Kita Harus Menikah!

Kita Harus Menikah!
Ada apa dengan Yura?


__ADS_3

"Jika kau tidak ingin kehilangan Kyara kau tidak akan melakukan ini semua. Kau tahu jelas bagaimana jahatnya wanita itu hingga berniat menghilangkan nyawa istrimu saat itu. Dan sekarang, kau melupakan itu semua dengan memilih merawatnya dengan baik! Kau sungguh keterlaluan Gerry!" Amarah Riana yang belum surut kembali bangkit mengingat sikap buruk anaknya itu.


Papa Johan pun kembali berusaha menenangkan istrinya. Pun dengan Rey yang turut serta menenangkannya karena Rey tidak ingin penyakit neneknya kembali kambuh dan berakibat buruk pada kesehatannya.


Sementara Gerry hanya bisa diam tanpa berani lagi untuk bersuara karena ia tahu kemarahan mamanya saat ini disebabkan oleh dirinya sendiri. Setelah cukup lama mengeluarkan amarah pada putranya, Riana pun dibawa pulang oleh Papa Johan. Namun sebelum pergi meninggalkan apartemen Gerry, Riana memberikan perintah yang sangat tegas pada Gerry untuk menghentikan tindakan bodohnya saat ini dan berkata jujur pada Kyara tentang apa yang telah disembunyikannya selama ini.


Gerry hanya bisa diam dengan kepala tertunduk mendengar perintah mamanya karena saat ini ia belum bisa mewujudkan keinginan Mamanya mengingat kondisi Ketty yang semakin memburuk.


*


Dua minggu kemudian.


"Yura, kau kenapa?" Tanya Rachel merasa cemas saat terbangun dari tidurnya mendengarkan Yura yang sedang muntah-muntah di dalam kamar mandi.


"A-aku tidak apa—" ucapan Yura terhenti: "Hoek." Yura kembali memuntahkan cairan dari dalam mulutnya.

__ADS_1


"Yura..." wajah Rachel semakin cemas. Rachel pun memijit tengkuk Kyara untuk membantu menghilangkan rasa mual Yura saat ini.


"Hoek, hoek." Yura tak kuasa menahan perutnya yang tengah bergejolak hebat saat ini. Rachel pun hanya bisa membantu Kyara dengan terus memijat tengkuk Yura hingga akhirnya rasa mual yang Yura rasakan mulai hilang.


"Yura!" Rachel menahan tubuh Yura yang terasa sangat lemah setelah selesai membasuh wajahnya.


"Chel..." Yura berucap lirih sambil memejamkan kedua kelopak matanya.


"Ayo kita keluar dari sini." Dengan gerakan hati-hati Rachel menuntun Yura keluar dari dalam kamar mandi dan merebahkan tubuh Yura di atas ranjang.


"Terima kasih, Chel." Lirih Yura.


"Sepertinya asam lambungku naik." Jawab Yura lirih.


Rachel menghela nafas mendengarkan jawaban dari Yura. "Yura... bukankah sudah aku katakan agar kau menjaga pola makanmu dengan baik? Aku lihat selama Kak Rey pergi ke luar negeri kau selalu tidak menghabiskan makananmu bahkan sering telat makan." Ucap Rachel.

__ADS_1


"Maaf, tapi aku merasa tidak berselera untuk makan, Chel." Jawab Yura.


"Yura... jika kau terus seperti ini kau bisa saja sakit dan dirawat di rumah sakit. Dan sampai itu terjadi, aku yakin jika Kak Rey akan memarahiku karena tidak menjagamu dengan benar."


Wajah Yura yang terlihat lesu seketika tersenyum mendengarkan ucapan dan ekspresi Rachel yang terlihat lucu di matanya.


"Kenapa kau tertawa? Apa kau sangat ingin jika Kak Rey memarahiku?" Gerutu Rachel.


"Tentu saja tidak. Tapi aku yakin Kak Rey tidak akan memarahimu." Jawab Yura pelan.


Rachel menggeleng mendengarkan jawaban dari Yura. "Yura, Yura, kau tahu jelas jika Kak Rey menitipkanmu padaku dan harus aku jaga dengan baik. Jika kau masih tetap seperti ini, sepertinya aku akan berpikir kembali untuk memberitahukan Kak Rey tentang kesehatanmu akhir-akhir ini." Ucap Rachel sedikit mengancam.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.

__ADS_1


Sambil menunggu Yura dan Rey update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Terjebak Cinta Tuan Marvel, ya🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.


__ADS_2