Kita Harus Menikah!

Kita Harus Menikah!
Anakku sudah menikah


__ADS_3

"Pengganggu?" Ulang Yura.


"Ayo duduklah." Ajak Rey.


Yura menurutinya. Ia pun duduk di kursi yang berhadapan dengan Rey. Suasana cafe yang baru mereka kunjungi saat ini tak kalah nyaman dari cafe yang tadi mereka singgahi.


"Silahkan, Tuan." Seorang pelayan yang baru saja datang menghampiri mereka memberikan daftar menu pada Rey.


"Kau ingin minum apa?" Tanya Rey.


"Aku tidak minum. Untuk Kakak saja." Jawab Yura karena ia sudah tidak berselera minum minuman dingin karena baru saja meminumnya.


Rey mengangguk lalu mengatakan minuman pesanannya dan satu mangkok es krim untuk Yura.


"Kenapa Kakak memesan es krim juga? Apa es krim itu untuk Kakak?" Tanya Yura.


"Untukmu." Jawab Rey singkat namun berhasil membuat Yura melebarkan senyumannya.


"Benarkah begitu?" Tanya Yura namun Rey tak membalasnya.


Yura tak melunturkan senyumannya. Ia sudah tidak sabar menantikan es krim rasa vanilla yang baru saja dipesan Rey datang dan masuk ke dalam mulutnya.


"Kau terlihat tidak sabar sekali menanti es krimmu datang. Bukankah tadi kau bilang jika sudah kenyang?" Cibir Rey.


"A-aku..." Yura terbata lalu menggaruk keningnya yang tidak gatal. Tidak mungkin ia mengatakan pada Rey apa yang tadi membuatnya tidak berselera hingga tak menghabiskan makanannya.

__ADS_1


Sementara Rey menatap Yura dengan datar lalu mendengus karena sudah tahu apa yang ada di dalam pemikiran Yura saat ini.


*


Di tempat yang berbeda, Kyara, Gerry, William dan Rania nampak duduk saling berhadapan. Malam ini mereka memang sudah membuat janji untuk bertemu untuk membahas suatu hal yang penting dan tidak boleh diketahui oleh anak-anak mereka terlebih untuk Flower.


"Jadi hal penting apa yang ingin kalian bicarakan?" Tanya William membuka percakapan di antara mereka.


Gerry menghela nafas sesaat. "Maaf jika informasi yang aku berikan akan mengecewakan kalian." Ucap Gerry.


"Katakan saja tidak perlu basa-basi." Jawab William santai.


Gerry mendengus mendengarnya. Ia pun mengalihkan pandangan pada Rania yang nampak tidak sabar menunggu jawaban darinya.


"Sebelum aku mengatakannya, Aku harap setelah mendengarkannya kalian dapat memahaminya." Ucap Gerry.


"Jadi?" William menatap Gerry dengan sebelah alis terangkat.


"Perjodohan di antara anak-anak kita tidak bisa dilanjutkan." Ucap Gerry.


"Apa?" William nampak terkejut mendengarnya.


"Tapi kenapa, Kak?" Tanya Rania yang turut terkejut.


"Itu semua karena putraku Rey saat ini sudah menikah." Jawab Rey.

__ADS_1


"Sudah menikah?!" Ucap Rania dan William secara berbarengan.


Gerry mengangguk sebagai jawaban. Sementara Kyara mengelus tangan Rania yang berada di atas meja.


"Kau jangan bercanda, Gerry! Bagaimana bisa putramu sudah menikah? Dan dengan siapa dia menikah?" Cecar William.


"Putraku memang sudah menikah dengan Yura. Putri dari Tuan Rangga dan Nyonya Vara." Jawab Gerry.


"Apa?!" William menggebrak meja sangking terkejutnya. "Kau jangan bercanda, Gerry!" Hardik William tak percaya.


"Sejak kapan kau melihatku bercanda dalam hal seperti ini?" Tanya Gerry dengan wajah serius.


William dibuat terdiam mendengar ucapan Gerry. Ia dapat melihat dengan jelas jika saat ini Gerry sedang tidak bercanda dengan apa yang ia ucapkan.


"Tapi bagaimana bisa?" Tany Rania yang turut tak percaya mendengarnya.


"Semuanya terjadi begitu saja." Ucap Gerry lalu mulai menjelaskan awal mula kejadian yang membuat anak dan menantunya akhirnya menikah. William dan Rania pun dibuat semakin terkejut setelah mendengar apa yang Gerry jelaskan pada mereka.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Yura dan Rey update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Queenarađź–¤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.

__ADS_1


__ADS_2