Kita Harus Menikah!

Kita Harus Menikah!
Extra part (Menemui pujaan hati)


__ADS_3

"Tentu saja untuk menemani Kakak dan Yura liburan." Jawab Rachel mencoba tersenyum dan tenang.


"Rachel, ayo duduk dulu." Ajak Yura memecah ketegangan di antara kakak beradik itu.


Rachel mengiyakannya lalu duduk di sofa yang berada di sudut kamar.


"Yura, maaf telah mengganggu waktumu bersama Kak Rey pagi ini. Tapi aku janji setelah siang nanti aku akan pindah ke kamar penginapanku." Ucap Rachel.


Yura tersenyum lalu mengusap lengan Rachel. "Tak apa. Kau tidak menggangguku." Jawab Yura.


Rachel tersenyum senang mendengar jawaban Yura. "Terima kasih, Yura. Kau memang tidak pernah merasa direpotkan olehku." Kelakar Rachel.


"Sama-sama." Jawab Yura seraya tersenyum.


Perhatian Yura pun beralih pada Rey yang terlihat masam menatap pada mereka. "Kak Rey mandilah lebih dulu. Aku ingin berbicara sebentar dengan Rachel." Ucap Yura.


"Baiklah." Jawab Rey menurut lalu melangkah ke arah kamar mandi.

__ADS_1


Setelah kepergian Rey, Yura pun langsung menanyakan maksud dan tujuan Rachel sebenarnya datang ke Surabaya.


"Sekarang ayo katakan, hal apa yang membawamu datang ke sini?" Tanya Yura dengan tatapan menyelidik.


Rachel tersenyum jenaka. Ia pun mendekatkan bibirnya di kuping Yura lalu membisikkan sesuatu di sana.


"Apa?" Yura terbelalak mendengarkan bisikan Rachel. Benar saja dugaannya jika Rachel datang ke Surabaya memiliki maksud dan tujuan lain.


"Jari kau ingin menemui pria idamanmu itu?" Tanya Yura setelah Rachel menjauhkan tubuhnya.


"Emh, ya." Rachel mengangguk-anggukkan kepalanya.


"Tentu saja tidak. Aku akan membuat cerita seolah-olah kami tiba-tiba berjumpa kembali di sini." Jawab Rachel seraya tersenyum.


"Kau ini..." Yura dibuat tak dapat berkata-kata melihat sahabat kecilnya itu.


"Kau tenang saja, Yura. Aku hanya ingin berdekatan dengannya untuk melepas rasa rinduku saja." Ucap Rachel.

__ADS_1


"Ya. Tapi siapa orangnya? Kau belum pernah memperlihatkan wajah orang itu kepadaku." Tanya Yura.


"Untuk yang satu ini aku tidak bisa memberitahukannya padamu lebih dulu. Aku akan memperlihatkan fotonya jika aku sudah bertemu dengannya di sini." Ucap Rachel.


Yura mengangguk saya mengiyakan perkataan sahabatnya itu. Setelah cukup berbincang dengan Rachel, Yura pun bangkit dari duduknya untuk mengambilkan baju ganti Rey di dalam lemari. Sedangkan Rachel yang ditinggalkan oleh Yura langsung mengeluarkan ponselnya dan membuka akun sosial medianya.


"Dari informasi yang aku dapat dia tinggal tidak jauh dari sini. Semoga saja kami dapat bertemu hari ini." Gumam Rachel seraya mengusap layar ponselnya.


*


Siang hari telah tiba, Rachel kini terlihat sudah berada di dalam kamar penginapannya dan sedang bersiap-siap untuk pergi. Senyuman secerah mentari pagi nampak terbit di wajah cantiknya saat membayangkan jika ia akan bertemu lagi dengan pria pujaan hatinya.


"Semoga saja hari ini rencanaku berjalan lancar. Tapi jika rencanaku tidak berhasil, aku akan mencoba menemuinya esok hari." Ucap Rachel penuh semangat.


Setelah memastikan penampilannya sudah cantik dan rapi, Rachel pun segera keluar dari dalam kamar penginapannya. Baru saja selangkah kakinya keluar dari dalam kamar, ia sudah dikejutkan dengan keberadaan Rey di luar kamarnya.


"Kakak? Kenapa Kakak ada di sini?" Tanya Rachel dengan wajah terkejut. Pandangan Rachel pun beralih pada sosok pria yang kini berdiri di belakang Rey. "Untuk apa Kakak membawa dia ke sini?" Tanya Rachel dengan wajah bingung.

__ADS_1


***


Jangan lupa follow ig Shy @shy1210_ ❤️


__ADS_2