Kita Harus Menikah!

Kita Harus Menikah!
Kemana dia pergi?


__ADS_3

Setengah jam berlalu Rey terlihat datang tanpa membawa tas kerjanya. Flower yang melihat penampilan Rey yang sedikit berbeda pagi itu nampak bingung karena Rey terlihat seperti orang yang tidak ingin pergi bekerja.


"Selamat pagi, Tuan Rey." Sapa Flower ramah dengan senyuman manis terkembang di wajah cantiknya.


Rey menatap sekilas pada Flower lalu berdehem sebagai jawaban. Tanpa mengucapkan sepatah kata pun pada Flower yang sudah terlihat baik-baik saja pagi itu, Rey pun masuk begitu saja ke dalam ruangan kerjanya.


Melihat reaksi Rey padanya membuat Flower hanya bisa menghela nafas kasar karena untuk yang kesekian kalinya Rey hanya memperlihatkan sikap datar dan dinginnya padanya.


"Sabar, Flow... kau harus bersikap tenang untuk kali ini." Gumam Flower menenangkan hatinya yang mulai memanas kembali.


Tak berselang lama setelah Rey masuk ke dalam ruangan kerjanya, Malik terlihat keluar dari dalam ruangan kerjanya sambil membawa beberapa berkas di tangannya menuju ruangan Rey. Dan seperti biasanya, Flower memilih sibuk mengerjakan tugasnya dan seperti tidak melihat pergerakan Malik.


Malik yang tidak memperdulikan sikap Flower memilih acuh dan masuk ke dalam ruangan Rey.


Ceklek


Suara pintu ruangan yang terbuka membuat perhatian Rey teralihkan ke arah pintu. Malik terlihat masuk ke dalam ruangan dan berjalan ke arah Rey berada.

__ADS_1


"Apa kau sudah mempersiapkannya?" Tanya Rey.


Malik mengangguk mengiyakannya. "Ini, Tuan." Ucapnya sambil menyerahkan berkas di hadapan Rey.


Rey menerima berkas yang diberikan Malik dan membacanya sekilas. "Aku harus pergi pagi besok. Aku harap kau dapat menjalankan tugasmu dengan baik." Ucap Rey.


Malik mengangguk. "Baik, Tuan." Jawabnya patuh.


"Dan pastikan selama aku tidak ada istriku akan baik-baik saja." Titah Rey.


Malik kembali mengangguk mengiyakan ucapan Tuannya. Ia paham bagaimana kegelisahan Rey saat ini yang akan meninggalkan istrinya dalam waktu cukup lama.


"Baik, Tuan." Balas Malik lalu mengantarkan Rey keluar dari dalam ruangannya.


Setelah keluar dari dalam ruangan kerjanya, perhatian Flower teralihkan pada Rey yang nampak seperti ingin pergi meninggalkan perusahaan.


"Tuan Rey ingin kemana?" Tanya Flower.

__ADS_1


"Saya tidak bekerja hari ini. Saya harap anda dan Malik dapat bekerja sama dengan baik." Balas Rey dengan wajah datarnya.


"Tidak bekerja?" Flower berucap lirih.


Rey tidak lagi menggubris ucapan Flower dan memilih melangkah ke arah lift dikuti Malik di belakangnya.


"Kenapa Kak Rey tidak bekerja hari ini? Kemana dia akan pergi?" Flower merasa sangat penasaran kemana Rey akan pergi. Namun rasa penasarannya itu harus ia pendam karena ia sadar jika ia tidak bisa mendapatkan jawaban dari mana pun selain dirinya sendiri yang berusaha mencari jawaban itu.


Sementara Rey yang sudah masuk ke dalam lift langsung melakukan panggilan telefon dengan istrinya yang ia perkirakan sudah sampai di perusahaan Dharma saat ini.


"Aku akan datang menghampirimu." Ucap Rey setelah panggilan terhubung.


Belum sempat Yura menjawab ucapannya, Rey sudah mematikan sambungan telefon begitu saja. Bukannya ingin bersikap tidak sopan pada istrinya, hanya saja Rey ingin menjawab semua pertanyaan Yura saat ia telah berada di hadapan istrinya itu. Dan yang pasti, Rey sudah menyiapkan jawaban jika Yura merasa terkejut kenapa keberangkatannya ke negara A dimajukan menjadi esok hari.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.

__ADS_1


Sambil menunggu Yura dan Rey update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Terjebak Cinta Tuan Marvel, ya🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.


__ADS_2