Kita Harus Menikah!

Kita Harus Menikah!
Dia tidak hadir?


__ADS_3

"Ya, Kakak dimana?" Alula kembali bertanya. "Apa Kakak tidak datang? Bunda dan Ayah mempertanyakan keberadaan Kakak dan bukan hanya itu saja, Om William dan Tante Rania juga mempertanyakannya." Lanjut Alula kemudian.


"Kakak masih di rumah." Jawab Yura sambil menatap pada suaminya yang masih terlelap.


"Masih di rumah? Apa Kakak tidak datang?" Tanya Alula sedikit keras hingga Rachel yang berada tidak jauh darinya dapat mendengarnya.


"Ehm..." Yura nampak ragu untuk menjawabnya karena ia tidak mungkin datang begitu saja jika Rey tidak mengizinkannya.


"Kak Yura?" Alula kembali memanggil nama Yura.


"Ya. Tunggulah sebentar, Kakak akan datang." Jawab Yura. Alula pun mengiyakannya. Setelah mendapatkan jawaban dari Yura, Alula pun mematikan sambungan telefonnya.


"Huft..." Yura menghembuskan nafas bebas di udara. "Bagaimana ini, apa aku harus datang? Aku sungguh tidak enak pada Tante Rania dan Om William yang selalu baik padaku." Lirih Yura. Setelah cukup berpikir, akhirnya Yura mengambil keputusan untuk pergi namun sebelumnya memilih untuk membangunkan Rey lebih dulu.


"Kak Rey..." ucap Yura pelan sambil menggoyangkan tubuh Rey.


Kedua kelopak mata yang tertutup rapat itu akhirnya terbuka saat merasa terganggu dengan pergerakan yang Yura berikan.


"Ada apa?" Tanya Rey parau.

__ADS_1


"Kak Rey ayo bangun dulu." Ucap Yura pelan.


Rey dengan perlahan bangkit dari pembaringannya dan menatap pada Yura. "Ada apa?" Tanyanya lagi.


"Kak Rey, izinkan aku untuk datang ke pesta Flower. Aku sungguh tidak enak pada Tante Rania dan Om William yang menanyakan keberadaanku." Pinta Yura.


Rey menatap wajah penuh harap istrinya. Rey menghela nafas sesaat sebelum menjawab permintaan Yura. "Jika kau memang ingin pergi maka pergilah." Jawab Rey pada akhirnya.


Yura tersenyum mendengarnya. "Apa Kakak juga ikut?" Tanya Yura.


"Tidak." Jawab Rey singkat.


*


Di kediaman William dan Rania, Flower nampak berdiri dengan gelisah di depan para tamu undangan karena tidak kunjung melihat kedatangan Rey di sana. Jika untuk kedatangan Yura, Flower tidak begitu memperdulikannya karena saat ini fokusnya hanya pada Rey.


"Kemana Kak Rey, apa mungkin dia tidak datang ke acara ini? Tapi tidak mungkin Kak Rey tidak datang. Dia tidak mungkin membuatku kecewa." Flower masih berusaha berpikiran positif jika Rey akan datang ke acara ulang tahunnya.


"Flower, ada apa?" Mom Rania yang sejak tadi memperhatikan kegelisahan putrinya pun bertanya.

__ADS_1


"Apa Kak Rey belum datang juga, Mom?" Tanyanya.


Rania mengangkat kedua bahunya. "Mom tidak tahu. Jika kegelisahanmu hanya karena Rey tidak datang sebaiknya kau menghilangkan rasa gelisahmu itu sekarang juga." Titah Rania.


Flower menatap wajah Mommynya dengan wajah masam.


"Lebih baik sekarang kita mulai acaranya karena para tamu undangan sudah banyak yang hadir." Titah Rania.


"Tapi Mommy..." Flower menghentikan ucapannya saat melihat tatapan penuh peringatan di wajah Mommynya.


Dari tempat yang tidak terlalu jauh dari mereka berada, Rachel nampak menatap malas pada Flower yang masih saja menunggu kedatangan Kakaknya. "Apa dia sudah tidak punya rasa malu menunggu kehadiran pria yang sudah berstatus suami dari wanita lain. Bagaimana bisa dia mengulur waktu memulai acara malam ini hanya karena Kak Rey tidak hadir." Rachel dibuat tak habis pikir dengan jalan pemikiran teman kecilnya itu.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Yura dan Rey update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Queenarađź–¤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.

__ADS_1


__ADS_2