
"Flower, jaga nada suaramu!" Mom Rania menegur putrinya.
Flower tak menghiraukan ucapan Mommynya justru tetap menatap wajah Rey intens.
"Kak Rey..." Flower kembali bersuara karena Rey tak kunjung menjawab ucapannya.
"Bukankah aku sudah mengirimkan pesan pada Tante Rania dan Om William jika ada pekerjaan yang harus aku tangani?" Tanya Rey.
Flower terdiam beberapa saat karena jawaban Rey sama persis dengan jawaban yang Yura katakan padanya.
"Kenapa Kak Rey bisa mengatakan hal yang sama seperti yang aku katakan pada Flower tadi?" Gumam Yura menatap interaksi suaminya dan Flower.
"Kak Rey pasti berbohong." Jawab Flower pada akhirnya.
"Untuk apa aku berbohong? Dan apa untungnya jika aku berbohong?" Tanya Rey.
"Flower..." Mom Rania kembali menegur putrinya. Ia merasa tak habis pikir dengan sikap Flower yang sudah berubah akhir-akhir ini pada Rey. Bahkan putrinya itu tidak bisa menjaga tutur katanya pada Rey.
Flower memilih diam dengan mata yang sudah berkaca-kaca. Rasanya ia sangat ingin menjawab pertanyaan Rey. Namun niat itu ia urungkan karena tidak ingin terbawa emosi dengan perasaannya saat ini.
"Rania... William, Flower. Kalau begitu kami pamit pulang dulu. Terima kasih atas jamuan kalian malam ini." Ucap Gerry setelah melihat Flower dan Rey sudah tak lagi bersuara.
"Baiklah. Terima kasih atas kehadiran kalian dan hati-hati di jalan." Jawab William.
__ADS_1
Gerry menganggukkan kepalanya begitu pun dengan Kyara, Yura dan Rachel. Gerry pun mengajak keluarganya berjalan ke arah mobil mereka berada.
"Dia itu sungguh tidak tahu malu, ya." Gerutu Rachel pelan.
"Rachel..." Kyara yang mendengarkan ucapan putrinya pun menegur Rachel.
Rachel hanya tersenyum kaku melihat mamanya yang kini tengah menggeleng padanya. Sementara Yura terlihat tersenyum melihat ekspresi Rachel saat ini.
"Yura kemarilah." Rachel menarik tangan Yura agar mendekat padanya.
"Ada apa Chel?" Tanya Yura sambil terus melangkah.
"Kau lihat sendiri bukan bagaimana sikap Flower tadi. Dia sungguh tidak tahu malu berkata seperti itu pada Kak Rey di depan dirimu. Melihat sikapnya tadi kau sudah harus lebih waspada karena bisa saja untuk selanjutnya dia bisa bersikap lebih dari tadi." Pesan Rachel.
"Kau jangan mengangguk-angguk saja. Kau harus melakukan apa yang aku perintahkan padamu!" Sungut Rachel.
"Iya-iya." Balas Yura tak ingin berdebat dengan adik ipar sekaligus sahabatnya itu.
"Yura." Rey terdengar memanggil nama Yura.
Yura menatap pada Rey yang tengah menatapnya lalu mengalihkan pandangan pada mobilnya.
"Rachel, kalau begitu aku pulang dulu bersama Kak Rey. Terima kasih untuk malam ini." Pamit Yura.
__ADS_1
Rachel memeluk tubuh Yura barang sejenak. "Sama-sama. Sampai berjumpa lagi." Ucap Rachel tersenyum.
Yura turut tersenyum lalu berpamitan pada Mama Kyara dan Papa Gerry. Setelah berpamitan, ia segera melangkah ke arah suaminya yang tengah menunggu kedatangannya.
"Ayo masuk." Perintah Rey lembut.
Yura mengangguk lalu masuk ke dalam mobil. Setelah melihat Yura masuk ke dalam mobil, Rey pun berjalan ke arah Mama Kyara dan Papa Gerry.
"Mama, Papa, aku pamit pulang dulu." Pamit Rey.
Mama Kyara mengangguk mengiyakannya. "Hati-hati di jalan." Ucapnya.
"Baik, Mah." Balas Rey lalu melangkah kembali ke arah mobilnya berada.
Setelah masuk ke dalam mobilnya, Rey menatap pada Yura yang kini tengah menatapnya dengan tatapan tak terbaca.
"Ada apa?" Tanyanya.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Yura dan Rey update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Queenarađź–¤
__ADS_1
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.