
"Alfin diamlah!" Titah Rey yang sudah merasa malu mendengar rahasia yang dibocorkan oleh sahabatnya.
Alfin menggeleng tanda menolak perintah Rey. Yura pun meminta agar Alfin kembali melanjutkan ucapannya dengan memasang wajah penasaran. Alfin pun tersenyum puas melihat Rey yang mati kutu karena tidak bisa membantah ucapan istrinya. Alfin pun melanjutkan ceritanya kembali dan Rey hanya bisa pasrah mendengarnya.
"Apa saat ini kau tidak merasa heran karena setiap saat kau sedang bersedih Rey tiba-tiba datang bersama Tante Kyara ke cafe milik Bundamu?" Tanya Alfin.
Yura pun menggeleng tanpa bersuara. "Aku tidak sadar dengan itu. Lagi pula aku masih sangat kecil saat itu untuk memahaminya." Balas Yura.
Alfin tertawa kecil mendengarnya. "Jika saja saat itu kau lebih peka dengan sikap Rey padamu maka kau tidak akan pernah merasa jika kau hanya mencinta seorang diri sampai saat ini." Ucap Alfin dengan wajah yang sudah berubah serius.
Deg
__ADS_1
Yura begitu terkesiap mendengarkan ucapan Alfin. Pandangannya pun beralih pada Rey sambil mencerna maksud ucapan Alfin dan kembali mengingat bayangan masa lalunya saat masih kecil. Kini Yura mulai mengingat dan mencerna dengan jelas bagaimana saat ia sedang bersedih maka Rey tiba-tiba datang bersama Mama Kyara dan Rey kecil tiba-tiba datang menghampirinya walau dengan ekspresi dinginnya.
Ketampanan yang Rey kecil miliki dan sikap datar dan dinginnya saat itu entah mengapa menjadi daya tarik tersendiri untuk Yura hingga Yura tanpa sadar sudah mulai jatuh cinta sejak dini pada Rey.
"Apa kau sudah selesai berbicara?" Tanya Rey saat melihat sahabat dan istrinya saling diam tak melanjutkan ucapan mereka masing-masing.
Alfin denga cepat menggeleng. "Belum. Masih banyak hal yang ingin aku katakan pada Yura agar Yura sadar jika selama ini ia tidak mencinta seorang diri dan sikap burukmu selama ini padanya hanyalah cara agar kau melupakan rasa cintamu pada Yura begitu pun sebaliknya. Kau tidak ingin karena rasa cinta yang kau miliki membuatmu mengecewakan Mama Kyara." Ucap Alfin dengan wajah serius.
"Cinta?" Tanya Yura lirih.
Deg
__ADS_1
Yura menatap Rey dengan tatapan meminta sebuah penjelasan. Namun bukannya menjelaskan atau menjawab arti tatapan Yura, Rey justru menatap datar pada istrinya dan Alfin secara bergantian.
"Bukan hanya itu saja, selain aku mengetahui sedikit banyak tentang perasaan Rey, aku juga ikut andil dalam terciptanya si kembar di dalam perutmu saat ini." Ucap Alfin dengan tersenyum miring.
"Maksud Kakak?" Yura menatap wajah Alfin dengan bingung. Namun bukannya menjawab, Alfin justru kini menatap Rey dengan tatapan menggoda.
"Rey, apa kau tidak menceritakan pada Yura sebelum kalian melewati malam pertama aku adalah mentormu dalam memberikan tutorial menciptakan bayi kembar?" Tanya Alfin yang berhasil membuat Rey tersedak karenanya.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, rate bintang 5 ⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️ dan komennya dulu, ya.
__ADS_1
Sambil menunggu Yura dan Rey update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Terjebak Cinta Tuan Marvel, ya🖤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.