajah dengan kedua telapak tangannya.


"Sayang..." Rey mendekat pada istrinya lalu membuka tangan Yura yang menutupi wajahnya. "Kenapa kau menangis, hem?" Tanya Rey.


"Kak..." Yura berucap lirih sambil memasang wajah sendu.


"Ya?" Rey menangkap ada yang tidak beres pada istrinya.


"Apa tubuhku terlihat semakin berisi saat ini? Aku sudah sangat besar dan sulit memakai baju akhir-akhir ini. Bahkan tadi aku tidak mendapatkan baju yang pas untuk aku bawa ke Surabaya nanti." Adu Yura sambil menangis.


Mendengar aduan istrinya tentu saja membuat Rey terkejut mendengarnya karena istrinya menangis karena tubuhnya yang semakin membesar dan baju-bajunya yang tidak lagi muat.


"Sayang... jika kau bersedih karena kau tidak memiliki baju yang pas untuk dibawa ke Surabaya kita bisa membeli baju yang baru untukmu besok di butik." Tutur Rey lembut pada istrinya sambil mengusap-usap punggung istrinya.


***


Silahkan mampir ke lanjutan cerita Flower dan Malik yang berjudul One Night Love Tragedy, ya. Caranya tinggal klik profil shy dan cari cover novel One Night Love Tragedy. Terima kasih🤗

__ADS_1


__ADS_2