
Mobil milik Galang yang dikendarai oleh Roy telah sampai di proyek pembangunan mall. Saat mobil baru saja masuk ke dalam proyek, tatapan mata Galang sudah disuguhkan dengan pemandangan Rey dan Yura yang sedang bersalaman di depan pintu mobil.
"Ternyata Nona Yura sudah sampai lebih dulu." Ucap Jeni yang turut menatap ke arah Yura.
Galang menghiraukan ucapan Jeni. Ia mengalihkan pandangannya ke arah lain agar tak melihat adegan yang menyakiti hatinya saat ini.
"Tuan Galang, ayo turun." Ajak Jeni setelah Roy memarkirkan mobilnya.
Galang menatap ke arah depan. Ia tak lagi melihat keberadaan Rey dan Yura karena posisi mobilnya tengah membelakangi Rey dan Yura.
"Baiklah." Ucap Galang lalu turun dari dalam mobil.
Jeni turut turun dari dalam mobil setelah Galang turun. Roy pun ikut turun setelah melihat Jeni turun dari dalam mobil.
"Nona Yura." Jeni berjalan menghampiri Yura yang tengah tersenyum manis kepadanya. Setelah sampai di depan Yura, Jeni menganggukkan kepalanya pada Rey yang berada di samping Yura.
"Tuan Rey." Sapanya pada Rey.
"Ya." Jawab Rey sambil mengangguk.
"Apa anda sudah lama sampai, Nona?" Tanya Jeni.
"Emh, tidak. Aku dan Kak Rey baru saja sampai, Jeni." Jawab Yura.
__ADS_1
Jeni menganggukkan kepalanya. "Saya cukup kaget mendengar Nona pindah hotel tadi malam. Tapi saya merasa tenang saat mengingat Nona pergi bersama dengan Tuan Rey." Ucap Jeni.
"Ya. Aku dan Kak Rey memutuskan pindah hotel karena kami ingin berada di hotel yang sama dengan Kak Aidan dan keluarganya." Jawab Yura.
"Apa? Maksud anda Tuan Aidan juga berada di sini, Nona?" Tanya Jeni.
Yura mengangguk. "Aku juga tidak percaya jika Kak Aidan juga berada di kota yang sama dengan kita saat ini. Apa lagi dia tidak membahas apa pun di grup keluarga kami tentang kepergiannya." Jelas Yura.
Jeni mengangguk-angguk saja mendengarnya.
"Ehem." Deheman yang terdengar cukup keras dari Galang membuat perhatian Rey, Yura dan Jeni teralihkan ke sumber suara.
"Selama pagi Tuan Rey." Sapa Galang sambil mengulurkan tangan pada Rey.
"Saya tidak menyangka jika anda akan kembali datang ke pembangunan proyek kami saat ini." Ucap Galang sekedar basa-basi.
Rey dapat menangkap maksud Galang saat ini. "Saya datang karena mengantarkan istri saya." Jawab Rey sekenanya.
Galang tersenyum tipis mendengar jawaban dari Rey.
"Yura, kalau begitu aku pergi dulu. Kabari aku jika kau sudah ingin kembali ke hotel." Ucap Rey pada Yura.
"Baik, Kak. Hati-hati di jalan." Jawab Yura.
__ADS_1
Rey mengiyakannya lalu berpamitan pada Galang dan Jeni.
"Akhirnya dia pergi juga." Gumam Galang pelan namun dapat didengar jelas oleh Jeni. Sedangkan Yura, ia tak mendengar ucapan Galang karena fokus pada kepergian suaminya saat ini.
"Kenapa Tuan Galang berbicara seperti itu? Dia seperti tidak suka dengan kehadiran Tuan Rey di sini." Ucap Jeni dalam hati.
"Ayo kita mulai bekerja." Ajak Yura pada Galang dan Jeni.
"Tunggu sebentar. Roy masih ada urusan bersama salah satu pekerja di sini." Jawab Galang.
"Oh, baiklah." Yura mengangguk paham.
"Oh ya, Yura. Apa setelah pulang kemarin kau langsung dibawa pergi oleh suamimu pindah ke hotel yang baru?" Tanya Galang.
"Kenapa kau bertanya seperti itu? Apa kepindahanku menjadi sebuah kesalahan?" Tanya Yura tanpa menjawab pertanyaan Galang.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Yura dan Rey update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Queenarađź–¤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.
__ADS_1