Kita Harus Menikah!

Kita Harus Menikah!
Untuk yang pertama kalinya


__ADS_3

Melihat istrinya yang tidak merespon perkataannya membuat Rey segera menghidupkan mesin mobilnya dan melajukannya keluar dari perkarangan rumahnya. Rey membiarkan Yura tetap diam merenungi saran darinya hingga mobil telah melaju di jalan raya.


"Jangan terlalu memaksa tubuhmu jika kau tidak sanggup. Aku tahu kau wanita pekerja keras dan saat ini sedang senang-senangnya menjalani hari-harimu dengan bekerja setelah dua tahun lamanya menganggur di desa. Namun saat ini ada tiga malaikat kecil yang harus kau jaga di dalam perutmu. Jika kau terlalu lelah itu bisa membuat kondisi kesehatan anak-anak kita menurun." Tutur Rey lembut.


Yura mengangguk paham dengan ucapan suaminya yang memang benar adanya. Selain ia yang sedang sangat senang untuk bekerja, saat ini Yura juga tidak bisa meninggalkan pekerjaannya karena terlalu banyak pekerjaan yang harus ia kerjakan seorang sendiri.


Mobil milik Rey terus melaju membelah jalanan yang cukup padat pagi itu menuju anak cabang perusahaan Dharma. Tanpa terasa tiga puluh menit berlalu dan mobil Rey telah tiba tepat di depan pintu perusahaan. Rey turun lebih dulu dari dalam mobilnya dan membukakan pintu untuk Yura.


Para karyawan yang sedang berlalu lalang di depan perusahaan yang sudah terbiasa melihat sikap Rey pada Yura hanya bisa tersenyum karena kini mereka sudah sering disuguhkan dengan pemandangan romantis di depan mereka dimana Rey membukakan pintu untuk istrinya.


Tapi bukan tanpa alasan Rey melakukannya. Itu semua ia lakukan karena Yura yang sudah sulit untuk bergerak dan ingin memastikan anak-anak dan istrinya turun dari dalam mobilnya dengan aman.

__ADS_1


"Apa kau ingin aku mengantarkanmu ke dalam?" Tanya Rey pada Yura.


"Tidak. Kakak berangkatlah ke perusahaan Kakak. Aku akan baik-baik saja." Ucap Yura dengan tersenyum menenangkan hati Rey.


Rey mengangguk saja percaya dengan perkataan istrinya. Yura pun menyalami Rey lalu melangkah masuk ke dalam perusahaan. Rey tak melepas pandangannya dari sosok istrinya hingga sosok Yura tak terlihat lagi oleh matanya. Setelahnya Rey pun kembali masuk ke dalam mobil dan melajukan mobilnya menuju perusahaan Bagaskara.


*


Dan seperti biasanya, Rey hanya memberikan balasan atas sapaan Flower dengan anggukan kepalanya.


"Semakin hari sikap Kak Rey semakin dingin dan acuh saja." Gumam Flower lalu tersenyum miris melihat sikap Rey.

__ADS_1


Flower pun kembali menjatuhkan bokongnya di atas kursi kerjanya. "Apa aku sudah tidak memiliki kesempatan lagi untuk mendapatkan cinta Kak Rey? Apa Mom benar jika cinta sejati tidak harus dimiliki? Tapi... aku sudah sangat lama menantikan cinta terbalas dari Kak Rey dan hidup bersama dengan Kak Rey." Flower berucap lirih dan merasa sedih dengan jalan hidupnya saat ini.


Namun sesaat kemudian kesedihan di wajahnya berubah dengan senyuman saat mengingat jika dalam waktu beberapa bulan lagi Malik dan Rey akan melakukan perjalanan bisnis ke luar kota dan untuk pertama kalinya membawa dirinya. Walau tidak mengetahui secara pasti alasan Malik mau mengajak dirinya, namun Flower sudah merasa cukup senang karena pada akhirnya ia akan memiliki waktu untuk berdekatan dengan Rey tanpa kehadiran Yura di sisi Rey. Namun tanpa Flower sadari jika kepergiaanya nanti adalah awal petaka untuk dirinya sendiri.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, rate bintang 5 ⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️ dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Yura dan Rey update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Terjebak Cinta Tuan Marvel, ya🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.

__ADS_1


__ADS_2