
"Sudahlah, mungkin saja saat ini ada pekerjaan penting yang harus Kak Rey tangani sendirian di sana. Atau mungkin saja Kak Rey ingin berangkat hanya berdua dengan Kak Alfin karena ada hal serius yang ingin mereka bicarakan." Ucap Flower mencoba berpemikiran positif.
Setelah mengudara selama hampir satu setengah jam lamanya, akhirnya Malik dan Flower pun telah tiba di bandara kota Surabaya. Seorang pengawal yang sudah ditugaskan menjemput mereka pun nampak telah menunggu kedatangan mereka di samping mobil yang ia bawa.
Malik dan Flower segera masuk ke dalam mobil setelah koper mereka dimasukkan ke dalam bagasi mobil.
"Kita akan menginap dimana?" Tanya Flower setelah mobil melaju meninggalkan bandara.
"Lihat saja nanti." Jawab Malik seakan enggan menjawab kemana mereka akan pergi.
Flower mengerucutkan bibirnya. Rasanya seperti membuang-buang tenaga saja jika ia bertanya pada Malik di saat seperti ini.
Setengah jam berlalu, mobil nampak memasuki perkarangan hotel yang berada tidak terlalu jauh dari pantai.
"Kita akan menginap di sini?" Tanya Flower menatap takjub pemandangan di sekitar hotel.
"Menurut anda?" Malik kembali bertanya lalu keluar dari dalam mobil.
__ADS_1
"Sopan sekali dia!" Gerutu Flower lalu ikut turun dari dalam mobil.
"Bawa koper anda sendiri!" Titah Malik sambil memberikan koper bewarna pink milik Flower ke tangan Flower.
"Hei, untuk apa ada pengawal jika tetap kita yang membawa kopernya!" Flower hendak menyerahkan koper pada pengawal tapi Malik dengan cepat menahannya. "Bawa sendiri atau anda saya pulangkan sekarang juga!" Ancamnya.
Flower menggerutu namun tetap mengikuti perkataan Malik karena tidak ingin benar-benar dipulangkan saat ini juga ke ibu kota. Lagi pula apa yang tidak mungkin dilakukan seorang Malik padanya?
Ketika baru saja masuk ke dalam hotel pemikiran Flower pun langsung tertuju pada Rey yang sejak tadi tak terlihat oleh matanya.
"Kak Rey menginap di sini juga bukan?" Tanya Flower pada Malik yang sedang meminta kunci hotel pada pegawai hotel.
Flower kembali dibuat kesal mendengar jawaban Malik. Namun ia tetap berusaha menahan rasa kesalnya.
"Ini." Malik menyerahkan kunci kamar hotel pada Flower lalu melangkah meninggalkan Flower menuju lift.
"Dia itu memang benar-benar tidak sopan!" Gerutu Flower lalu mengikuti langkah Malik menuju lift.
__ADS_1
Sementara Rey dan Yura yang sudah sejak tadi sampai di hotel nampak sedang beristirahat di dalam kamar dengan saling berpelukan di atas ranjang.
"Kenapa Kakak memesan seluruh kamar yang ada di lantai ini?" Tanya Yura sambil memainkan jari-jarinya di dada bidang Rey.
"Itu karena aku tidak ingin kau merasa tidak nyaman dan terganggu karena ada orang lain di dalam kamar ini." Jawab Rey seadanya.
"Apa? Tapi aku tidak akan merasakannya, Kak. Kakak jadi buang-buang uang seperti ini." Omel Yura.
"Sudahlah jangan banyak berpikir. Aku tidak membuang uang, aku hanya ingin memberikan yang terbaik untuk dirimu." Tutur Rey lembut.
Yura yang tadinya marah kini berubah terharu setelah mendengarkan perkataan Rey yang terdengar sangat manis di telinganya. "Terima kasih, Kak. Terima kasih telah baik kepadaku." Ucap Yura lalu mendekap tubuh Rey.
Rey tersenyum tipis saat menyadari kini pelukan mereka semakin menjarak karena ada penghalang di perut Yura.
"Mereka sudah semakin besar di dalam sini. Aku sudah tidak sabar menantikan mereka lahir dari dalam perutmu." Ucap Rey lembut.
***
__ADS_1
Silahkan mampir ke lanjutan cerita Flower dan Malik yang berjudul One Night Love Tragedy, ya. Caranya tinggal klik profil shy dan cari cover novel One Night Love Tragedy. Terima kasih🤗