
Hari demi hari berlalu setelah malam itu dimana Yura dan Rey saling mengungkapkan perasaan mereka masing-masing, hubungan di antara keduanya pun terjalin semakin dekat. Walau dengan sikap Rey yang datar dan dingin sangt sulit diubah, Yura tak mempermasalahkannya. Karena menurutnya di balik sikap Rey yang terkesan datar dan dingin, suaminya itu menyimpan rasa perhatian yang lebih kepadanya terlebih kini sudah ada tiga sosok malaikat kecil yang tengah bersemayam di dalam perutnya.
Seperti pagi ini, Rey kembali menunjukkan sikap manisnya dengan mempersiapkan susu hamil untuk Yura. Ya, setelah mengetahui Yura hamil saat itu, Rey memilih dirinya sendirilah yang membuatkan susu hamil untuk Yura selama ia ada di rumah.
"Diminum dulu." Ucap Rey menyerahkan susu hamil pada Yura setelah Yura menghabiskan sarapan paginya.
"Terima kasih, Kak." Jawab Yura.
Rey mengangguk lalu mengelus kepala Yura. Setelahnya ia kembali duduk di kursi dan memperhatikan Yura yang tengah meminum susu hamilnya. Dan seperti biasanya Rey dibuat tersenyum sendiri melihat Yura yang kesulitan menghabiskan susu hamilnya karena wanita itu tidak terlalu menyukai susu.
"Apa kau ingin aku mengganti varian rasa baru untuk susu hamilmu besok?" Tawar Rey.
Yura dengan cepat menggeleng. Kali ini sudah yang ketiga kalinya Rey menggantikan rasa susu hamilnya namun tetap saja membuatnya merasa mual setelah susu hamil itu masuk ke dalam mulutnya.
Rey mengangguk paham. "Walau kau tidak menyukai susu hamil tapi kau harus tetap meminumnya untuk kesehatan anak-anak kita." Ucap Rey lembut namun penuh ketegasan.
__ADS_1
"Baik, Kak." Jawab Yura mengiyakan perkataan suaminya.
"Kalau begitu aku ke kamar dulu untuk mengambil tas. Kau tunggu saja di ruang tamu biarkan aku yang mengambilkan tas milikmu." Titah Rey.
Yura mengangguk saja. Setelah kepergian Rey ke kamarnya, Yura pun bangkit dari duduknya dan melangkah ke ruang tamu untuk menunggu Rey di sana.
"Huh, kenapa aku merasa kaki ini semakin berat untuk melangkah." Keluh Yura saat tengah melangkah ke arah ruang tamu. Ia pun terus melangkah sambil mengelus perutnya yang sudah membuncit.
"Apa benar efek kehamilan kembar tiga seperti ini membuat kakiku kesulitan untuk berjalan?" Yura tersenyum sendiri karena sadar kakinya yang berat untuk melangkah disebabkan oleh tubuhnya yang sudah semakin berisi.
"Ayo berangkat." Ajak Rey pada Yura.
Yura mengiyakannya lalu mengulurkan sebelah tangannya pada Rey. Hal yang sudah biasa ia lakukan akhir-akhir ini karena tubuhnya terasa berat untuk bangkit.
Rey pun membantu istrinya untuk bangkit lalu mereka pun melangkah bersamaan keluar dari dalam rumah.
__ADS_1
"Padahal kandunganku belum terlalu besar tapi kenapa aku sudah kesulitan berjalan dan menggerakkan tubuhku yang lain seperti ini." Keluh Yura setelah masuk ke dalam mobil.
Rey tersenyum tipis saja mendengar keluhan istrinya itu. Entah mengapa di kehamilan pertama Yura saat ini membuat Yura menjadi sangat mudah lelah dan menggerakkan tubuhnya.
"Jika kau sudah merasa lelah dan kesulitan untuk bergerak, kau bisa mengajukan pada Papa dan Aidan agar bekerja dari rumah saja." Saran Rey.
Yura terdiam dan menyesal karena telah mengeluh pada Rey. Untuk yang kesekian kalinya suaminya itu menyarankan secara tidak langsung agar ia tidak bekerja dan menetap di rumah saja namun sampai saat ini Yura masih merasa enggan untuk melakukannya.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, rate bintang 5 ⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️ dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Yura dan Rey update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Terjebak Cinta Tuan Marvel, ya🖤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.
__ADS_1