
"Silahkan dimakan, Kak." Ucap Yura lembut.
"Terimakasih." Jawab Rey yang dibalas senyuman tipis oleh Yura.
Bunda Vara dan Ayah Rangga yang melihat tingkah anak dan menantunya saling tersenyum karena Rey dan Yura sudah menunjukkan sedikit perubahan dalam sikap mereka masing-masing.
Semua orang yang berada di meja makan pun menikmati makanan masing-masing dalam hening tanpa bersuara sedikit pun. Setelah makan malam mereka selesai, Rey menarik tangan Yura menuju taman yang berada di samping rumah.
"Ada apa ini, Kak?" Tanya Yura merasa terkejut karena Rey menarik tangannya begitu saja.
"Bagaimana kau bisa mengetahui dengan detail makanan kesukaanku dan yang tidak aku sukai?" Tanya Rey pada Yura.
Yura menatap Rey dengan wajah bingung. "Maksud Kakak?" Tanyanya pura-pura tak mengerti.
"Aku tidak akan mengulang ucapanku." Tekan Rey.
Yura tersenyum tipis dan mencoba mengatur denyut jantungnya yang berdebar. "Sepertinya Kakak sudah salah paham. Aku tidak mengetahui sedetail itu tentang hidup Kakak. Agh, benarkah makanan yang aku pilihkan tadi adalah makanan kesukaan Kakak? Aku bahkan tidak mengetahuinya jika Kakak tidak mengatakannya." Jawab Yura berbohong. Ia tidak ingin berkata jujur yang membuat dirinya terlihat masih menaruh rasa pada suaminya itu.
Rey dibuat terdiam dengan wajah yang berubah kesal setelah mendengar jawaban Yura. Entah mengapa ia yakin jika saat ini Yura tengah berbohong padanya.
__ADS_1
"Apakah ada hal lain yang ingin Kakak bicarakan kepadaku? Ayah dan Bunda sudah menunggu kita di ruang keluarga." Ucap Yura.
Rey menatap dalam kedua bola mata Yura yang membuat denyut jantung Yura semakin berdebar dengan cepat.
"Sepertinya sudah tidak ada lagi yang ingin Kakak katakan. Kalau begitu aku pamit dulu." Ucap Yura lalu melewati tubuh Rey begitu saja. Yura mengatur nafasnya yang terdengar tidak beraturan dengan menghela nafas beberapa kali. "Ingatlah, Yura, jangan menampakkan kelemahanmu saat berada di depannya." Gumam Yura menguatkan dirinya.
Setelah sampai di ruang keluarga, Bunda Vara dibuat bingung melihat Yura yang datang hanya seorang diri.
"Dimana Rey, Yura?" Tanya Bunda Vara.
"Kak Rey masih berada di taman samping, Bunda. Sepertinya Kak Rey akan menyusul sebentar lagi." Jawab Yura.
"Yura, walau pernikahanmu dan Rey terjadi di luar kehendakmu, Bunda harap kau dapat menerima pernikahanmu dengan lapang dada dan bersikap layaknya seorang istri pada suami. Bunda tidak ingin kau melakukan tanggung jawabmu atas keterpaksaan." Pesan Bunda Vara.
"Baik, Bunda. Yura akan selalu mengingat apa yang Bunda katakan." Balas Yura tersenyum.
Bunda Vara turut tersenyum mendengarnya.
Tapi maaf jika Yura masih berusaha menghilangkan perasaan ini dari Kak Rey, Bunda. Yura tidak ingin terluka untuk kedua kalinya. Lanjut Yura dalam hati.
__ADS_1
Tak berselang lama, Rey nampak sudah bergabung duduk di ruang keluarga bersama Rangga, Vara dan Yura. Sedangkan Alula sudah lama berpamitan naik ke kamarnya untuk mengerjakan tugas kuliahnya.
"Rey, Ayah baru mengetahui jika kau sudah membangun sebuah rumah untuk dirimu. Ayah bangga kepadamu, karena di usiamu yang masih muda kau sudah banyak memiliki fasilitas dari hasil kerjamu sendiri." Ucap Rangga.
Rey tersenyum tipis pada Ayah Rangga. "Itu semua tidak ada apa-apanya dibandingkan apa yang Ayah miliki sewaktu muda dulu." Jawab Rey merendah.
Ayah Rangga tersenyum mendengarnya. "Oh, ya, bagaimana pembangunan klinik di desa A? Apa berjalan seusai dengan apa yang sudah direncanakan sebelumnya?" Tanya Ayah Rangga.
"Pembangunan klinik sudah berjalan sesuai dengan apa yang kita harapkan, Ayah. Menurut perkiraan, dalam waktu empat bulan lagi pembangunan klinik sudah selesai dan siap untuk digunakan." Jawab Rey.
Ayah Rangga mengangguk paham mendengar ucapan Rey. "Oh ya, Rey. Untuk peninjauan selanjutnya Ayah harap kau dan Yura tidak turun langsung ke lapangan dan meminta anak buahmu yang melakukannya. Ayah tidak ingin kejadian seperti beberapa waktu lalu kembali terulang yang bisa merugikan dirimu dan Yura." Pesan Ayah Rangga.
"Baik Ayah. Rey akan mengusahakannya. Namun untuk bulan depan, Rey tetap akan turun ke lapangan langsung tanpa membawa Yura." Jawab Rey.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Yura dan Rey update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Queenarađź–¤
__ADS_1
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.